PEMBALASAN SEARA

PEMBALASAN SEARA
SEARA


__ADS_3

...Bab 26:...


...************...


..."DUA IDENTITAS ITU MENYEBALKAN!"...


...___________...


Seara melempar ponselnya ke atas kasur. Badannya ia tidurkan di samping ponselnya. Ia masih dapat mengingat apa yang Chloe lakukan di video tadi. Ia segera menyimpan video itu kedalam laptopnya. Link itu juga sudah di hapus dari komenenan setelah dirinya selesai membuka link itu.


Seara menatap atap kamarnya. Pintu balkon yang terbuka membiarkan masuk angin dingin kedalam kamarnya. Hanya terdengar gesekan ranting dan daun yang tertiup angin. Mata Seara perlahan tertutup menutupi iris merahnya yang sudah mulai lelah. Dengan sekali tarikan selimut mulai menutupi setengah badannya. Seara kini siap untuk menyelami alam mimpi.


'Nanananana...'


Seara membuka matanya dengan lebar dan menatap ponselnya yang bergetar disamping kepalanya. Dengan ******* kesal ia bangun dan mengangkat panggilan tak dikenal di ponselnya.


^^^[Hah?]^^^


Seara menggaruk kepalanya kesal. Ia benar benar sudah lelah. Tidak biasanya ia tidur saat jarum jam masih menunjuk pukul 10 malam. Ia biasanya akan terus belajar sampai dini hari.


[Ini gue Larra! Lo sibuk gak, Eve?]


Seara mengerjapkan matanya. Ia tidak salah dengar tentang nama si penelpon kan? Seara menatap jam di dinding.


^^^[Gak, kok! Kenapa, Ra?]^^^


[Oh, gue mau ngajak lo main diclub. Bareng Chloe dan Viona! Lo mau gak nih?]


Mendengar ajakan dadakan itu Seara menutup matanya. Ia memikirkan apa saja yang akan dirinya dapat jika pergi ke tempat itu dan juga kerugian apa yang akan ia dapat. Hanya ada dua pilihan di tangannya.


Dimarahi oleh Maria atau mendapat informasi dari mereka.


Seara menggigit bibirnya. Lalu menatap kearah lemari sebelum mulutnya kembali terbuka.


^^^[Aku ikut!]^^^


***


Seara menatap ruang tamu cukup gelap hanya disinari oleh cahaya televisi. Maria dan Nicholas tertidur disofa dengan keadaan Nicholas bersender di bahu Maria dan Maria bersender di kepala Nicholas. Seara mengeluarkan selembar kertas terlipat di menaruhnya dibawah botol minuman dimeja.

__ADS_1


Ia hanya diam memandang datar Maria dan Nicholas yang tertidur pulas. Ia mengambil remote dan mematikan Televisi yang masih menyala. Seara berjongkok menatap wajah Maria dan Nicholas yang tertidur dengan nyenyak. Tangan Seara menyelipkan rambut Maria kebelakang telinga agar tidak menutupi wajah cantiknya.


Usia Maria telah memasuki kepala tiga sejak beberapa tahun yang lalu namun wajahnya tidak banyak berubah. Ia terlihat tetap cantik dan menggemaskan disaat saat tertentu. Seara dengan senang hati menyimpan kenangannya dengan maria didalam kamera miliknya. Ia tidak ingin membuat Maria kesulitan dimasa depan, maka dari itu ia harus menghapuskan musuhnya dan kembali hidup bahagia dengan Maria di negara lamanya.


"Aku pergi dulu ya! Kakak!" Gumam Seara sebelum menutup pintu rumah besarnya.


Maria dulu sangat ingin dipanggil kakak oleh Seara, namun Seara pikir Maria cukup tua untuk panggilan itu dan tetap memanggilnya Tante Maria.


Seara menatap satpam yang berjaga telah berganti. Tangannya memberi kode untuk membuka bagasi dengan cepat. Mobil yang ia pakai saat berangkat dan pulang sekolah kini ia duduki. Seara menginjak pedal gas dengan cepat melesat menuju alamat yang diberikan oleh Larra.


Night Party


Seara sudah mencari dimana club itu dan siapa yang memilikinya. Ia tau Chloe dan teman temannya sering mampir keclub itu melalui akun Ig Viona yang selalu memposting kegiatannya.


Tak butuh waktu yang cukup lama, kini Seara telah sampai di club malam itu. Ia memakai gaun berwarna maroon miliknya, bagian punggung dan dada yang sedikit tebuka, panjang diatas lutut 5 cm, dan heels berwarna hitam dengan tinggi 6cm. Kakinya berjalan masuk kedalam club malam sambil mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Chloe dan teman temanya. Ia bersyukur tidak ditanya oleh penjaga tentang usianya saat itu.


"Evy!" Panggil Viona yang tengah merangkul seorang laki-laki tampan.


Seara menghampiri Viona denga sedikit tergesa gesa. Tangannya mendorong beberapa orang yang mencoba menggodanya dirinya.


Aku muak dengan tempat ini.


"Haii semua!" Sapa Seara. Larra tertawa kec dan Viona menutup mulutnya agar tidak tertawa kencang.


"Lo emang cewek sopan ya, Vy!" Ujar Viona. Ia melepaskan rangkulannya dan berjalan kearah Seara yang masih mengangguk kaku dengan pernyataan Viona.


"Memang aku sopan, ya?" Tanya Seara dengan pelan yang tentu tidak terdengar oleh siapa pun karena bisingnya musik.


"Ayo! Aku perkenalkan teman teman ku!" Ucap Vania. Ia menarik tangan Seara ke arah laki-laki yang tadi dirangguk Viona.


"Dia Velix! Ingat pake V bukan F!" Ucap Viona sambil menbentuk jarinya berbentuk huruf V yang dibalas anggukan oleh Seara.


"Dan jangan lupa dia punya gue! Velix punya gue!" Peringat Viona yang kembali dibalas anggukan oleh Seara.


"Oh, Hi Evelyna!" Sapa Larra dengan sedikit tawa kecilnya.


"Lo harusnya gak usah sopan banget kali." Ucap Larra yang dibalas anggukan oleh Estella yang duduk disampingnya.


"Ini pacar Estella. Namanya Louis Panggilannya Luc! Yakan, Sis!" Ucap Larra sambil menjentikkan jarinya di bahu Estella. Wajah Estella perlahan memerah dengan diiringi tawa lainnya. Seara menatap wajah Louis.

__ADS_1


Tampan


Seara mengangkat tangannya dan melambai kecil kearah Louis dengan senyuman tipis diwajahnya. Tangan Seara kembali terlipat saat berhadapan dengan laki-laki bertubuh besar dibelakang Larra. Seara mundur beberapa langkah karena sedikit terkejut. Ia tidak melihat laki-laki itu tadi.


"Kalo yang ini sihh. PACAR GUE!" Ucap Larra dengan sedikit penekanan diakhir katanya.


Seara mengangguk dan mengangkat gaunnya dengan jari telunjuk dan sedikit membungkuk, dan tangan kanannya berada didada. Wajah cantik Seara terlihat sedikit bersinar saat cahanya menyorot kearahnya.


"Eve, Evelyna Askara. Salam kenal!" Ucap Seara yang mendapat pukulan kecil di punggung oleh Larra dan Viona.


Seara mengembungkan pipinya dan mengelus elus punggunya pelan.


"Aku kan ingin terlihat seperti seorang princess!" Gerutu Seara yang disambut tawaan oleh orang-orang itu kecuali Chloe yang masih sibuk dengan ponsel dan minumanya.


"Seperti seorang Princess, Yeah?" Gumam Larra. Ia memandang Seara dari atas sampai kebawah.


Sempurna


Hanya itu yang bisa mendeskripsikan rupa Seara dalam benak Larra. Tinggi semapai dengan tubuh yang ideal, kulit putih mulus dan rambut hitam panjang bergelombang, mata berwarna abu, hidung yang cukup mancung dan proporsi wajah yang terlihat sempurna menurutnya.


'Aku lebih memilih Eve daripada Chloe jika masalah fisik' Larra menutupi fakta bahwa ia kagum dengan Seara dengan tawa mengejeknya.


"Ishh, kalian jahat deh!" Seara segera menghentakkan kakinya dan duduk di samping Chloe yang sibuk dengan ponselnya.


"Mau minum?" Tanya Viona sambil menawarkan segelas wine.


Seara mengelengkan kepalanya pelan. Ia tidak boleh minum walau ia tidak akan mabuk dengan cepat. Ia berangkat sendiri bisa berbahaya kalau ia ketagihan dan berujung mabuk.


"Aku membawa mobil!" Tolak Seara dengan cepat. Ia mengambil beberapa cemilan yang ada dimeja lalu menatap sekitar.


"Vy!" Panggil Estella.


Seara segera memberhentikan pencarian matanya dan menatap Estella.


"Aku menemukan orang yang sangat mirip dengan mu!" Ucap Estella.


..."Hah?" ...


...☘️☘️☘️...

__ADS_1


__ADS_2