
keesokan paginya kami pun bergegas menuju bus kami karena ini hari terakhir jadi semua siswa langsung membawa ransel mereka dengan tujuan setelah keluar dari penginapan. langsung ke candi dan setelah itu bisa langsung pulang ke rumah.
sesuai dengan janji mas Adit semalam nampaknya dia benar benar menuruti untuk menjauh dari Rika dan memilih duduk dengan ku.
" lah kalo bapak sama Dilsa saya sama siapa?" tanya Indri.
" kamu sama Rizal biar Joni sama Enggar " jawab mas Adit simple.
namun sikap mas Adit yang hari ini baik pada ku membuat segerombolan tukang bully tak terima.
mereka menatap ku dengan penuh nyinyiran. sedangkan mas Adit cuek dengan semua yang memperhatikannya.
" Hendra" suara Enggar memanggil.
" apa" balas Hendra.
" itu gitar di di maenin ngapa sepi banget nih bus" ujar Enggar.
" ya ini loe yang maenin gue lagi males" kata Hendra.
" eh pak aditya mana?" tanya Aldi.
" noh duduk bareng Dilsa" jawab Enggar.
" ya udah tuh pak Aditya aja yang maen gitar Ama nyanyi dari pada loe yang nyanyi bisa bisa sakit telinga semua" ucap Aldi pada Enggar.
" eh itu si Hendra aja duet sama Rika, saya lagi males " ucap mas Adit berdiri dari bangkunya.
" saya mau duet tapi sama pak Adit kalo Ama si Hendra ya ogah" kata Rika.
semua anak lagi kisruh sendiri mencari hiburan.
" sayang aku main gitar di samping kamu boleh?" tanya mas Adit.
__ADS_1
" ya sana lagian aku gak nglarang mas main gitar cuma nglarang mas Deket sama Rika aja kan" ujarku.
tak lama mas Adit berdiri dan keluar dari bangkunya.
" sini biar saya yang main gitar, " mas Adit mengambil gitar di dekat Hendra.
" butuh penyanyi gak pak?" tanya Rika.
" gak usah, kamu duduk aja" jawab mas Adit.
" mungkin ada yang mau temenin saya buat nyanyi di sini? tapi kalo bisa yang cowok" ucap mas Adit.
" ya udah tuh Hendra aja" kata anak anak bersorak.
" oke gue mau tapi di sawer ya" ucap Hendra berdiri mendekati mas Adit.
" nyanyi apa woy?" seru Hendra.
setelah berunding mereka pun nyanyi lagu milik d masiv cinta ini membunuh ku.
membuat seisi bus ramai.
sesekali mas Adit menatap ku membuat senyumku tak bisa di sembunyikan.
kami bernyanyi bersama tanpa kenal lelah dan mungkin bus kami adalah bus teramai di antara bus yang lain .
***
candi Borobudur.
Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang di atasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha. Borobudur memiliki koleksi relief Buddha terlengkap dan terbanyak di dunia. Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang di dalamnya terdapat arca Buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra(memutar roda dharma).
Monumen ini merupakan model alam semesta dan dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan Buddha sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha. Para peziarah masuk melalui sisi timur dan memulai ritual di dasar candi dengan berjalan melingkari bangunan suci ini searah jarum jam, sambil terus naik ke undakan berikutnya melalui tiga tingkatan ranah dalam kosmologi Buddha. Ketiga tingkatan itu adalah Kāmadhātu (ranah hawa nafsu), Rupadhatu (ranah berwujud), dan Arupadhatu (ranah tak berwujud). Dalam perjalanannya para peziarah berjalan melalui serangkaian lorong dan tangga dengan menyaksikan tak kurang dari 1.460 panel relief indah yang terukir pada dinding dan pagar langkan.
__ADS_1
Menurut bukti-bukti sejarah, Borobudur ditinggalkan pada abad ke-14 seiring melemahnya pengaruh kerajaan Hindu dan Buddha di Jawa serta mulai masuknya pengaruh Islam. Dunia mulai menyadari keberadaan bangunan ini sejak ditemukan 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa. Sejak saat itu Borobudur telah mengalami serangkaian upaya penyelamatan dan pemugaran (perbaikan kembali). Proyek pemugaran terbesar digelar pada kurun waktu 1975 hingga 1982 atas upaya Pemerintah Republik Indonesia dan UNESCO, kemudian situs bersejarah ini masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia.
Borobudur kini masih digunakan sebagai tempat ziarah keagamaan; tiap tahun umat Buddha yang datang dari seluruh Indonesia dan mancanegara berkumpul di Borobudur untuk memperingati Trisuci Waisak. Dalam dunia pariwisata, Borobudur adalah objek wisata tunggal di Indonesia yang paling banyak dikunjungi wisatawan. Jadi tak heran candi Borobudur menjadi salah satu pilihan untuk studi tour kali ini.
" Sa, kamu heran gak sih kok tumben tadi pak aditya duduknya minta sama kamu yah" tanya Indri.
" biasa aja lah ind, Oya tiga serangkai kemana?" tanya ku.
" gak tau tuh tadi tadi di ajakin pak aditya " jelas Indri.
" loe udah tau belom mana yang mau loe tulis?" tanya ku pada Indri.
" mungkin yang di keraton Jogja, kalo loe yang mana sa?" tanya Indri.
" mungkin pilih yang ini candi ind" jawab ku.
" woy sa, ind sini" kata Rizal sambil melambaikan tangannya.
" ih kok gak ajak ajak sih" Indri iri.
" loe mau nusul mereka ind?? gue males jalan nih lagi" seruku sambil ogah ogahan.
" ayo lah sa, tanggung kita udah di sini" seru Indri.
" gak ah males" jawabku. akhirnya Indri pun menghampiri tiga serangkai yang lagi asyik Selfi Selfi sedangkan aku duduk di bawah hanya untuk menikmati suasana angin aja.
tak terasa hari mulai sore sehingga semua siswa diminta untuk masuk ke dalam bus untuk perjalanan pulang.
kali ini bus tak seramai ketika berangkat kali ini bus lebih tenang dan mas Adit begitu pulasnya tertidur dengan kepala di senderan pada dekat jendela.
sedangkan aku memilih dengan posisi kepala ku senderan di bahu mas Adit.
bersambung....
__ADS_1