Pelukan terakhir

Pelukan terakhir
hari pernikahan


__ADS_3

2 Minggu kemudian


" surat surat pernikahan kita sudah selesai dan lusa kita akan menikah tapi kita menikah tak di sini saya ingin kita menikah di puncak, bukan karena saya menginginkan pernikahan. ini tapi saya tak ingin orang orang tahu kita menikah kamu paham??" kata pak Aditya seraya menarik tanganku ke unit kesehatan di kampus.


" baiklah, kalo sudah tak ada yang mau bapak sampaikan saya mau ke kelas saya!" kata ku dengan wajah yang datar.


kini aku meninggalkan pak Aditya sendiri karena entah mengapa me dekati pernikahan ku justru rasa tak bahagia menghampiri ku setiap waktu.


" eh loe kenapa sih sa, akhir akhir ini loe kaya banyak masalah." kata Joni yang sedikit mengagetkan ku.


" Jon mending loe gak usah Deket Deket gue karena lusa gue bakal nikah dan otomatis gue jadi istri orang" kata ku dengan wajah sedih.


" apa loe ngomong, loe pasti bercanda deh, loe gak mungkin kan nikah sama orang lain" kata Joni tak percaya.


" gue serius Jon lusa gue nikah, gue minta maaf karena selama ini gue kaya kasih harapan lebih tapi gue bakal selalu anggep loe sahabat gue kok" kata ku mencoba tersenyum.


" loe jahat tau sa, gue pikir loe tuh baik ternyata loe sama kaya yang lain cuma bisa PHP ini gue jahat loe sa," kata Joni sambil meninggalkan ku.


" sa, apa loe ngomong tadi?? loe bakal nikah lusa?? kok gue gak di kasih tau??" kata Indri yang tiba tiba muncul.

__ADS_1


" iya ind gue bakal nikah lusa" dengan wajah yang murung.


" loe mau nikah sama siapa saja?? kok gue gak di kasih tau??" kata Indri tak terima.


" udah lah gak usah bahas masalah ini gue capek gue pusing gue mau pulang dulu yah mungkin besok aku gak berangkat" kata ku lemas seraya meninggalkan. Indri dan


bergegas pulang.


nampak begitu jelas raut wajah Joni yang seperti begitu marah padaku namun biar lah mungkin ini sudah takdirku.


hari pernikahan


" say terima nikah dan kawinnya Dilsa syahputri binti susyadi dengan mas kawin tersebut tunai" kata kata itu terlontar dari pak Aditya seraya menggenggam tangan pak penghulu. dari pihak luar sendiri hanya ada kakak ku Riri dan suaminya sedangkan di pihak laki laki ada ibu pak Aditya dan paman pak Aditya. sedangkan tamu yang hadir hanya staf dan karyawan kantor Bu Ami saja.


" Dilsa terimakasih karena kamu sudah bersedia menikah dengan saya meski ini hanya sandiwara saya harap kamu bisa bekerjasama " katanya dengan tatapan dingin.


" iya saya tahu kok." kata ku singkat.


" ya sudah kamu istirahat saja biar saya tidur di sofa" kata pak Aditya yang bergegas keluar kamar.

__ADS_1


tak lama sebuah pesan pun masuk.


** Indri**


lagi ngapain sa??


pesan singkat itu dari Indri namun rasanya hati ku lagi gak mood jadi ku biarkan saja dan aku pun terlelap tidur.


jam 03:30


" sa, bangun kita balik" seorang lelaki mengagetkan ku dari mimpi yang indah.


" ha balik??" kata ku bengong karena rasanya masih ngantuk di tambah lagi dingin yang menusuk tulang.


" iya lah balik buat apa kita di sini??" kata pak Aditya sinis.


oke lah akhirnya sebagai istri aku hanya menurut saja dan pulang namun kali ini kami pulang ke rumah ku karena kalo saja Bu Ami yang sekarang jadi mertua ku tau kami pulang pasti tak di ijinkan.


karena begitu lelah akhirnya kami pun kembali tertidur hingga tak sadar hari mulai pagi yang sudah menunjukan setengah tujuh pagi. namun mata ini begitu sulitnya membuka hingga suara ketukan pintu terdengar.

__ADS_1


total tok tok


bersambung....


__ADS_2