
( warning )
untuk bab ini saya sarankan untuk usia 21+ ya bila anda belum melewati usia tersebut harap bab ini di lewati saja 🙏🙏🙏
sebenarnya sih adegan ini tidak ingin di munculkan karena saya sendiri tidak terlalu bisa untuk masalah ini tapi tetap saya coba deh....
****
setelah perjalanan yang cukup melelahkan. akhirnya bus kami pun berhenti di sebuah penginapan yang cukup luas.
sebenernya sih aku Indri Rika dan 2 teman Rika 1 ruangan yang terdapat 3 tempat tidur susun jadi bisa di pakai untuk 6 orang .
ketika semua anak mulai tertidur di ruangan masing masing aku dan mas Adit masih aja belum bisa tidur kami hanya WhatsApp an dan akhirnya kami memutuskan untuk bertemu di koridor.
" kangen " kata mas Adit manja.
" heleh dari tadi juga ketemu" jawabku sambil mengacak rambut mas Adit.
" Sa, janji mu kemaren di rumah inget kan" kata mas Adit semakin manja.
" janji apa?" tanya ku karena memang lupa.
" itu yang kemaren alesannya halangan sekarang kan udah bersih " jawab mas Adit dengan senyum lebarnya.
" ih malu lah" jawabku.
" ikut aku" mas Adit menarik tangan ku.
" mba, masih ada kamar yang kosong gak? " tanya mas Adit pada resepsionis.
" masih mas mau ambil yang paket apa?" tanya resepsionis.
__ADS_1
" yang A aja mba" jawab mas Adit.
setelah memesan kamar dan mendapatkan kunci mas Adit pun mengikuti ku untuk mengambil ransel ku dan. setelah itu mas Adit mengambil ranselnya di tempat yang sebelumnya.
kami berdua pun menuju kamar 146 yang berada di lantai 2.
" capeknya, jadi ngantuk deh" usapku sambil merebahkan tubuh ku.
" tuh kan belom apa apa masa mau tidur " kata mas Adit yang terlihat sebel.
" apa sih mas," kata ku.
" kamu beneran udah siap kan?" tanya mas Adit yang masih di samping ku.
" insyaallah" jawabku singkat.
mendengar jawaban dari ku mas Adit langsung bersemangat dan kini berada di hadapan ku.
" dalem" jawabku.
langsung saja bibir mas Adit mencium bibir ku kali ini aku hanya terdiam. namun mas Adit malah semakin liar mencium ku dari bibir ke leher lalu ke telinga hingga membuat ku merasa aneh mungkin ini yang namanya nafsu.
" agh " suara itu yang keluar ketika mas Adit mencium bibirku yang membuat ku sulit bernafas.
mas Adit dengan nafas yang memburu ia langsung saja mau membuka bajuku tapi sesaat ku tahan.
" kenapa?" tanya mas Adit lirih.
" malu" jawabku manja.
" gak papa kan kita udah nikah udah sah jadi buat apa malu?" kata mas Adit yang melancarkan tangannya membuka baju ku. tapi belum dengan celana yang ku pakai.
__ADS_1
" celana mu lepas Sa" perintah mas Adit dan dia membuka bajunya.
" ih malu mas" jawab ku lirih dengan wajah merah tomat.
" udah gak papa," jawab mas Adit dan dengan. perlahan ku buka celana meski masih malu malu kucing.
kini kami pun hanya tersisa pakaian dalam membuat mas Adit semakin bernafsu sedangkan aku sendiri antara nafsu juga takut.
mas Adit lagi lagi menciumi ku dari bibir leher hingga payudara dan kembali ke leher dan membuat tanda merah di leher membuat ku merasa aneh antara sakit tapi menikmati.
" udah siap kan sa" tanya mas Adit lirih di telinga. namun kali ini ku seakan tak bisa berkata hanya mengangguk.
terasa benda kenyal mencoba memasuki tubuhku namun rasanya begitu aneh sesaat mas Adit pun berhenti.
" maaf ya sayang" kata itu terdengar begitu lirih di telinga. tiba tiba hanya satu kali hentakan membuat ku
" agh ah bentar ah " ku tak bisa berkata hanya menahan pinggulnya. rasanya perih namun dalam hati menginginkannya.
" kenapa sakit ya?" suara mas Adit yang seperti ingin menyudahi.
" udah gak papa kok cuma sakit sedikit tapi aku bahagia karena yang mengambil mahkota ku adalah suami ku" kata ku lirih sambil memeluk erat mas Adit.
kini mas Adit pun mulai berani untuk beraksi sedangkan aku yang awalnya merasa perih kini telah hilang hingga beberapa saat ayunan mas Adit terasa begitu cepat dan terjadi hentakan terakhir dan langsung menimpa tubuh ku.
sesaat ku dengarkan detak jantungnya benar benar tak dapat di hitung. dia tersenyum dan mencium keningku hingga membuat ku tertidur pulas hingga tersadar pukul 5 pagi jadi ku bergegas tuk ke kamar mandi membersihkan diri dengan mandi wajib.
nampak jelas seprai putih menjadi saksi bisu malam tadi.
setelah ku selesai mandi kini gantian mas Adit yang mandi dan kami bergegas ke mushola yang ada di penginapan tersebut.
bersambung...
__ADS_1