PEMBALASAN SEARA

PEMBALASAN SEARA
KEBOHONGAN MAMA


__ADS_3

...Kebohongan Mama...


...______________________________________________...


Semua anak mulai berunding dan membuat kelompok. Biasanya banyak orang yang akan berlarian mengajak Seara untuk sekelompok tapi kali ini, Seara diasingkan.


Seara hanya diam dan tak melakukan apapun saat ia melihat ada kelompok yang kurang satu orang ia menghampiri kelompok itu.


"Hai! Apa aku bisa masuk kelompok kalian?" Tanya Seara. Empat anak berjenis kelamin perempuan itu menggeleng dengan cepat membuat Seara yang tadinya tersenyum tiba tiba murung.


"Kamu hanya akan jadi beban!"


"Kita akan terus tertinggal kalau bersamamu!"


"Kamu bisa melakukannya sendirikan!"


"Mamaku bilang kamu pengacau!"


Seara terdiam mendengar perkataan perkataan temannya. Beberapa orang disekitarnya tertawa melihat dirinya ditolak. Seara mengangguk dan mencari kelompok lain.


Ada kelompok laki laki yang kekurangan orang. Namun, belum saja Seara membuka mulut salah satu dari mereka membuat Seara terdiam.


"Kami tidak butuh kamu! Jadi, pergi sana!" Usir anak laki laki itu.


Seara diam dan menatap Chloe yang berada tak jauh dari anak laki laki itu. Chloe tertawa sambil menutup mulutnya.


"Kasihan.."


...🍀🍃🌿...


"Ahh, Seara kamu tidak dapat kelompok ya?" Kata wanita paruh baya yang mengajar dikelas itu. Secara yang sedang menatap teman sekelasnya dari sudut kelas menoleh mendengar namanya dipanggil. Seara segera menganggukan kepalanya. Wanita paruh baya itu lekas menepuk tangannya membuat seluruh perhatian anak didiknya tertuju padanya.


"Anak anak! Apa ada yang kekurangan anggota? Atau, apa ada yang masih 4 anggota?" Tanya wanita itu yang tidak dijawab oleh siapapun. Wanita itu segera menatap ke arah Chloe yang biasanya menjadi teman Seara.


"Chloe, bukankah kelompokmu kurang satu orang?" Tanya Wanita itu.

__ADS_1


"Kami sudah pas, Bu!" Jawab seorang anak laki laki yang membuat semua orang menatap kearah laki laki itu.


Semua tau kalau kelompok Chloe kurang satu orang. Lalu kenapa anak laki laki itu bilang bahwa kelompoknya sudah lengkap. Seara menatap kearah kelompok Chloe. Ia sedikit kesal bukan Chloe yang menjawab tapi anak laki laki yang sangat ia benci.


"Hery badannya besar jadi dihitung dua orang, Bu! Hahahaha.." Ucap anak laki laki bernama Theodor. Laki laki itu lah yang menolak Seara untuk masuk kedalam kelompok mereka.


Hery yang merasa diejek segera memukul sahabatnya. Ia memang sudah biasa dengan candaan Theodor yang berlebihan. Theodor hanya tertawa kecil diikuti teman teman sekelasnya. Wanita paruh baya yang mendengar itu menggeleng gelengkan kepalanya dan segera mengajak Seara berjalan ke arah kelompok Theodor dan Chloe.


Tatapan dingin dan permusuhan yang didapati Seara setelah berjalan kearah Chloe dan Theodor.


Seara kemudian menarik tangan Guru nya yang ditanggapi lirikan dan pertanyaan oleh Gurunya.


"Ada Seara?" Tanya Wanita itu.


"Aku akan mengerjakan tugas ini sendiri!" Ucap Seara dengan pelan. Matanya terlihat berair menahan tangisnya. Tapi, tak menutupi ketegasan bahwa ia benar benar ingin mengerjakannya sendiri.


"Ehh, ini tugas yang sulit lohh! Lagi pula Ibu membuat tugas ini supaya memperat pertemanan!" Ucap wanita itu. Seara menggeleng. Ia mengambil kertas yang ada disakunya.


"Ibu tulis soal atau apa saja yang harus aku lakukan. Aku akan berkerja sama dengan diriku sendiri!" Ucap Seara. Semua. Teman temannya yang mendengar itu tertawa.


Berkerja sama dengan diri sendiri? Apa itu? Pikir semua anak yang tertawa.


Chloe menatap balik Seara sambil menujulurkan lidah untuk mengejek Seara. Theodor yang melihat Chloe mengejek Seara pun ikut mengejek Seara dengan sengaja bertanya pada Chloe seolah mereka berdua teman dekat.


Seara segara mengambil kertas yang sudah diberikan oleh gurunya. Dan perlahan berjalan menuju bangkunya. Seara tersenyum tipis melihat tugas yang akan ia kerjakan tidak sulit. Ia hanya perlu membuat sebuah kerajinan dari barang bekas dan ia presentasikan cara membuatnya di depan kelas.


...********...


Seara berjalan menyusuri jalanan yang basah karena air yang mengguyur kota beberapa saat yang lalu. Ia tidak jadi pulang bersama dengan Mamanya. Orang yang seharusnya menjemputnya sedang ada acara mendadak yang sangat penting yang membuat Seara harus berjalan kaki. Karena lupa membawa payung Seara harus berteduh di ruko yang sudah tutup.


Kaki kecilnya berjalan dan sesekali menendang genangan air yang ada. Bibir kecilnya bersenandung sambil berjalan. Kedua tangannya memegang ujung roknya. Senyuman di wajahnya terukir kecil.


Hari ini ia sangat senang karena guru matematika kembali memujinya. Ia selalu senang dengan guru guru yang memujinya. Walau hari ini Mamanya tak menjemputnya, kesedihan Seara tertutupi oleh pujian gurunya.


Sebentar lagi ia akan melewati rumah besar dan mewah milik Chloe. Ia berencana mengunjungi rumah temannya. Ia sudah lama tak berbincang atau bertegur sapa dengan Chloe. Di tangannya terdapat Pie Apel yang ia beli di kantin sekolah untuk ia berikan pada Chloe. Ia memang masih ingat tentang dirinya yang bertengkar dan teriakannya pada Ayah Chloe. Tapi, beberapa hari ini Mamanya terus memaksa Seara untuk minta maaf pada Chloe.

__ADS_1


Tinggal belokan didepannya ia akan sampai dirumah Chloe.


"Ehh?"


Tatapan Seara tertuju pada sesuatu yang sangat ia tak duga. Pie Apel yang ia bawa juga terjatuh. Keberadaannya tak disadari oleh siapapun. Seara menggigit bibirnya dan menahan air matanya. Beberapa tetesan yang lolos membuat Seara segara mengambil Pie Apel yang tadi terjatuh dan segera berlari menjauhi tempat itu tanpa suara.


"Hiks.. Hikss.. Hiks.."


Hujan perlahan kembali menetes membasahi jalanan. Setiap langkah Seara tetesan hujan turun semakin deras. Kepangan rambutnya lepas karena terjatuh saat Seara berlari. Pandangannya yang tertuju pada Jalanan membuat Seara tak melihat pandangan aneh orang orang yang ia lewati.


Tangisannya tertutupi oleh suara hujan dan petir yang menggelegar. Tangannya menyeka tangisnya sesekali. Hanya satu yang ia ingin tujuan saat ini yaitu kantor ayahnya. Ia tak peduli beberapa jauh yang harus ia tempuh untuk sampai ketempat Ayahnya.


"Mama ber.. bo.. hong.." Ucap Seara dengan lirih. Ia sangat terkejut melihat apa yang ia lihat.


Wanita yang ia sayangi tengah memeluk teman kecilnya dan mencium pria lain selain ayahnya. Ia tau apa artinya itu.


Sama dengan Novel yang ia baca terakhir kali. Dan ia seperti tau akan akhirnya.


Mamanya bilang kalau ia tak bisa menjemput dirinya karena ada acara penting yang tak bisa ia tinggalkan. Dan ia malah melihat Mamanya dengan penuh kasih sayang memeluk Chloe bahkan sampai mencium bibir Leo yang merupakan Ayah Chloe didepan rumah Chloe.


Seara saat itu tertegun sebentar dan segera mencerna kejadian itu.


Itu sangat mengejutkan baginya.


Kaki kecil Seara beberapa kali tergores aspal dan membuat beberapa goresan yang mengeluarkan darah. Beberapa kali ia terjatuh dan terus bangkit.


Dari arah lain mobil melaju dengan kencang berjalan lurus dan bersamaan dengan Seara yang baru saja ingin menyebrang.


'Brak!'


Tubuh Seara terdorong kedepan dan membuat warga sekitar yang melihatnya segara berlari kearah Seara. Pengendara mobil yang menabrak Seara turun dari mobil hendak bertanggung jawab walau bukan semua salahnya.


Pengendara itu terkejut melihat orang yang terbaring dengan kepalanya yang mengeluarkan darah akibat terbentur ke aspal.


"Seara?"

__ADS_1


Pengendara itu tertegun menatap tak percaya orang yang di tabrak nya. Langkahnya terhenti beberapa saat sebelum berlari memeluk orang yang ia tabrak.


🍀🍃🌿


__ADS_2