
" WAH akhirnya kamu Dateng juga ya,, saya kira kamu gak bakalan Dateng hari ini sampe sampe saya berniat cari yang lain" suara itu mengagetkanku di depan rumah Bu Ami. suara itu adalah milik pak Aditya yang super nyebelin sih menurutku.
" iya maaf pak tadi saya harus ke rumah yang lain dulu" ujar ku sambil menundukkan kepalaku.
" apa kamu itu pikun??" kata pak Aditya padaku yang membuatku sedikit bingung apa maksudnya.
" pikun??? maksud bapak apa ya saya gak ngerti?? tanyaku dengan bingung tentunya.
" saya kan sudah bilang saya bukan bapak kamu jadi berhenti panggil saya bapak" katanya dengan menekan nada bahasanya
" o iya saya lupa pak" seketika ku tutup mulut lancang ku ini " maksudnya mas.
" apa kamu butuh duit tambahan??" kata pak Aditya kembali yang membuatku bingung.
" maksud bapp,.. em maksudnya mas???" jawabku tak mengerti.
"iya apa kamu butuh duit tambahan?? kalo kamu mau kamu bisa kerja dengan saya hanya satu hari saja tenang aja,, gimana???" kata pak Aditya.
" emang kerja apaan pak ?? em maksud saya mas" ku kembali menutup mulutku mungkin karena sudah enak panggil pak kali ya.
" besok akan ku beri tahu apa pekerjaan nya apa ok, em sekarang kamu bisa kerjaan di dalam" kata pak Aditya yang sedikit mencurigakan.
__ADS_1
" em tapi pak besok siang saya ada kerjaan ke rumah yang lain gimana pak??" kata ku dengan dahi mengkerut.
" tenang aja acaranya bukan siang kok jadi kamu bisa kan emm acaranya jam tujuh malam tapi saya harap kamu ke sini jam setengah tujuh ya" kata pak Aditya menjelaskan acaranya. di dalem hati ini jadi penasaran deh kira kira acara apa yah???
" eh ya udah mas saya mau masuk dulu mau ngerjain tugas saya" pamitan ku tuk masuk ke dalam rumah pak Aditya.
sepanjang pekerjaan entah mengapa ku selalu teringat kata kata pak aditya. kira kira apa yah pekerjaan cuma sehari itu???
entah mengapa hati ini kini begitu berdebar ketika pak Aditya terlihat begitu baik dan tak memperlihatkan sifat jahatnya itu, karena aku sendiri masih begitu ingat apa yang dia lakukan ketika ku terlambat masuk tuh
" tapi kayaknya dia orangnya baik deh" kata ku dalam hati dengan tersenyum.
" eh mikirin apa sih gue?" sambil menepuk kedua pipiku karena sesaat ku rasa seperti memuji dosen killer itu.
karena pekerjaan ku telah selesai niatnya sih mau pamitan pulang tapi kayaknya ni rumah kosong soalnya kaya gak ada tanda tanda kehidupan.
tak berselang lama ku dengar ada suara mobil berhenti. oh untung lah itu Bu Ami baru pulang dari kantornya.
" selamat sore Bu kebetulan banget ibu pulang karena pekerjaan saya udah selesai jadi saya mau pamit pulang dulu ya Bu??" kataku dengan senyum yang lumayan lebar.
" eh kok buru buru sih Dilsa. ?? ada yang ibu mau omongin ke kamu!" kata Bu Ami sambil memegang tangan ku.
__ADS_1
" ada apa Bu?" tanyaku bingung dong.
" kita duduk dulu ya sa?" Bu Ami menarik tanganku tuk duduk. lalu Bu Ami menyodorkan sebuah bungkusan plastik yang entah apa isinya.
" ayo buka sa kayaknya cocok deh buat kamu" kata Bu Ami sambil memintaku membuka hadiahnya.
" wah ini apa bu?? bagus banget Bu bajunya warna merah" ucapku terkejut melihat gaun merah yang ada di hadapan ku ini.
" gimana kamu suka sa? "tanya Bu Ami padaku.
" tentu Bu Dilsa suka tapi kok ibu memberikan ini pada Dilsa?? kataku bertanya.
" Dilsa " hanya kata itu yang terdengar di lanjutkan Bu Ami memelukku dengan erat.
" entah mengapa setiap ibu liat kamu ibu sayang sekali sama kamu nak,. kamu mengingatkan kepada anak ibu yang meninggal tenggelam ketika usia 3 tahun nak" kata itu terlontar dari mulut Bu Ami yang terlihat begitu sedih.
" em ya udah itu gaun kamu pakai besok ya" kata Bu Ami kembali. tapi bagaimana Bu Ami tau untuk hari esok ya??
" iya semalem Adit gelisah mondar mandir kebingungan karena dapet surat undangan dari mantan yang dulu sering di ajakin ke sini, katanya sih gengsi kalo ternyata Adit belom juga dapat penggantinya katanya" kata kata Bu Ami pun seakan menjawab pertanyaan ku yang sedari tadi merasa aneh.
" ya udah sekarang kamu pulang nak udah agak malem apa Adit suruh mengantar mu??" kata Bu Ami bergegas mencari anaknya.
__ADS_1
" emm gak usah Bu saya bisa pake ojek online kok" kataku lagian ini baru jam tujuh jadi belum malam lah bagiku.
" ya udah Bu saya permisi ya Bu assalamualaikum" ucapku kegirangan karena dapet gaun yang indah.