Pelukan terakhir

Pelukan terakhir
Hari yang melelahkan


__ADS_3

Seketika ku di persilahkan duduk oleh bu Ami "silahkan duduk dilsa" dengan senyum dan mengangguk tanda iya. Sepertinya bu Ami adalah wanita yang hebat baik pula terlihat dari pakaian yang di kenakan ya. Tak berselang lama bu Ami pun membuka percakapan " Dilsa, oiya ibu belum mengenalkan anak ibu ya" sambil menyangkal menyangkal bahu pak Aditya. Oh ternyata dia anaknya kok bisa beda banget gitu ya ibunya seperti malaikat tapi anaknya malah kaya singa. Ujar ku dalam hati. Tiba tiba pak Aditya menuruti perkataan ibunya dan " kenalin namaku Aditya kamu bisa panggil adit aja" dengan sedikit bingung aku pun membalasnya "nama saya Dilsa pak" dengan cepat bu Ami pun tertawa kecil dan memperjelas ucapan ku tadi " apa Dilsa kamu panggil anak ibu dengan sebutan pak?" dengan polos ya aku pun hanya mengangguk kecil dan tersenyum "kamu jangan panggil dia pak lah dia itu masih muda usianya aja baru ¼ abad alias baru 25 tahun" jelasnya kembali. "oh iya bu maaf" sambil malu. "ora kamu mau minum apa nak?" kata bu Ami. "tidak usah bu saya kesini kan untuk bekerja" ujar ku. "ya udah ayo ibu kasih tau pekerjaan mu" sambil melangkah menuju sebuah kamar mandi yang sebelah ya ada ruangan di ruangan itu hanya ada pakaian yg numpuk begitu banyak. "hari ini kamu tidak usah nyuci nak, kamu ngetik aja soalnya setrika nya banyak banget takutnya kamu cape" ujar bu Ami dengan kelembutan ya. " baik bu tapi gak papa kok sya nyuci toh kebetulan saya lgi gk begitu lelah" ucapku membalasnya. "ya udah terserah kamu nak" lalu aku pun langsung memilih pilih pakaian putih dan berwarna untuk di rendam. " ya udah ibu pergi dulu ya ada urusan kalo butuh apa apa adit di rumah kok" bergegas meninggalkan ku di kamar mandi. Dengan tlatennya ku cuci semua pakaian dan membalasnya meski lumayan banyak tapi gk masalah bagiku. Setelah semua pakaian bersih kini aku bingung ini pakaian di jemur di mana ya dalam hati. Akhirnya aku putuskan untuk mencari pak Aditya tuk bertanya. " permisi pak" dengan wajah menunduk ku hampir i pak Aditya yang sedang asik dengan hpnya. "permisi pak" ucapku kembali namun pak Aditya tetap diam lalu dengan sedikit berteriak ku panggil lagi "permisi pakkk" dengan sedikit kaget dia menatap tajam padaku waduh apa dia marah ya. "Eh kamu kira saya ini bapak mu" sedikit kesal. "ya kan bapak emang bapak bapak orang udah keliatan tua gitu kok" jawabku polos. "heh ngomong apa kamu?" dengan nada meninggi. "e engga gak pak maaf" dengan gugup aku meninggalkannya ih kayak ya dia bener galak deh gumam ku dalam hati. Uhh di mana ya jemur nya dengan menggaruk kepala yang tak gatal. Akhirnya ku putuskan tuk naik ke lantai 2 ternyata benar jemuran itu di atas. Lalu ku ambil baju yang sudah bersih tuk di jemur di atas. Setelah semua selesai ku kembali turun dengan kata lain melanjutkan pekerjaan ku menyetrika baju yg entah berapa bulan tak di setrika hingga memenuhi beberapa keranjang di ruangan itu. Mulai dari baju berkerah Kingsa kaos ku setrika dan terakhir celana ku lirik hp jadul di saku ku hanya untuk melihat jam ternyata sudah mau magrib aja. Pekerjaan ku percepat dan akhirnya kerjaan ku selesai juga uhh badan ku cape banget.


__ADS_2