
...Bab 34:...
...********...
..._______...
Mereka akhirnya menginjakkan anak lantaran terakhir. Pintu utama terbuka menampilkan seorang pria dewasa dengan tuxedo hitam dan wanita cantik dengan gaun panjang berwarna putih yang merangkul lengannya. Mereka menatap kearah mereka atau lebih tepatnya Chloe. Laki laki dewasa itu tampak melebarkan tangannya. Chloe yang melihat itu lekas berlari kearah mereka.
"Papa! Mama!"
Chloe memeluk laki laki itu dengan erat. Orang yang tadi dipanggil Papa mengecup pipi Chloe dengan penuh kasih sayang. Wanita itu juga tampak tersenyum penuh kasih sayang dan kerinduan, tangannya mengelus elus puncak kepala Chloe dengan penuh kelembutan.
Seara terdiam melihat itu. Rasa sakit tiba tiba menyerang dadanya. Matanya terasa penuh dan perih. Bibirnya sedikit bergetar yang ia tahan dengan gigitan. Ia menundukan kepalanya sesaat dan menggesekan matanya dengan lengan. Ia menatap kembali keakraban keluarga itu dengan senyuman.
Wanita yang selama ini dirinya sayang dan benci berdiri di hadapannya dengan senyuman yang sangat indah dan telihat sangat bahagia dengan sesuatu yang baru ia miliki.
"Mama sudah bahagia ya." Ucap Secara tanpa suara.
Wanita itu tampak menyadari kehadiran seseorang yang tak ia kenal. Matanya menatap kaget Seara yang berdiri cukup jauh dari mereka. Ia merasa wajah Seara terasa familiar.
"Sayang, siapa gadis itu?" Tanya Wanita itu pada Chloe yang tampak asik dengan ayahnya.
Chloe berbalik dan menghampiri Seara. Ia menarik Seara kearah keluarga kecilnya. Chloe tersenyum pada Seara dan kedua orang tuanya.
"Dia adalah Evelyn. Teman baruku disekolah." Jawab Chloe dengan ceria. Ia menggandeng tangan Seara dengan erat.
Seara sedikit membungkuk dan memberikan senyuman. "Nama saya Evelyna, murid baru di sekolah Chloe." Jawab Seara dengan lembut.
Jika, ia menyebutkan Askara pasti kedua orang itu akan semakin kaget.
Seara mengangkat kepalanya menatap kedua orang itu. Ia terdiam. Wanita itu menatapnya datar dan laki laki itu menatapnya tajam.
"Chloe pasti menyukaimu sehingga mau mengajakmu ketempat ini, bukan?" Tanya Wanita itu dengan ramah setakah tatapan datarnya hilang.
"Hanya dia yang mau masuk club ku dengan sekali ajakan, Mama." Ujar Chloe membuat wanita itu tekejut.
__ADS_1
Wanita itu menatap terkejut Seara dang mengelus elus kepala Seara dengan lembut membuat Seara tersentak dan mundur selangkah.
"Apa yang kau lakukan?" Ucap laki laki itu dengan dingin dan tegas pada Seara.
"Ahahaha... Pasti kau kaget ya. Maafkan ya! Aku jarang melihat orang ada yang datang ke club itu." Wanita itu merangkul suaminya dan membisikkan beberapa kata amarah karena telah membentak Seara.
"Sayang. Kami akan kembali kekamar dulu! Kalian makan lah dulu sudah malam." Ucap wanita itu dan berjalan meninggalkan Seara dan Chloe setelah mengecup pelan pipi Chloe.
***
"Mamamu cantik, ya! Papamu juga tampan, ya!" Ujar Seara di tengah pembicaraan mereka.
'Uhuk..'
Chloe lekas mengambil minumnya dimeja dan meneguknya sampai habis. Ia menatap kaget Seara yang ada disampingnya. Ia tertawa pelan lalu kembali menyiapkan makanannya.
"Tau kok. Banyak yang bilang juga." Ucap Chloe dengan cepat. Ia menatap lekat wajah Seara.
"Kenapa?" Tanya Seara yang merasakan tatapan Chloe padanya.
"Mukaku pasaran, ya?" Tanya Seara setalah meminum minumannya.
"Heh, gak kok. Ya cuman kaya aja." Ucap Chloe.
Keduanya terdiam dan mulai melanjutkan makan. Seara menatap piring didepannya. Bibirnya terasa bergetar, detak jantungnya juga tidak karuan, peluh di dahinya mulai turun. Tatapannya kini beralih pada Chloe.
"Dia tidak mengenaliku, kan?" Ucap Seara dalam hatinya. Ia meneguk salivanya dengan cepat dan tersenyum.
"Sikap Chloe beda deh sama yang disekolah." Ucap Seara sambil menyendokkan nasi ke mulutnya.
"Heh, benarkah? Yang mana yang kamu suka?" Tanya Chloe dengan nada yang sedikit jahil. Ia menyendokkan makanannya ke pada Seara.
"Yang disini!" Ucap Seara sebelum memakan suapan Chloe.
***
__ADS_1
"Makasih ya untuk hari ini Chloe." Ucap Seara sambil menyelipkan helaian rambutnya kebelakang telinga.
Chloe menatap Seara dan menghela nafas, "Beneran gak mau nginep? Udah malam. Besok juga gak bakal sekolah." Tanya Chloe pada Seara yang bersikeras ingin pulang.
Seara menganggukan kepalanya. Ia mengeratkan tangannya menenteng sebuah totebag besar berisi gaunnya tadi. Ia segara mengulurkan tangannya kearah Chloe untuk melakukan toss.
"Sampai jumpa Chloe!" Ucap Seara sambil. Berjalan menuju mobilnya.
Seara segara keluar dari rumah mewah itu dengan cepat. Matanya menatap kearah spion mobilnya. Ujung bibirnya tertarik kalau mendapatkan sesuatu.
"Ahh, memang tidak bisa dibiarkan ya." Gumam Seara.
Padahal ia inginnya lekas pulang dan tidur nyenyak tapi ada saja yang tidak suka. Leonard, ayah Chloe tidak membiarkannya bebas. Ia mengirimkan seseorang untuk memantaunya. Seara lekas mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan suara pada Maria kalau ia akan pindah ke apartemen yang diberikan oleh Nicholas padanya saat pula dari Amerika.
"Aku bawa kuncinya gak ya." Gumam kecil Seara sambil mengodok kotak di sampingnya. Setelah menemukan yang ia mau senyumannya kembali terbit.
Maria dan Nicholas tidak akan pulang sampai 5 minggu kedepan karena urusan bisnis. Ia tidak bisa membiarkan orang Leonard mengetahui rumahnya walau tak lama lagi akan ketahuan. Ia segara membelokkan mobilnya menuju apar temen yang tak jauh dan tak dekat dari sekolah miliknya. Apartemen sederhana yang diberikan oleh Nicholas telah berisi membuatnya tak perlu usaha lagi untuk tinggal disana.
Didepan Seara kini telah berdiri bangunan besar nan tinggi. Mata seara kembali memperhatikan mobil yang mengikutinya dari spion yang tampaknya sudah pergi dan menghilang. Dengan cepat Seara memarkirkan mobilnya di basement dan berjalan masuk kedalam bangunan itu.
Tangannya memencet sebuah tombol yang menunjukan akan 19 dan bersender di lift. Ia cukup lelah hari ini. Banyak yang terjadi dan sebuah kejutan juga ia terima. Setalah beberapa detik lift berdenting dan pintu terbuka. Kaki Seara berjalan menyusuri lorong yang terang namun sepi. Sudah pukul 11 malam, Seara mengeluarkan kartu dari sakunya dan mengesekkannta lalu menekankan password Apartemen.
Pintu terbuka setelah password dimasukan dengan benar. Sekali tekanan lampu menyala menampilkan ruangan yang cukup luas nan hening ruang tamu yang terhubung dengan dapur dan dua kamar disisi kiri. Diruang tamu terdapat satu sofa single dan satu sofa panjang dengan meja bulat, televisi yang cukup besar dengan laci panjang yang disampingnya terdapat dua vas bunga besar, disudut kamar terdapat beberapa lemari yang berisi buku dan berapa perlengkapan lainnya. Seara lekas membuka sepatunya dan menyimpannya di rak sepatu di samping pintu. Tasnya dan totebag di tangannya ia lempar ke sofa sebelum membuka salah satu pintu kamar dan masuk kedalam.
Kamar yang cukup luar dengan kasur single di pinggir dan ada meja belajar, lemari buku yang berada di samping pintu balkon, meja rias yang disampingnya lemari pakaian dan lemari kecil disamping kasur. Ada juga kamar mandi yang berhubungan dengan kamar. Seara berjalan menuju kamar mandi. Ia menatao dirinya di kaca dan lekas membersihkan wajahnya dengan sabun yang ada. Tangannya menarik handuk kecil dan berjalan keluar.
Ia sedang tidak ingin mandi. Yang dia inginkan tidur dan menangis...
'Brukk..'
Seara menjatuhkan tubuhnya di kasur dengan posisi telungkup. Tangannya terlipat dan tertimpa wajahnya.
..."Hikss.. Hikss.. Hikss.. Mama sudah bahagia dengan mere.. ka" ...
...🍀🍀🍀...
__ADS_1