Pelukan terakhir

Pelukan terakhir
kembali bekerja


__ADS_3

" sa, apa loe bakal langsung kerja? biar gue anter kaya kemarin ya??" terdengar suara Joni yang mendekat.


" emang gue gak ngrepotin Jon?" tanyaku pada Joni.


" enggak lah sa, gimana loe mau kan??" tanya Joni kembali.


" boleh deh jon, tapi kali ini gue beda tempat lagi ya" kataku senyum.


" emang loe pegang berapa rumah sih sa?? kok banyak banget??" kata Joni menggaruk kepalanya.


" gue cuma pegang empat rumah kok Jon gak banyak!" kata ku senyum.


" gila loe sa, tuh badan gak capek apa?? pantes aja lu sering migren tuh karena loe kurang istirahat sa!!" kata Joni menasehati.


" heleh , cuma migren doang ngapain. repot minum obat warung aja sembuh Jon,," kata ku menatap Joni.


" tapi sa, migren kalo kelamaan juga takutnya bahaya sa,!!" kata Joni seperti orang khawatir.


" loe lebay banget sih Jon, wah jangan jangan loe takut gue tinggalin ya??" kata ku bercanda.


" sa gue serius tau!!" jawab Joni geram.


" udah loe mau anterin gue gak? dari tadi ngoceh Mulu " kata ku BT.


" ya udah yuk" Joni megang tangan ku.


aku dan Joni pun keluar dari kelas menuju garasi tapi ketika di depan. lobby


" sa, tungguin...." ku tengok ke belakang ternyata Indri memanggil.


" ada apa ind??" Indri hanya senyum senyum sendiri.


"gue udah jadian sa, " Indri berkata sambil berbisik.


emm pantes aja girang banget. gumam ku dalam hati.


" em cie selamat ya ind semoga bisa sampe pelaminan deh" kataku menggoda.


" makasih ya sa, loe adalah sahabat terbaik sa" katanya dengan senyum lebar serambi memelukku.

__ADS_1


sedangkan terlihat di parkiran ada Joni dan Rizal yang sedang mengambil motornya.


" Jon, gimana? udah di terima belum?" kata Rizal ke Joni.


"belum zal, rasanya masih nggantung nih, tapi loe tenang aja gue yakin bentar lagi pasti ada jalan" kata Joni percaya diri.


" ya semoga aja yang cepet ya Jon, masa iya loe kalah Ama gue, gue aja udah jadian sama Indri" kata Rizal bikin panas.


" heleh kalo cuma mau manasin mending pergi loe" ucap Joni sambil memukul pundak Rizal.


" bye bye" lambai tangan Rizal ke Joni.


" anjir loe" kata Joni kesal.


mereka pun keluar dari parkiran dan menghampiri ku dan Indri yang udah nunggu di depan. gerbang.


" ih kok lama banget yank" kata Indri pada Rizal.


" ehem ehem" ku pura pura batuk.


" sitik aja loe" kata Indri senyum


"SEMANGAT zal," kata ku sedikit berteriak.


" ya udah yuk gue anterin" kata Joni memecah fokus ku.


" ya udah yok" sambil menaiki motor joni.


motor pun berjalan. meninggalkan. start dan sepertinya Joni menginginkan tanganku tuk memeluk tubuhnya tapi entah mengapa hatiku selalu menolaknya.


" em Jon nanti kita masuk ke komplek dahlia ya blok B" kataku untuk mengacuhkan fokus pada tangan. ku.


" oh iya sa, loe nanti mau di tungguin apa nggak??"kata Joni bertanya.


" gak usah Jon ntar gue ada acara tambahan" kata ku pada Joni.


"oh ya udah gak papa kok" kata Joni tak bersemangat.


tak lama pun. kami masuk kedalam. komplek dahlia, mungkin scurity di situ sudah hafal padaku karena aku terlalu sering ke sini.

__ADS_1


salah satu scurity pun hanya sekedar senyum .


" permisi pak" ucapku ramah pada mereka para scurity.


" iya mbak" para scurity itu tersenyum pada ku.


" mereka kayaknya udah hafal yah sama loe?" kata Joni.


" iya lah biasanya kalo gue capek kan numpang istirahat di pos mereka." kata ku menjelaskan.


akhirnya aku pun sampai di rumah Bu Yanti


rumah pertama yang akan ku eksekusi.


aku pun mulai mengetuk pintu namun tak ada jawaban ku ulang lagi dan masih saja nihil


karena terlalu lama akhirnya ku putuskan tuk meninggalkan rumah Bu Yanti namun ketika ku hendak meninggalkan rumah Bu Yanti


dreett dreett dreett


hp ku bergetar ku liat ternyata panggilan dari Bu Yanti.


" halo Bu," kataku.


" iya halo Dilsa , maaf ya ibu lupa ngomong ke kamu , untuk satu Minggu ke depan saya sama Arumi pergi jadi kamu libur aja yak, untuk bayarannya tetep kok gak bakal ibu potong" kata Bu Yanti.


" eh Bu kalo di potong juga gak papa toh saya kan gak bekerja masa iya makan gaji buta sih." kataku lagi.


" enggak Dilsa , anggep aja ibu lagi kasih kamu waktu buat istirahat" kata Bu Yanti


" terimakasih Bu" kata


" ya udah ya saya matiin soalnya lagi ada kumpulan keluarga nih" kata Bu Yanti.


" iya Bu gak papa terimakasih" kataku


dan **Tut Tut Tut


telefon mati**.

__ADS_1


nampak Joni yang memperhatikan gerakan ku sedari tadi. awalnya ku ingin menyuruh Joni tuk pergi tapi kayak ya tak ada masalah bila ku ajak ke rumah Bu Uki deh..


bersambung...


__ADS_2