
untuk episode ini saya harap yang umurnya kurang dari 21 jangan baca ya, jangan nodai mata kalian oke,
dan karena saya gak pandai menulis adegan panas jadi maaf jika kurang enak di baca
🙏🙏🙏
" kamu kenapa sih marah marah Mulu? " tanya mas Adit dengan menatap wajahku.
" siapa yang marah sih mas mau nikah lagi juga gak papa kok" ucapku kesal.
" kamu ngomong gak marah tapi sikap kamu gitu" ucap mas Adit.
" udah lah aku mau tidur , " ucapku dan hendak menuju kasur.
nyuutt kepala ku tiba tiba terasa sakit bahkan pandangan terasa gelap.
" gak papa sa?" tanya mas Adit.
" gak papa cuma sakit kepala doang" jawabku.
" apa besok kita ke dokter?" tanya mas Adit.
" heleh lebay banget cuma sakit kepala mau ke dokter entar juga sembuh sendiri" ucapku menggampangkan.
" ya kan suami mu ini khawatir" ucap mas Adit lebay.
" ke rumah sakitnya besok kalo sakit parah kalo cuma sakit kepala ini mah biasa" ucap ku.
aku pun lanjutkan menuju kasur dan ku baringkan tubuhku di kasur di susuknya mas Adit di sebelah ku.
__ADS_1
" sa gimana jadi kan yang tadi tertunda" ucapnya memandang langit-langit.
" gak ah males" jawab ku.
ku pejamkan mata ini karena ya emang ngantuk sih tanpa tersadar tiba tiba mas Adit mencium ku mulai dari kening pipi hingga bibir.
" mas besok aja lah kalo di rumah" ucapku menolak.
" gak bisa, kalo kamu mau tidur ya silahkan tidur" ucapnya menghentikan sejenak ciuman itu.
" ya gimana mau tidur orang di cium Mulu" ucap ku sebel.
" sa, please ya sumpah aku dah gak tahan emang kamu mau nyiksa suami sendiri?" tanya mas Adit.
" mangkanya jangan bayangin macem macem ya" ucapku masih menolak.
" ih diem ngapa sih, kamu gak ngerti sih rasanya kalo gak di keluarin. bikin urung iringan tau" ucap mas Adit.
" apa?" tanya mas Adit.
" mas gak boleh Deket Deket Rika, aku cemburu mas, " ucapku
" oke mas janji" ucap mas Adit sambil mencium bibirku.
kini tangannya mulai nakal menuju payudara dan sesekali *** dengan lembut. aku sama sekali tak bisa menolaknya mungkin karena aku masih dalam masa subur. belaian itu membuatku begitu melayang. hingga tersadar tangan kiri mas Adit kini telah menuju bagian bawah ku namun tak ada penolakan.
tangannya begitu pandai memainkan bagian ku hingga membuat ku terdiam
" aku mencintaimu" desah mas Adit di telinga ku.
__ADS_1
" aku juga mencintai mas" jawabku malu malu.
" tangan kamu awas ya jangan nutupin" ucap mas Adit karena aku menutupi bagian bawah ku. mas Adit pun menyingkirkan tanganku ke bagian perut ku.
tak lama rasa aneh itu datang kembali. benda kenyal kini mulai memasuki bagian bawahku.
tak segan mas Adit mengayunkan miliknya semakin lama semakin dalam hingga membuat ku mengeluarkan. sedikit suara rintihan.
" akh mas pelan dikit aku jadi pengen pipis" ucap ku lirih.
namun mendengar kata kata itu bukannya memperlambat malah semakin dalam tapi itu tak berlangsung lama karena mas Adit mengubah posisi dirinya berada di belakangku dan mengangkat salah satu kaki ku.
" agh, mas" rintihan ku tak bisa berhenti hingga mencengkeram seprai kuat kuat. di Tambah tekanan. di perut bagian bawah oleh mas Adit ketika memelukku dari belakang membuat rasa itu tak tertahankan lagi rasanya begitu ingin buang air.
mas Adit malah mempercepat lajunya hingga membuat satu hentakan. yang membuat miliknya melesat begitu dalam.
" agh aku lemes mas" ucap ku lirih.
" ya udah tidur dulu" ucap mas Adit yang masih memelukku dari belakang.
" awas ah aku pengen pipis" ucapku sambil memindahkan tangan mas Adit.
" nanti dulu biar itu ku masuk ke dalam rahim kamu dulu, biar kita cepet punya anak" ucap mas Adit.
" iya deh tapi lepasin dulu tangan mas" ucapku dan mas Adit melepaskan tangannya.
menunggu hingga beberapa saat akhirnya ku tutup. dari tempat tidur dan menuju kamar mandi begitu banyak cairan yang masuk.
setelah selesai ku putuskan tuk tidur di pelukan suami ku tercinta rasanya begitu tenang dan bahagia.
__ADS_1
bersambung...