PEMBALASAN SEARA

PEMBALASAN SEARA
CLUB MEMBACA 2


__ADS_3

...Bab 30:...


...**********...


...__________...


Seara POV


Aku kesal jika harus mengikuti club yang membosankan ini terus menerus. Jariku membuka halaman selanjutnya dari novel yang aku bawa dari rumah. Aku bisa melihat semua penghuni club ini hanya memperhatikan bukunya. Mereka akan berhenti setengah jam setelahnya dan mulai melakukan kegiatan yang biasa gadia gadis lain lakukan.


Gosip.


Aku sedikit tidak percaya Chloe suka bergosip. Dia tampak menikmati saat ada salah satu dari yang lain membicarakan yang lainnya. Chloe juga sesekali menimbrunb dan membalas perkataan yang lain.


Sudah 3 minggu aku bersekolah ditempat ini. Perlu beberapa minggu lagi agar rencanaku dapat berjalan. Aku tidak bisa langsung melakukan tiba tiba. Semua orang akan memperhatikanku dan mulai berpikir aku yang melakukannya.


Chloe kali ini tampak menjadi pendiam. Biasanya dia yang akan mulai pembicaram namun sepertinya dia tidak akan berbicara apa apa. Tampaknya aku terlalu banyak berharap.


Bel pintu berbunyi. Beberapa orang berpakaian pelayan datang membawa cemilan dan teko yang berisi teh. Mereka dengan anggun menuangkan teh. Aku menggeleng saat ada yang ingin menuangkan teh kepadaku. Aku sedang tidak ingin teh biasa.


"Bisa aku minta segelas lemon tea?" Tanyaku setelah meletakkan novel yang ada ditanganku ke samping kursi.


"Baik, Lady." Ucap wanita itu dan segera pamit undur diri untuk mengambil pesanan ku.


Walau sama sama teh tetap saja aku tidak ingin teh biasa. Tiba tiba aku ingin minum lemon tea. Bukannya menyegarkan di cuaca yang panas ini. Chloe dan gadis gadis lain mulai memperhatikanku. Yah, jarang sekali ada yang ingin memberi perintah pada pelayan pelayan tadi.


"Wah, Lady Askara sangat berani memerintah mereka ya." Ucap gadis dengan gaun hijau polos berenda sambil meletakkan gelasnya.


"Ah, bukankah cuaca sangat panas? Bukan sesuatu yang menarik bagiku untuk meminum teh di hari yang terik ini. Lemon tea dengan es didalamnya sangat menyehatkan." Gumam ku sambil menatap Chloe yang tengah mengeluarlan sebuah kertas dari dalam tas nya.


Hal itu yang sedari ku tunggu. Berita yang akan membuatnya senang. Ia tidak perlu melihat wanita menyebalkan itu lagi. Wanita yang selama ini selalu mencari kesalahannya.

__ADS_1


"Saya dengan Lady Askara mendapat nilai sempurna dihari pertamanya? Benarkah tentang hal itu, Lady?" Tanya wanita itu lagi. Namanya Elizabet Bource. Dia lahir di luar negeri dan ia juga blasteran. Tampak cantik dengan segala hal yang ia pakai.


"Saat hari pertama saya dan Chloe mengikuti ulangan harian matematika. Dan sepertinya keberuntungan tengah berpihak padaku. Hari itu juga nilai itu menjadi milikku. Apa ada yang ingin anda tanyakan lagi, Lady Bource?" Tanyaku dengan lembut. Mataku tak henti menatapnya dan memberikan penjelasan yang mudah diterima dirinya.


Ah, dan sampai kapan mereka akan berakting layaknya bangsawan. Aku sudah cukup muak dengan gaun berat ini. Korsetnya juga cukup menyesakkan.


Aku ingin segera pulang dan berendam di bathtub dan menikmati waktu bermain dengan kucingku. Kucing manis dengan bau yang menenangkan. Tapi jika Chloe tiba tiba mengajak melakukan sesuatu aku akan menerima nya.


Seorang pelayan kembali datang dan membawakan pesananku. Setalah pelayan itu pergi aku mengangkat gelasku dan menatap gadis bernama Elizabeth tadi dengan ramah.


"Apa Lady Bource mau?" Tanyaku sambil sedikit memajukan gelas uang tadi aku angkat. Aku tidak peduli dengan tata krama sekarang. Semua ini akan segara hancur tidak perlu lagi ada hal yang membosankan sekarang.


"Ehem." Deheman seseorang mebuat ku dan gadis lainnya memalingkan wajah kami. Aku sudah menyadari keberadaan wanita itu sedari tadi.


Wanita itu dengan ragu untuk masuk kedalam ruangan ini berkali kali. Terlihat dari gapunya yang muncul dan hilang berkali kali didekat pintu dan akhirnya memantapkan niatnya saat pelayan yang membawa pesananku datang.


"Club ini akan di bubarkan." Ucap Madam Rosella. Wanita tadi adalah Madam Rosella si pembimbing club membaca. Wanita yang biasanya berdiri tegak dngan anggun kini menatap takut Chloe dan hanya bisa menunduk.


"Hah, kenapa bisa? Kita membayar semuanya dengan baik kan?" pekik Elizabeth. Ia menghentakkan menja didepannya membuat beberapa gelas gadis lain isinya keluar dan membasahi meja. Beberapa gadis yang melihat itu berdecih kesal pada Elizabeth.


"Ya maaf! Lo emang gak kaget ya club ini dibubarin." Ucap Elizabeth dengan tajam. Ia sedikit berdecak kesal melihat gaida yang meneriaki nya tadi.


"Benar itu, Madam. Aku bukannya membela Liz yang bertindak kasar. Tetapi, kenapa club ini dibubarkan? Kita sudah membayar dengan mahal." Tanya gaida yang berdiri di sampingku. Gadis berbuat pendek dengan bagian bawah yang curly. Tampak cocok dengan wajah cantiknya.


"Kita terkena pelanggaran memperlakukan murid dengan tidak baik." Gumam Madam Rosella yang dapat didengar oleh semua murid.


"Memang kenapa Madam? Semua dapat bayarannya masing masing bukan?" Tunjuk gadis itu lagi pada gadis gadis berpakaian pelayan yang hanya diam mendengar perkataan mereka.


"Hah, keputusan sudah bulat. Club ini sudah dibubarkan. Ketua Ekstrakurikuler ini juga sudah mengijinkannya." Ucap Madam Rosella. Ia memegang kepalanya dan segera berjalan menjauh dari ruangan itu.


"Apa maksudnya ini, Chloe? Kenapa lo setuju in, hah?" Teriak Elizabeth. Ia menatap tajam Chloe disebelahnya. Tangannya tekepal. Beberapa gadis menjauhkan Elizabeth dari Chloe.

__ADS_1


Chloe yang sedari tadi diam kini mengangkat kepalanya. Ia menatap Elizabet dengan tatapan yang seolah oleh Elizabeth adalah serangga yang tidak berguna dan menjijikan.


Aku hanya diam dan mencoba tidak terlibat. Aku hanya menyatukan kedua telapak tanganku di depan dan menatap Chloe khawatir.


"Gadis kasar." Ucap Chloe dengan dingin. Ia mengambil tasnya dimeja dan hendak pergi.


"Apa kau bilang?" Teriak Elizabeth. Tangannya menarik kerah seragam Chloe. Hanya Chloe di ruangan ini yang menggunakan seragam sekolah.


Sepertinya dia sudah benar benar menyerah. Elizabeth mendorong Chloe kebelakang membuat tubuh Chloe terjatuh dan menbentur pinggiran meja. Beberapa gadis memekik kaget. Namun tidak dengan Elizabeth. Ia nampaknya belum puas tangannya mengambil buku di meja dan melemparnya kearan Chloe dengan kuat.


'Ahh, aku tidak bisa membiarkan ini bukan?' Aku berlari dan memeluk Chloe. Buku itu berakhir dengan terlempar ke punggungku. Aku hanya diam dan mencoba mengelus bagian yang terkena. Chloe juga nampaknya mulai marah. Tangannya yang terkepal. Ia mendorong tubuhku dengan sedikit kencang kesamping. Kakinya terangkag dan menendang Elizabeth ke belakang.


Elizabeth tidak dapat menghindar, gaun yang ia pakai membuat pergerakannys terbatas. Dengan kesal Chloe duduk diatas perut Elizabeth dan mulai memukuli wajah Elizabeth. Beberapa gadis mencoba menjauhkan Chloe dari Elizabeth.


"Apa yang kau lakukan tadi, hah? Kau mencoba melukaiku ya." Ucap Chloe dengan datar. Ditangannya terdapat novel tebal dengan sekali pukulan. Buku itu membuat darah mengalir dari dahi Elizabeth.


"Aaaaaa..." Teriak beberapa gadis. Mereka segara berhamburan dari ruangan itu. Dan menyisakan Chloe, Elizabeth, Aku, dan dua gadis yang berani mengeluarkan suara tadi.


"Hoi, Chloe berhenti. Kau akan membunuh nya nanti." Ucap gadis berambut pendek tadi. Dia menarik tangan kanan Chloe dan gadis satunya menarik tangan kanan.


"Hah, siapa kalian yang bisa memerintahkanku?" Pekik Chloe. Tangannya terayun dan memukul wajah gadis itu.


Gadis berambut pendek itu mendesah kesal dan menatap tak percaya Chloe. Ia menarik tangan gadis satunya dan keluar dari ruangan itu tanpa mengeluarksn sepatah kata apupun.


Elizabeth nampaknya sudah pingsan di hajar oleh Chloe. Tidak ada sautan dari Elizabeth. Ia salah menantang Chloe yang pernah mengikuti kelas bela diri.


Aku hanya diam dan menatap pelayan pelayang yang sedari tadi hanya diam dan tidak mencoba melerai.


"Mereka tidak akan melakukan apapun, Ve." Jawab Chloe yang seolah tau apa yang dipikirkan Ku.


"Eh, seperti itu ya." Ucapku dengan pelan. Tangannku menopang tubuh saat ingin berhenti.

__ADS_1


..."Apa hanya alasan itu saja Kelas membaca ini ditutup, Chleo?" ...


...☘️☘️☘️...


__ADS_2