Pelukan terakhir

Pelukan terakhir
apartemen baru


__ADS_3

sepanjang perjalanan rasanya begitu lama padahal jarak tempuh hanya satu jam tapi serasa berjam-jam.


" udah turun kamu" pak Aditya dengan nada dinginnya.


" iya" jawab ku singkat.


" eh kamu bawa barang mu sendiri" pak Aditya yang masih dingin.


" em, nih orang gak pernah bersosialisasi apa yah kok gitu amat" kata ku menggerutu.


" cepetan saya udah capek, Oya kita tinggal di lantai 4 kamu bawa barangnya dulu aja biar saya parkir nanti saya susul kamu tunggu di depan lift " kata pak Aditya yang tetep aja dingin.


" baik tuan Aditya" balasku sedikit sewot.


pak Aditya pun memarkirkan mobilnya sedangkan. aku membawa barang barang ku ke dalam lift.


thit akhirnya kini udah sampai di lantai empat namun rasanya kok sepi banget. tak lama pun lift terbuka kembali oh ternyata pak Aditya sampai juga.


" di sebelah mana kamarnya aku udah capek??" tanyaku .


" ikutin saya" jawab pak Aditya yang singkat dan secepat kilat pergi memasuki sebuah kamar.


aku dan pak Aditya pun masuk dalam kamar tersebut. tak lebih luas dari rumah ku tapi ini memang terlihat lebih elegan beda dengan rumah orang biasa.


" kamarnya di mana??" kata ku .


" tuh " jawab singkat sambil menunjuk sebuah ruangan di belakang ruang tv.


" cuma satu?? lah terus kalo saya tidur di sana Anda tidur di mana??" tanya ku yang sedikit bingung.


" eh, dengerin ya meski kita sekamar kamu tenang aja saya gak akan tertarik dengan wanita yang setengah laki" pak Aditya memegang dagu ku dan mendongakkan kepala ku.


" enggak saya gak setuju, meski saya gak pernah pacaran saya tau pikiran laki laki pasti mesum" jawab ku menggelengkan. kepala ku.

__ADS_1


" kamu pikir saya cowok apaan?? lagian saya mending ngawinin kambing dari pada kamu" kata pak Aditya.


" cup , saya pegang ucapan kamu, em saya pengen liat gimana anda ngawinin kambing" kata ku melirik pak Aditya.


" apaan cup cup dasar bocah TK" pak Aditya kesal dan pergi ke kamar.


kami pun melanjutkan pekerjaan yang belum selesai ini. tanpa tegur sapa kami membereskan barang masing masing meski dalam satu kamar yang sama kami seperti orang asing.


" eh udah adzan magrib saya ke masjid mungkin sekalian isya kamu di sini aja gak usah turun" pak Aditya yang mengambil kain sarung dan peci hitamnya.


" oke" jawab ku singkat.


pukul 20:15


" eh kok ini orang gak pulang pulang ya, apa ngilang di jalan yah" kata ku lirih sambil tiduran di ranjang.


ceklek


suara pintu di buka. ternyata pak Aditya udah Dateng menenteng kantong plastik.


" em panjang umur nih orang, terus juga tumben nih baik" kata ku lirih.


" gimana mau gak kalo mau cepet ke dapur makan bareng lagian juga ada yang mau saya omongin sama kamu" kata pak Aditya yang sepertinya serius.


aku pun beranjak dari Ra Jang dan menuju dapur sepertinya anak ayam yang lagi nunggu di kasih makan majikannya.


" nih gado gado mu" kata pak Aditya.


" makasih mas" jawabku senyum.


" Oya ada yang mau saya omongin, kamu pegang kunci ini, terus saya gak mau temen temen mu tau kalo kamu istri saya dan satu kamu gak boleh bawa temen mu ke sini karena saya gak mau temen mu rusuh" kata pak Aditya yang memberikan kunci serep kayaknya.


" tenang aja saya gak bakal kasih tau mereka kok lagian saya juga gak mau jadi Bullyan anak kampus, Oya saya juga ada hal yang mau saya omongin" jawab ku.

__ADS_1


" apa??" kata pak Aditya singkat.


" pertama saya gak mau anda Deket Deket saya kalo tidur" kata ku.


" kalo itu ya pasti lah saya gak akan nyentuh kamu" kata pak Aditya.


" ke dua sampai kapan pun anda tidak boleh bertindak asusila kepada saya" kata ku.


" saya nyentuh juga ogah apa lagi buat asusila kecuali kamu yang bikin ulah" kata pak Aditya yang lagi mengunyah makanan .


" eits, kok saya yang bikin ulah ya gak bakal lah" kata ku.


" kamu udah kasih syaratnya?? saya juga ada syarat lain selain melarang temen kamu ke sini" pak Aditya yang menyuap makanan .


" masih ada lah syaratnya, kamu juga harus tepati janji ya uang 5 juta bersih " jawab ku menatap pak Aditya.


" kalo itu kamu tenang aja saya gak akan ingkar, Oya saya punya syarat lagi yah, kamu gak boleh pake kaos oblong yang bisa memperlihatkan tubuh kamu, ke dua kamu gak boleh tidur pake celana pendek, harus pake celana panjang saya gak mau mata saya ternodai" kata pak Aditya yang menyebalkan.


" saya cuma punya baju kaos oblong dan tidur pake celana panjang itu gak nyaman jadi syarat itu gak bisa" kata ku sebel.


" udah nurut aja , saya punya celana panjang banyak kamu bisa pake dan untuk baju saya harap pake baju panjang," kata pak Aditya.


" gak mau ah risih tau, " jawab ku sambil membuang muka.


" oh jangan jangan kamu sengaja yah mau pake baju pendek celana pendek biar saya nafsu?? jangan harap saya nafsu sama kamu" kata pak Aditya curiga.


" ya udah kalo gitu kita tidur jangan bareng, lagian juga apartemen ini lumayan luas, sofa juga nganggur kenapa gak kamu tidur di sofa aja??" kata ku.


"enak aja saya yang suruh tidur di sofa kalo kamu mau ya Sanah kamu yang tidur di sofa!" pak Aditya nada yang menyebalkan.


" lah kalo saya yang tidur di sofa terus malem malem bapak otaknya lagi omes terus liat saya tidur, pasti bahaya" kata ku ngotot.


" gak usah GR saya gak bakal tertarik jadi kamu tidur lah di sofa ok. karena ini kan hadiah dari ibu saya jadi saya yang berhak ngatur" kata pak Aditya.

__ADS_1


" ok saya tidur di sofa, karena saya lebih baik tidur bareng kambing dari pada tidur dengan anda , selamat malam" dengan rasa sebel akhirnya ku mengalah tuk tidur di sofa karena gak mungkin kan aku tidur dengan orang yang begitu.


bersambung....


__ADS_2