
" hei sa, ada apa pak Aditya memanggil loe tadi??" kata Joni penasaran sambil berlari mendekati ku.
" gak ada apa apa kok! lah loe sendiri kok belum pulang, nunggu seseorang??" kataku bertanya.
" iya lagi nungguin seseorang yang gak pernah peka" kata Joni dengan. tatapan. datar.
" oh, emang nunggu siapa??" kata ku bertanya.
" e loe" kata Joni sambil memegang kedua pipi ku.
"hehe nunggu gue, tak kira nunggu siapa gitu" kata ku tersenyum.
" sa tuh kaki kenapa bengkak gitu??" Joni sambil menunjuk kaki ku.
" oh ini, gara gara jatuh pas pake sepatu hak tinggi" kata ku polos.
" ha loe pake sepatu hak tinggi?? emang loe bisa??" katanya heran.
" kalo gue bisa mah gak usah pake acara jatuh kali" kataku sedikit sewot.
" lah kok bisa sih loe pake sepatu hak tinggi padahal loe sendiri gak bisa" katanya heran kembali.
" iya gara gara semalem di ajak ke pesta pernikahan. jadi suruh pake sepatu gituan" kata ku lagi.
" emang siapa yang nikah?" kata Joni penasaran.
" mantannya pak Aditya" kata ku kaya orang males ngomong.
" apa?? pak Aditya??" kok bisa sih" katanya kaget.
__ADS_1
" udah ah gak usah di bahas, mending anterin gue pulang" kata ku menghindar dari pembicaraan.
" iya loe jawab dulu!" kata Joni memaksa.
" gimana mau anterin atau gak?? kalo gak gue bisa pulang sendiri" kata ku yang beranjak pergi.
" ya udah gue mau, bentar gue ambil motor dulu" kata Joni bergegas mengambil motor di belakang pos scurity tersebut.
Joni pun menghampiri ku menggunakan motornya yang kini tepat di hadapan ku.
" ayok naik biar gue anterin loe, tapi ada upahnya kan??" katanya sambil tersenyum.
" emang loe mau minta upah berapa??" kata ku bertanya.
" upah ....." bibir Joni sambil monyong monyong namun ku tak mengerti maksudnya apa.
" emuah lagi ya" kata Joni tersipu malu.
" em ya gampang lah yang penting anterin dulu" kata ku.
" siap bos" kata Joni sangat bersemangat.
aku pun menaiki motornya tersebut dan mulai memegang pinggangnya. sepertinya dia sangat kegirangan karena dari sepion motor terlihat dia yang senyum senyum sendiri.
srissiitt
suara rem mendadak yang membuat ku langsung memegang perut Joni tiba tiba dan tanpa tersadar dadaku menempel di pundaknya.
" gila loe ya??" kata ku marah marah sambil mendorong bahu Joni.
__ADS_1
" sa," hanya itu ucap Joni.
" apa??" jawabku singkat.
" kok rata sih??" kata Joni sambil tersenyum.
" anjir loe Jon, dasar omes(otak mesum)" kata ku sambil nutupin dada ku.
" hahahaha" Joni terlihat tertawa sampe terbahak bahak.
aku pun langsung memundurkan pantat ku menjauhi Joni dengan tangan. melipat di bagian dada.
" parah loe Jon, berapa cewek tuh yang kena modus loe??" kata ku bertanya.
" gak ada" jawab Joni singkat.
" gak mungkin lah gak percaya gue" kata ku sambil tak percaya.
" gak percaya ya udah" katanya santai.
" sa, gue dari dulu gak berani boncengin cewe, jadi loe cewe yang pertama kali" katanya lembut.
" heleh gak percaya gue, kalo gak pernah gak mungkin loe kayaknya udah mahir banget" kata ku tak percaya.
" ya kan cuma insting aja sa" kata Joni kekeh.
tak lama kemudian kami pun telah sampai di rumah ku langsung saja ku turun dan berjalan menuju rumah dan membuka pintu sedangkan di sisi lain Joni memarkirkan motornya di samping rumah.
tak lama ku ajak Joni mampir ke rumah sekedar tuk minum
__ADS_1