Pelukan terakhir

Pelukan terakhir
kembali pada aktivitas


__ADS_3

tak berselang lama kami pun sampai di depan gerbang kampus. pak Aditya langsung memberhentikan motornya dan secepatnya ku turun dari motor tersebut karena aku pun gak mau jadi bulyaan anak sekampus.


" terimakasih pak" kataku sambil menundukkan wajahku.


" ok" hanya itu yang di katakan pak Aditya dan langsung masuk kedalam kampus.


" ih ini orang gak ada basa basi nya banget sih" kataku menggerutu sambil menuju kelas ku.


berjalan ke dalam kelas yang rasanya seperti ada yang memperhatikan tapi entah siapa dan dimana.


lalu ku tengok lantai tiga tepat di depan. kelas ternyata ada Joni di sana tanpa mengucapkan kata kata ku hanya tersenyum memandangnya.


" apa mungkin. dia melihatnya?? kata ku dengan nada yang lirih.


" semoga dia gak liat yang barusan deh amin" kata ku kembali.


ku naiki tangga satu per satu mulai dari lantai satu lantai dua dan terakhir lantai tiga.


ku lihat begitu jelas Joni yang menunggu di dekat tangga seraya tangan. di lipat di dadanya.


" selamat pagi sa? katanya dengan tersenyum.


" emm selamat pagi Jon, kamu nungguin aku??" kataku bertanya pada Joni.

__ADS_1


" iya aku nungguin kamu sa, Oya tadi kamu bonceng siapa??" kata Joni yang membuat ku mematung sejebak. em jadi dia tau aku di anter sama pak Aditya pikirku dalam hati.


" hei sa, kok bengong barusan kamu di anter sama siapa?? apa anak kampus sini juga??" kata Joni yang terlihat cemburu.


" emm bukan kok Jon tadi gak sengaja ketemu di jalan aja sama dia udah lah, emm apa kamu cemburu?? tanyaku sambil memegang hidung yang kayak Pinokio tersebut.


" ya udah yuk masuk" ku gandeng tangannya masuk ke dalam kelas.


nampaknya Indri juga lagi kasmaran tuh pagi pagi dah duduk Deket banget sama Rizal.


" cie yang udah PDKT, " kataku menggoda,


"jangan lupa ya kalo jadian makan makan, gak usah yang mahal mie ayam aja udah cukup kok" kata ku kembali menggoda mereka.


" eh gue sama Joni belum jadian. kali" kataku menghindar.


" oh belum jadi bukan berarti tidak, em ind jadi ini cuma masalah waktu aja kayaknya." kata Rizal tersenyum menggoda.


" udah awas ah loe ganggu pemandangan aja" kataku sambil menyingkirkan tas Rizal.


" sa nanti kamu sibuk gak?? kalo nggak kita bisa kan jalan sebentar aja?!" kata Joni yang sedari tadi bengong.


" maaf Jon gue gak biasa gue harus kerja mungkin ada waktu ya cuma hari Minggu kalo kamu mau Jon? " kata ku pada Joni yang terlihat senyum.

__ADS_1


" iya gak papa kok sa Minggu gue juga longgar waktunya jadi Minggu kita jalan ya, em kamu pengennya kemana sa? kata Joni bertanya padaku.


" em belum tau deh ya nanti gue pikir pikir dulu ya." kataku lagi.


" oke deh sa ya udah gue duduk dulu ya bentar lagi pasti dosen masuk" kata Joni sambil menghampiri Rizal dan mengangkat kerahnya tuk kembali ke tempat duduk nya masing masih. sontak aku dan Indri pun tertawa melihat tingkah Joni dan Rizal.


" gimana sa? loe udah kasih jawaban beluM??" kata Indri berbisik namun ku hanya menggelengkan kepala nya.


"sedangkan loe udah jadian emang sama Rizal? kataku pada Indri.


" belum sa dia sih udah nembak tadi malem tapi belum ku jawab aku janjinya sih nanti pas istirahat ku jawab" kata Indri malu malu kucing.


akhirnya guru mapel pun masuk dan mulai dengan pelajarannya


satu jam...


dua jam...


tiga jam...


terlewati begitu saja


.

__ADS_1


jam kuliah pun usai....


__ADS_2