
...Bab: 37...
...*********...
..."Hal biasa bagi kalian ini tidak biasa untukku, tetapi entah kenapa semua ini jadi menyenangkan! Apa semua ini bisa berjalan dengan baik terus menerus? Aku menginginkannya."...
..._________...
"Apa maksudmu sialan!" Pekik Viona. Ia masih belum mengerti kenapa semua ini terjadi padanya. Viona menutup matanya kala kepalan tangan Chloe terarah padanya.
Viona membuka perlahan matanya. Ia menatap Seara yang ada didepannya tengah menahan tangan Chloe. Chloe juga tekejut dengan apa yang dilakukan Seara. Ia mendecih kesal dan menurunkan tangannya. Viona menahan air matanya agar tidak turun dan kepalanya terangkat kala Seara berbalik padanya dan menatapnya dengan tatapan
Jijik?
Viona membulatkan matanya. Apa yang barusan ia lihat. Seara baru saja menatapnya seperti itu. Seara yang selama ini tersenyum padanya? Yang selalu memaafkan dirinya. Yang selalu membantunya? Kenapa dia tiba tiba seperti itu. Apa karena si Chloe gadis sial*n itu. Viona menatap Chloe yang berada di belakang Seara dengan tajam. Chloe tampak tengan menggengam tanga Seara satu lagi dan hendak mengajaknya keluar.
"Evelyn? Kenapa kau membela dia? Dia yang dari tadi menyiksaku?" Tanya Viona dengan kaku dan nadanya terlihat sangat menyedihkan. Jarinya gemetaran memegang wajah Seara yang berada di atasnya. Ia memalingkan wajahnya dan menatap Chloe yang ada dibelakang Seara seolah akan membunuhnya.
"Ini semua salahmu Chloe gila!" Ucap Viona dengan pelan yang jelas didengar oleh Seara. Kedua tangannya terkepal dan segera mendorong Seara ke samping dan menonjok wajah dan perut Chloe membuat Chloe jatuh kebelakang dan tergelegak dilantai. Viona segera duduk diatas Chloe dan mencekik lehernya.
'Dia berani juga.' batin Seara setelah puas memancing amarah Viona. Kakinya berbalik dan berjalan kearah Viona. Larra tengah menarik Viona supaya berhenti mencekik Chloe yang telihat memberontak. Seara lekas menarik kedua tangan Viona dan membawa gadis itu kepelukannya.
"Jerremy, panggil ambulance!" Teriak Seara dengan wajah khawatir pada Chloe.
__ADS_1
Jerremy dan teman temannya yang terlihat tak peduli akhirnya menelpon ambulan agar datang dan menjemput Chloe dan Viona sesuai permintaan Seara. Jerremy bahkan menatap jengah perkelahian Viona dan Chloe. Dua temannya yang lain hanya diam dan memainkan ponsel mereka seolah itu bukan hal yang aneh bagi mereka.
'Heh, Viona benar benar jahat ya!'
'Si queen abal abal itu juga gak sih! Dia hampir membunuh orang lagi'
'Heh gak boleh ngomong gitu nanti kita juga akan disiksa oleh dia!'
'Apa lagi dia punya pelayan baru disampingnya!'
'Orang kaya enak yaa.'
Seara diam dan mendengarkan omongan itu dengan seksama. Ia tau Chloe sudah hampir membunuh orang berkali kali namun ia tak suka saat bagian pelayan Chloe. Ia merasa itu ditunjukan untuknya.
"Viona sial*n. Aku akan membuatmu mendekam dipenjara seumur hidup." Gumam Chloe dalam hatinya. Ia mengepalkan tangannya dan berusaha bangkit. Larra yang melihat itu segera menghampiri Chloe. Tangannya terulur meminta agar Chloe memegangnya. Chloe menatap Larra dengan tajam. Ia mendegus kesal dan menarik rambut Larra agar telinganya dekat dengan mulutnya.
"Lebih baik kau urus saja sahabatmu, Kau sama saja dengannya kan?" Bisik Chloe dengan pelan.
Larra terdiam dengan mata membulat. Ekspresi wajahnya sangat terlihat. Ia menatap wajah Chloe. Di sampingnya dengan terkejut dan mengumankan kata maaf. Chloe mencengkram kuat pergelangan Larra agar gadis itu tak kabur darinya.
"Aku akan membuat hidup kalian menderita. Seperti yang kalian lakukan padaku." Chloe mendorong Larra dari hadapannya dan dengan sekuat tenaga berdiri. Ia menatap sekelilingnya yang mulai membereskan meja mereka ada juga yang pergi untuk mengambil kursi baru.
Seara diam dan membawa Viona keluar. Ia juga menyempatkan diri mengajak Chloe untuk diperiksa. Chloe menolak dan mengatakan ia masih bisa di obati di UKS saat Seara telah mengantar Larra keluar. Chloe menatap sekumpulan gadis yang tadi membicarakannya.
__ADS_1
"Siapa nama kalian?" Tanya Chloe. Ia menyeka darah disudut bibirnya dengan sekali usapan dan mendekati gadis gadis yang tengah gemetar ketakutan. Chloe juga menatap kearah Jerremy dan kawan kawan dengan malas.
"Tiara, Gina, dan Erally. Nama yang bagus tapi.. bukannya lebih bagus kalau ada dibatu nisan ya?" Ucap Chloe sambil mencengkram dagu gadis bernama Erally dengan kuat membuat gadis itu meringis pelan dan air matanya mulai mengalir.
Gadis pendek itu menggumankan kata maaf berulang kali dan menahan air matanya yang turun walau percuma. Chloe yang melihat itu medesah kesal dan mendorong gadis itu ke meja dan segara duduk di kursi miliknya.
Semua kembali berjalan seolah tak terjadi apa apa. Beberapa mulai berbicara dan membuat lelucon untuk temannya, ada yang mulai kembali memainkan ponselnya, ada yang mulai mengerjakan tugas. Ada juga yang masih mengosipkan hal tadi namun dengan pelan. Bagi mereka penjahatnya adalah Chloe yang telah menyiksa Viona dengan brutal.
Jerremy menatap ponselnya dengan senyuman penuh semangat. Ia menatap kedua temannya yang asik dengan dunia masing masing. Satu bermain ponsel dan satu asik dengan bukunya. Ia menggumankan kata kata ejekan untuk temannya. Untuk kedua orang yang selalu asik hanya saat ada maunya saja.
"Ced! Theo! Komen kek tentang pertarungan tadi! Padahal seru loh tadi. Babe Evelyn juga tadi kaya hero tiba tiba menghadang serangan Chloe!" Ujar Jerremy dengan nada cerianya. Ia mendudukan dirinya disamping Cedric dengan kursi miliknya yang ia tarik tadi.
Kedua laki laki itu tak menganggap sama sekali omongan Jerremy. Theo yang asik dengan buku barunya dan Cedric yang asik memainkan game didalam ponselnya. Jerremy yang melihat itu berkacak pinggang dan menggertakkan giginya. Ia menghela nafas dan menariknya setelah beberapa saat.
"Main apa sih lo?" Tanya Jerremy dengan kesal menarik ponsel Cedric dari tangan sang empunya.
"Barbie barbiean. Kata lo bagusan yang mana gaunnya? Biru gak sih? Biar kaya Cinderella? Atau merah muda? Itu juga lucu tuh? Bingung deh gue! Tapi cantik banget rambutnya Blonde!" Ucap. Cedric saat Jerremy menatap lekat ponselnya. Ia dengan sedikit semangat bertanya dan memberikan pendapat pada Jerremy yang sepertinya tertarik.
Jerremy menatap terkejut ponsel Cedric. Ia pikir laki laki otu tengah membaca manga atau buku sesuatu namun ekspetasi miliknya terlalu tinggi. Mendengar Cedric bertanya dengan riang padanya pun tiba tiba menjadi menjijikan. Tatapannya beralih pada Cedric di sampingnya.
..."Lo gay ya?" ...
...🍀🍀🍀...
__ADS_1