Pelukan terakhir

Pelukan terakhir
jadi baper


__ADS_3

meski udah di paksain buat cepet namanya kaki terkilir ya tetep sakit meski udah di berusaha tepat waktu ya tetep aja ku liat pak Aditya sudah di kelas ku, meski ku tahu pak Aditya baru masuk tadi.


tok tok tok


"hemm maaf pak saya terlambat lagi" kata ku sambil tersenyum.


" ya saya tau kamu terlambat lagi terus??" kata nya sinis.


"saya kan terlambat belum lama pak, boleh gak saya duduk??" kata ku sedikit merayu.


" kamu pikir meski kamu datang telat satu detik pun yang namanya terlambat ya tetap terlambat." kata pak Aditya yang berbelit.


" kan saya udah minta maaf pak lagian hari ini kaki saya sakit jadi jalannya gak bisa cepet" kataku mencari alasan namun itu bukan sebuah alasan sih kan emang kaki ku sakit.


" udah kamu gak usah cari alasan" kata pak Aditya tegas.


agh sial kok dia gak ada baik baiknya dikit gitu kan semalem udah gue temenin tapi tetep aja galak, gue sumpahin loe gak bakal nikah seumur hidup


gumam ku yang bikin gemes.


" ya karena kamu terlambat gak sampe lima menit ok saya kasih keringanan, silahkan push up sepuluh kali" katanya lagi.


" hah gak salah pak?" kata ku memastikan.


" silahkan push up atau keluar dari kelas" kata pak Aditya meninggi.


nampak sekali sahabat ku begitu kasihan dan juga Joni tentunya yang tak terima.


" baik pak" kataku sambil memposisikan pus up. rasa di kaki ku kini tambah sakit saja hingga rasanya tak tertahan.

__ADS_1


ku mulai push up mulai dari satu sampai empat namun rasanya sakit sekali nih kaki. lalu ku teruskan lagi hingga total tujuh kali namun tiba tiba


" stop! ya udah kamu boleh duduk" kata pak Aditya berdiri.


" terimakasih pak," ucap ku sambil berdiri namun ketika baru saja beberapa langkah aku malah terjatuh ke dada pak Aditya.


" eh maaf pak saya tidak sengaja" kataku mencoba bangkit dari dadanya.


pak Aditya nampak menoreh pada kaki ku yang terlihat bengkak.


sedangkan di sudut kelas nampak seseorang yang tak terima ku berdekatan dengan pak Aditya. em siapa lagi kalo bukan Joni yang kini telah berdiri dan memandang ku.


" apa ini karena semalam??" pak Aditya berkata yang membuatku sedikit gugup, entah mengapa kini ku merasa ada yang aneh ketika ku mendengar kata kata nya yang seakan. perhatian pada ku.


aku pun tak menjawab pertanyaan itu, aku hanya bisa mengangguk


rasa di hatiku kini menjadi tambah tak karuan karena ini pertama kalinya seorang pak Aditya benar benar perhatian pada ku. rasanya seperti melayang dengan bunga bunga yang indah


" eh kamu kenapa senyum senyum?" kata nya kembali yang merusak suasana hatiku.


" udah sana kamu duduk ulangan kuis mau di mulai" katanya lagi menyuruhku tuk duduk.


coba aja pak Aditya baik kaya barusan terus pasti bakal jadi incaran cewek. ucap ku dalam hati.


" oke ulangan hari ini kita mulai, bagikan kertas ini" kata pak Aditya dengan menaruh lembaran kertas di salah satu meja.


" waktu kalian hanya 30 menit dan siapa yang ketahuan memberikan atau menerima jawaban lembar jawaban akan saya sobek di hadapan kalian. kalian mengerti" katanya dengan galak.


akhirnya. ku kerjakan soal dari mulai satu dan seterusnya. mungkin aku memang jarang belajar tapi entah kenapa rasanya soal soal ini begitu mudah, mungkin karena pinter turunan. kali ya.

__ADS_1


.........


" lima menit lagi" kata pak Aditya dengan keras namun karena soalku udah selese ya ku diem diri aja .


"oke dari belakang kumpulkan ke depan" sontak semua orang mengumpulkan ulangannya tanpa harus berdiri.


semua kertas kini telah berada di bangku paling depan dan pak Aditya pun mengambilnya dan menumpuk kertas kertas tersebut


jam demi jam telah berlalu tinggal menunggu mapel selesai aja sih


bell pun berbunyi tanda kelas selesai semua orang berhamburan keluar kelas.


hanya tinggal beberapa orang di kelas tersebut dan pak Aditya masuk ke dalam kelas,


" Dilsa bisa ikut saya" kata nya yang sedikit lembut.


" iya pak," aku pun bangkit dari duduk ku.


" mau gue temenin sa???" kata Joni khawatir.


" gak usah Jon , tenang pak Aditya mulai jinak" kata ku sambil menoreh ke Joni.


aku pun mulai menghampiri pak Aditya yang kini berada di dekat pintu.


emm akhirnya nih orang sadar juga kata ku dalam hati.


aku pun bergegas membuntuti pak Aditya yang melangkahkan kakinya menuju ruangannya


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2