Pelukan terakhir

Pelukan terakhir
merajuk


__ADS_3

cuaca hari ini memang gak terlalu bagus padalah sudah berencana buat njalan jalan tapi nampaknya langit yang awalnya hanya mendung kini mulai nampak titik titik air yang terjatuh di bumi dan semakin deras.


mas Adit yang awalnya menikmati cuaca yang dingin pun kini telah kembali masuk ke dalam dan menutup rapat pintu yang tadinya terbuka lebar.


suara desis air yang mengenai genting di Sergai kilatan cahaya dan tak segan suara gemuruh petir membuat rasa di dada begitu takut.


jadi ku putuskan tuk kembali ke kamar untuk sekedar tiduran.


tak lama berselang ketika ku baringkan tubuh ku ini yang sedikit mengantuk, pintu kamar pun terbuka, ternyata mas Adit juga merasakan kalau yang sama denganku.


" mau tidur?" tanya mas Adit.


" niatnya, tapi ya kalo mas juga mau tidur silahkan biar saya di bawah" jawabku yang beranjak dari ranjang.


" gak usah, tidur aja di ranjang gak papa, toh kita udah nikah" jawab mas Adit yang terasa begitu aneh.


" eh enggak papa kok saya tidur di bawah" jawabku yang tetap beranjak.


" emang kenapa? kamu gak mau tidur bareng saya? kamu takut saya perkosa atau gimana??" tanya mas Adit.


" buat apa saya takut lagian kan mas Adit sendiri yang gak Sudi sama saya mending ngawinin kambing" jawabku.


" kenapa sih kamu selalu bahas itu?" mas Adit nampak emosi.

__ADS_1


" iya kamu benar kok ya udah kalo mau tidur di bawah gak papa kok tapi sakit tanggung sendiri ya lagian. kamu udah dewasa dan. kamu tau kan kewajiban seorang istri?" tanya mas Adit yang membuatku merasa aneh karena mas Adit sebelumnya tak pernah mengungkit tentang kewajiban istri.


" kenapa sih mas, selalu ngomong begitu sejak semalam? aneh tau gak sih" jawabku memalingkan muka.


" oke saya jujur, saya memang belum bisa mencintai kamu sepenuhnya tapi sebagai laki laki normal yang telah menikah apa saya salah menginginkan hubungan itu?" jawab mas Adit yang emosi.


" mas Adit lagi bercanda kan? lagian aneh aja gitu sikap mas ke saya aja kaya orang asing tapi bagaimana mungkin mas menginginkan hubungan itu? maaf mas saya belum siap" jawab ku yang pergi meninggalkan mas Adit.


rasa kantuk yang sedari tadi datang karena kata kata mas Adit membuatku tak selera lagi tuk tidur jadi ku putuskan tuk menyetrika baju di tempat setrikaan baju.


1 jam kemudian.


baju kini telah rapih di keranjang sedangkan mood masih aja jelek jadi ku pikir dengan mencari kesibukan lain akan mengembalikan mood.


ku tengok mas Adit yang berada di kamar nampaknya dia begitu pulas tertidur, namun masih saja wajah pemarahnya terlihat jelas.


" Bu, Adit sama Dilsa pulang dulu ya" ucap mas Adit yang mencium ibunya.


" iya Dit, nanti hati hati di jalan soalnya dari pagi kan ujan jalan pasti licin jadi gak usah ngebut" kata Bu Ami menasehati putranya.


" iya Bu tenang aja" kata mas Adit. aku pun langsung bersalaman dan mencium tangan Bu ami.


" ya udah Bu Adit pamit ya, ibu ati ati di rumah" kata ibu yang sudah membuka pintu mobil.

__ADS_1


selama perjalanan tak ada kata kata yang keluar dari bibir kami. mungkin mas Adit masih kesal dan aku pun sebaliknya.


perjalanan. kali ini begitu macet jadi waktu tempuh yang di gunakan molor begitu lama yang membuatku merasa mengantuk kare a siang pun tak bisa tidur gara gara ucapan mas Adit.


tak sadar ternyata ku pun tertidur dan ketika terbangun kami telah sampai dan mas Adit mungkin hendak membangunkan ku tapi ku sudah terbangun terlebih dahulu.


" eh udah nyampe ya, " kata ku senyum dan mengucek mata ku.


" iya udah cepetan" kata mas Adit yang seperti masih kesal.


" gak usah marah Mulu cepet tua" aku pun bergegas turun dan menuju kamar meninggalkan mas Adit sendiri.


di apartemen.


" mas mau makan gak?" tanya ku ketika mas Adit baru aja masuk kamar.


" emang mau masak apa?" tanya mas Adit.


" ya iya lah kalo gak mau masak gak bakal nanya, nanti masak banyak di omong" kata ku ketus.


" ya udah deh masak agak banyak saya juga laper" ujar mas Adit.


jadi ku mulai memasak terong yang ku bumbu balado. ini adalah makanan favorit ku.

__ADS_1


mas Adit juga menyukainya hingga tumben dia makan dengan lahapnya.


bersambung....


__ADS_2