
karena keraton Jogja yang tak terlalu jauh dari museum Sonobudoyo kami pun sampai di museum Sonobudoyo di sini tak kalah mengagumkan dari Keraton Yogyakarta.
kami pun turun dari bus untuk menuju museum yang begitu luas. tapi karena waktu Jang sudah hampir Dzuhur jadi kami beristirahat sejenak di masjid Gedhe Kauman.
sekalian untuk ishoma
pukul 13:00 wib kami semua berlanjut berjalan menuju museum yang nampaknya sih tak terlalu megah namun memiliki ciri khas dan memiliki beberapa tempat yang unik
serta terdapat perpustakaan.
cukup lama kami berada di sana karena memang begitu banyak artikel yang bisa di catat,
Musium Sanabudayaadalah museum sejarah dan kebudayaan Jawa, termasuk bangunan arsitektur klasik Jawa. Museum ini menyimpan koleksi mengenai budaya dan sejarah Jawa yang dianggap paling lengkap setelah Museum Nasional Republik Indonesia di Jakarta. Selain keramik pada zaman Neolitik dan patung perunggu dari abad ke-8, museum ini juga menyimpan beberapa macam bentuk wayang kulit, berbagai senjata kuno (termasuk keris dan topeng Jawa).
setelah beberapa lembar kertas catatan yang kami pegang akhirnya kami putuskan untuk istirahat di salah satu tempat duduk .
" bosen gue" ujar Indri yang duduk santai.
" sama" jawab Rizal dan. Enggar.
" eh tadi kalian liat gak pas pak Aditya nyanyi lagu, kayaknya pak aditya sayang banget yah Ama cewek nya" kata Indri mulai kumat gosipin.
" heleh dia mah cuma pencitraan" ujarku menyangkal.
" loe ngomong pencitraan tapi loe sendiri aja sering ama pak Aditya" jawab Joni.
" ya kan gue mantan babunya" jawab ku.
"beneran sa?" tanya Joni.
" iya loe juga kan pernah nganterin gue ke rumah pak Aditya" jawabku.
" masa sih kok loe gak ngomong" kata joni.
" berarti sekarang pak aditya lagi gak ada babu dong? mau daftar gue akh" ujar Indri.
" sekarang malah udah punya asisten pribadi dia mah" jawabku.
" sa kok loe tau banget sih jangan jangan loe penggemar rahasia yah?" tanya Rizal.
" enak aja, udah gak usah bahas tuh orang. iya kalian niatnya mau bikin artikel yang mana?" tanya ku.
" belum tau gue mah mumet, " jawab Enggar.
***
setelah lama kami berada di museum kami pun pergi ke bus untuk kembali ke penginapan untuk bermalam.
" Sa, loe mau kemana?" tanya Indri.
" mau ke kamar lah" jawabku.
" jangan tinggalin gue di sini kenapa sa, takut gue ih sama si singa" ucap Indri.
" minta temenin Rizal noh kalo nggak ya loe ke kamar sebelah" jawabku sambil meninggalkan Indri karena emang aku kebelet sih.
di kamar
" dari mana sih kok lama banget?" mas Adit manja
" gak usah sok manja lah jijik akunya" jawabku menuju kamar mandi.
" mas, kamu beneran sayang ama aku gak sih?" tanya ku pada mas Adit.
" ya jelas sayang lah" jawab mas Adit.
__ADS_1
" masa sih" godaku.
" Sa malem ini lagi ya?" ucap mas Adit manja.
" gak ah capek lagian itu ku masih bengkak" jawabku.
" bentar aja lah" rayu mas Adit.
" mas boleh ngomong gak?" tanyaku.
" boleh" jawabnya singkat.
aku pun duduk di samping mas Adit yang kini setengah tiduran.
" mas itu kan ganteng bahkan Rika aja yang jadi primadona kenapa mas gak mau?" tanya ku.
" oh terus mas suruh mau gitu sama Rika? emang kamu siap menjanda?" tanya mas Adit.
" oh jadi mas beneran mau ya udah sana ngawinin Rika aja gak usah minta jatah lagi sama aku " aku pun merajuk.
" marah ya?" tanya mas Adit.
" nggak cuma kesel" jawabku.
" Sa" panggil mas Adit.
" dalem" jawabku.
" kamu kok bau kecut sih" ucap mas Adit. sambil mencium pundakku
" ya biarin kecut lagian mas ngapain nyiumin sih" jawabku.
" udah sana mandi lah mas pengen tau, lagian kita nikah udah lama masa baru main 1 x " ucap mas Adit.
tak butuh waktu lama aku pun keluar kamar mandi.
" gitu dong udah wangi" kata mas Adit.
" hehe" senyum lebar.
krriingg
suara ponsel mas Adit sebuah panggilan masuk.
" halo pak gimana?" pak aditya
"..."
" ya udah saya turun ke bawah pak" pak Aditya.
***
" siapa mas?" tanya ku.
" pak Adi minta dosen pembimbing suruh kumpul" jelas mas Adit.
" ya udah sana, biar aku ke kamar Indri yah kasihan dia harus sekamar sama singa" ujarku.
" ya udah sana tapi baliknya jangan malem malem ya" pesan mas Adit.
" siap bos" sambil hormat.
aku pun turun menuju kamar Indri.
" ku kira lagi sendirian eh ternyata lagi pacaran, yah jadi obat nyamuk deh" kata ku melirik Indri.
__ADS_1
" apaan sih loe Sa" ucap Indri malu malu.
" gue lagi bete lah mangkanya kesini" ucapku.
" bete kenapa loe?" tanya Rizal.
" bete lah suami gue suruh kumpul sama pak Adi jadi di tinggal sendiri" kata ku.
" eh loe beneran ke sini ama suami loe Sa? berani banget loe!" ucap Indri.
" loe juga berani tuh pacaran berduaan ati ati ada setan'" kata ku.
" ya setannya loe" jawab Indri.
" sialan loe"
2 jam aku bercanda dengan Indri dan Rizal tapi rasanya gak ada capeknya di tambah mereka super asyik.
" Sa" panggil mas Adit.
" iya" jawabku. tapi tak kunjung bangkit.
" sini dulu ngapa mas, jangan sendirian mulu" sahutku.
mas Adit ternyata menuruti perintahku dia datang dan gabung bersama kami.
" kok kalian gak pada tidur?" tanya mas Adit.
" belum ngantuk pak" jawab Indri dan Rizal.
" pak besok pulang jam berapa?" tanyaku.
" kayaknya sore kita pulang besok acaranya cuma ke candi Borobudur sih." jelas mas Adit.
" permisi pak Adit boleh gabung gak? belom bisa tidur nih gerah mainan hp juga bosen" kata Rika si biang rusuh.
" oh ya boleh silahkan Rika." kata mas Adit lembut.
" Oya pak boleh minta nomor WA gak siapa tau Rika ada kesulitan kan bisa tanya dosen pembimbing" ujar Rika manja.
" aduh maaf Rika tapi nomor wA itu kan privasi" jawab mas Adit yang masih juga lembut.
" tumben pak sekarang gak galak lagi" ujar ku .
" apa karena Rika cantik pak jadi ngomongnya lembut gitu?" ujar ku kembali.
" sirik aja sih loe" Rika mendorong tanganku.
" siapa yang sirik sih lagian buat apa sirik gak guna banget" ucap ku.
" loe urus aja suami loe, gak usah ganjen" ucap Rika.
" justru situ yang ganjen perusak hubungan orang" ucapku
" yok ind zal cari tempat Laen biar mereka puas ngobrol" ucapku yang menarik tangan. Indri.
" Sa, kamu marah lagi? " tanya mas Adit yang ikut berdiri.
" enggak kok saya gak marah ya udah selamat malam silahkan ngobrolnya di lanjut" ucapku yang menarik tangan Indri.
" sa, loe kenapa sih?" ucap Indri.
" Sa, ikut aku" mas Adit tiba tiba menarik tangan ku. menuju kamar kami berdua.
bersambung....
__ADS_1