Pelukan terakhir

Pelukan terakhir
rencana perjodohan


__ADS_3

tak ku sangka waktu cepat berlalu, hingga ku buka mata ini. hari mulai sore dengan aroma angin yang sedikit dingin, matahari pun mulai bergegas masuk kedalam sarangnya.


ku buka ponsel yang Tertindih tubuh ku.


16:48 ya itulah angka yang pertama kali ku liat.


tak lama ku buka aplikasi WhatsApp yang ternyata ada pesan dari Joni dan juga pak Aditya. seketika ku merasa heran, bukan heran karena Joni yang chat tapi kok bisa seorang pak Aditya nge chat.


** Joni**


sa, lagi ngapain loe??.


itulah pesan dari Joni sedangkan pak Aditya


** pak aditya**


Dilsa, saya harap kamu benar benar istirahat, biar kaki mu cepat sembuh. saya chat kamu bukan karena saya perhatian tapi karena pakaian di rumah udah numpuk biar kamu bisa bekerja lagi.


ugh sialan ternyata pak Aditya nge chat supaya aku istirahat cuma buat ini. nampaknya dosen killer itu memang gak akan pernah punya rasa cinta. em kecuali untuk mantannya yang kemarin baru nikah. ya gimana seorang Aditya bisa nikah kayaknya gak bakal ada sih cewek yang mau, bisa bisa salah dikit suruh push up tuh.


hari pun mulai gelap dan hanya ada bintang sang rembulan kali ini tak nampak mungkin lagi selingkuh kali di bulan sama si meteor.


di sisi lain kediaman pak Aditya.

__ADS_1


nampak pak Aditya yang duduk santai di depan tv menunggu sang ibu pulang dari kerjanya dengan di temani kopi hitam dan keripik singkong yang gurih.


suara mobil pun tak lama terdengar seperti masuk ke dalam garasi.


" oh kayaknya itu ibu" pak Aditya bergegas membukakan pintu untuk ibu tercinta.


" Bu kok baru pulang sih?? Adit khawatir tau" kata pak Aditya memeluk ibunya.


" ibu gak papa sayang, ya udah ayok masuk" kata Bu Ami mengajak anaknya masuk.


"ibu pasti capek ya??" kata Aditya sambil membawa tas sang ibu.


" Dit , ibu mau ngomong sesuatu" kata Bu Ami.


" ngomong apa Bu??" kata pak Aditya penasaran.


" usia ibu saat ini kan udah tua udah 54 tahun, apa kamu masih aja gak mau gantiin ibu ngurus perusahaan sayang??" kata Bu Ami dengan lembut.


" Adit juga gak mau ibu bekerja terlalu keras seperti ini tapi ibu kan tau sendiri sejak kecil Adit lebih tertarik dengan apa yang Adit jalani saat ini Bu!?" kata pak Aditya.


" iya ibu gak akan membatasi kamu untuk tetap berkarya tapi liat ibu sayang, apa kamu mau usaha ibu dan perjuangan ayahmu membangun perusahaan ini nak??" kata Bu Ami .


" iya Adit paham Bu tapi tolong kasih Adit waktu" kata pak Aditya menghela nafas.

__ADS_1


" dan satu lagi nak" kata Bu Ami memandang anaknya.


" apa lagi Bu" kata pak Aditya.


" saat ini usia kamu sudah 25 dan sebentar lagi akan 26 apa kamu tak ingin memberi kan menantu untuk ibu" kata Bu Ami dengan. wajah yang seperti murung.


" Bu, usia segitu bagi Aditya masih sangat muda Bu, dan Aditya masih ingin hidup bebas seperti ini" kata pak Aditya.


" iya kamu memang masih muda tapi liat ibu, ibu ini udah mulai tua, dan ibu pun pengen liat kamu bahagia" kata Bu Ami.


" udah lah Bu mending ibu bersih bersih terus istirahat" kata pak Aditya.


" kamu nyuruh ibu bersih bersih biar pasti biar ibu melupakan kata kata ibu tadi kan??" kata Bu Ami.


" lagian emang kamu gak iri liat Ririn mantan kamu kemarin nikah??" kata Bu Ami kembali.


" ibu ngapain bahas dia sih, udah lah Bu gak usah bahas dia lagi"kata pak Aditya yg sedikit sinis.


" ya udah kamu kenalin pacar kamu atau ibu yang bakal milih.in istri buat kamu??" kata Bu Ami mengancam.


" apaan sih bu, Adit gak suka ah di jodoh jodohin lagian Adit bukan anak kecil" kata Adit yg mulai emosi.


" udah terserah ibu mau bersih bersih atau gak yang penting Adit mau ke kamar mau ngerjain kerjaan yg belom kelar" kata Adit dengan meninggalkan ibu nya di ruang keluarga.

__ADS_1


" em anak itu mirip sekali sama bapaknya kalo udah satu gak mau ganti yang lain" ucap Bu Ami yang ikut beranjak ke kamarnya.


bersambung.....


__ADS_2