
...Bab 20;...
...**********...
"A'S High School?"
Seara menurunkan kopernya dari bagasi dan menutupnya saat semua barang dalam bagasi telah keluar. Maria mengangguk menanggapi pertanyaan Seara.
"Itu sekolah milik salah satu pengusaha terkenal. Di isi dengan banyak siswa siswi sari kolongan kelas atas. Banyak prestasi dan murid jenius disana. Nic yang merekomendasikan sekolah itu padaku!" Jelas Maria membuat Seara mengangguk pelan.
"Siapa yang membayarnya? Sekolah itu pasti sangat mahal." Tanya Seara. Sekolahnya yang lama sangat mahal karena merupakan sekolah terbaik di kota nya dan cukup terkenal di negaranya. Ia sedikit khawatir dengan biaya yang dikeluarkan oleh Maria.
"Nic yang membayarnya! Dia bilang akan memenuhi semua kebutuhanmu." Jelas Maria membuat Seara menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Maria.
"Gak boleh bohong, Tan!" Peringat Seara. Ia tidak percaya dengan apa yang diucapkan Maria.
"Sekolah itu cukup murah menurut Nic tau!" Ungkap Maria. Dia melewati Seara dan menyeret kopernya setelah pintu terbuka.
"Orang kaya itu bebas ya."
...*********...
"Tan! Aku mau ngomong sesuatu!" Ucap Seara. Ia tengah mencuci piring yang ia, Maria, dan Nicholas pakai untuk makan malam.
"Ya?" Tanya Maria. Ia mengelap gelas yang basah dan menaruhnya di atas rak.
"Aku ingin membuat identitas baru. Boleh gak?" Tanya Seara. Maria dan Nicholas menghentikan kegiatannya masing masing.
"Apa maksudmu?" Tanya Nicholas. Seara tersenyum tipis. Ia mengeringkan tangannya yang telah selesai mencuci piring dengan lap dan duduk di salah satu kursi dimeja makan.
__ADS_1
"Tak semua orang bisa menerima statusku bukan? Aku anak yang Ayahnya mati dibunuh dan Ibunya yang tidak jelas asal usulnya. Aku dalam kata lain hanya seorang yatim piatu. Aku takut semua orang tidak terima dengan kehadiranku." Seara menundukan kepalanya meremas celana tidurnya. Nicholas dan Maria menatap Seara dengan tatapan prihatin. Apa yang dikatakan Seara benar.
"Lalu, apa yang bisa Tante lakuin?" Tanya Maria. Ia mengelus punggung kecil Seara.
"Aku pengen namaku Evelyna Askara dan orang tua ada. Yah, walau mereka akan terlihat seperti orang tua yang sibuk. Itu lebih baik dari pada tidak ada." Ucap Seara dengan pelan.
Maria tampak terkejut dengan perkataan Seara. Ia pikir hanya menambahkan orang tua saja namun gadis itu juga menganti namanya.
"Apa perlu menganti nama juga?" Tanya Maria dengan lembut. Ia sudah sangat suka dan nyaman dengan memanggil gadis di depannya Seara.
"Ya, aku tidak ingin ada yang tau tentang aku di masa lalu. Eve adalah nama panggilan ku sekarang." Ungkap Seara.
"Lalu siapa nama orang tuamu? Dan datanya?" Tanya Nicholas.
"Nah kalau itu aku minta bantuan Paman!" Ucap Seara. Ia menatap Nicholas dengan senyum mencurigakannya.
"Aku mengerti! Itu gampang kok!" balas Nicholas.
"Eve itu pemberian seseorang tau." Ucap Seara dengan senyum tipisnya. Nicholas dan Maria menatap Seara dengan penasaran.
"Dari siapa?" Tanya Maria.
"Dulu saat aku akan tidur Mama selalu mengatakan 'Selamat malam Eveku!' aku jadi ingin dipanggil Eve." Ungkap Seara dengan nada cerianya. Senyuman tidak luntur dari wajahnya.
Maria terdiam dan menatap Nicholas. Ia mengelus kepala Seara dengan pelan. Air matanya hendak menetes namun sudah ia tahan sebelum jatuh.
"Seara lebih baik bobo dulu sana!" Suruh Maria dengan lembut.
Seara lekas berdiri. Maria mengecup dahi Seara dengan lembut.
__ADS_1
"Selamat malam Sea! Sana tidur!" Ucap Maria. Ia mengangkat tubuh Seara dan mendorong Seara pelan kearah tangga. Seara menganggu dan berjalan menuju kamarnya.
...***********...
"Dia masih melihat Mamanya dengan pandangan yang sama!" Ucap seorang wanita dengan isak tangisnya. Laki-laki disampingnya lekas memeluk dan memenangkan wanita itu.
Seara tau kalau sebenarnya Maria sangat sedih saat ia mengubah namanya. Ia juga tidak mau. Ayahnya selalu memanggilnya lembut dengan nama itu. Nama yang selalu diteriakkan Olie dan Rosie. Nama yang selalu dibisikkan oleh Harry.
Tapi ini untuk rencananya. Ia tidak bisa melakukan sesuatu setengah setengah. Ia akan membalaskan sesuatu yang ada dalam dirinya.
Dendam.
Ia masih mengingat kejadian dimana Ayahnya di serang secara membabi buta oleh kekasih Mamanya. Orang yang sangat ia sayangi saat itu. Pengkhianatan yang dilakukan Mamanya tak bisa ia maafkan.
Ayah yang ia sayangi harus tiada karena laki laki itu. Orang yang salalu memanggilnya gadis kecil telah tiada dengan sangat mengerikan. Ia mengingat bagaimana wajah hancur Ayahnya yang diinjak dan ditendang oleh laki-laki itu.
Ia tidak bisa memaafkan mereka barang kali mereka bersujud pun.
Kata kata yang biasanya ditanamkan oleh Maria tak pernah tertanam dengan baik. Ia selalu mengingat itu dan menumbuhkan dendamnya semakin besar.
Seara suda mencari tau tentang Chloe. Ia mencari cari data Chloe selama seminggu lebih dan ajakan Maria untuk kembali membuat Seara tak percaya itu hanya kebetulan.
Takdir
Seara sudah menargetkan dirinya sekolah di A'S High School. Ia sempat kaget saat Maria bilang sudah mencarikannya sekolah. Dan ternyata rencana tetap berhasil. Ia akan sekolah di A'S High School. Ia akan bertemu dengan Chloe teman masa kecilnya sekaligus akar dari seluruh masalahnya.
Kaki Seara berjalan kearah kamarnya. Kamar dengan stiker bertuliskan namanya di depan pintu. Seperti kamarnya dulu saat ia masih kecil. Ayahnya sangat suka melukis dan mendesain. Ayahnya dengan senang hati membuatkan stiker itu untuk Seara.
..."Balas dendam ini apa akan berhasil?"...
__ADS_1
...☘️☘️☘️...