PEMBALASAN SEARA

PEMBALASAN SEARA
PERSELINGKUHAN


__ADS_3

...Perselingkuhan...


______________________________________________


Air mata tak kunjung berhenti mengalir di pelupuk mata wanita berambut pendek sebahu itu. Bibirnya yang sedari tadi bergetar mulai menggumamkan doa dengan mata tertutup. Hatinya benar benar tak tenang.


Ia seharusnya memerhatikan jalanan bukannya memikirkan hal lain yang membuatnya menabrak gadis kecil yang ia sayangi. Ia sangat takut jika ternyata gadis itu tak baik baik saja nanti.


Hentakan kaki yang terdengar semakin dekat membuatnya mengangkat kepala. Matanya membulat kaget saat melihat orang didepannya. Orang yang sangat ia hindari untuk saat ini.


"Z-Zeo?" Wanita itu segera berdiri perlahan. Namun, baru saja berdiri dengan baik, ia kembali terjatuh dengan memegang pipi kirinya yang terasa panas karena terkena tamparan.


"K-kau! kenapa kau menabrak putri tercinta ku?" Laki laki itu yang tak lain adalah ayah Seara.


Matanya terlihat merah setelah menangis saat perjalanan menuju. Tangan terkepal dengan erat bahkan kukunya perlahan melukai telapak tangannya.


"A-aku benar benar minta maaf. Aku tidak sengaja menabrak Sea-"


Zeo mencengkram dagu wanita itu dengan kuat. Matanya menunjukan kemarahan yang besar.

__ADS_1


"Aku tak peduli dengan alasanmu! Sekarang kau pergi dari sini! Jika, nanti aku mendengar kabar buruk tentang anakku dari dokter. Aku akan membuatmu menderita!" Ucap Zeo. Ia melepaskan cengkeramannya dan segara berjalan menuju pintu UGD.


Wanita itu segara berdiri dan berlari meninggalkan tempat itu dengan air mata yang mengalir sambil menggumamkan kata maaf berkali kali.


Sedangkan, Zeo yang memandang dalam diam putrinya yang terbaring lemah dengan keadaan yang cukup memprihatinkan. Ia segera tersenyum setelah mendengar kabar dari dokter bahwa putrinya baik baik saja.


"Maafkan, Papa."


...*************...


Zeo menatap istrinya yang sedang berdandan di depan meja rias. Ia baru saja pulang dari rumah sakit setelah menemani Seara yang masih tidak sadarkan diri. Ia tak mendapatkan sambutan apapun saat masuk rumah dan membuatnya curiga. Ia berjalan menuju kamarnya dan mendapatkan istrinya tengah berdandan di depan kaca.


"Nata? Kau mau kemana?" Tanya Zeo. Matanya menelusuri kamar yang sangat berantakan. Banyak tas belanjaan yang ia tahu harganya tak semurah harga ponselnya.


Zeo yang mendengar istrinya akan pergi lagi segera mencegah Natasha untuk pergi.


"Seara ditabrak seseorang. Dia belum bangun sedari tadi. Jadi, apa kau bisa meluangkan waktumu?" Tanya Zeo. Ia sangat berharap istrinya menemani putri mereka yang sedang tak sadarkan diri di rumah sakit.


Natasha terkejut mendengar kabar dari suaminya. Namun, tangannya segera menyingkirkan tangan suaminya yang menahannya. Ia menatap suaminya dengan tatapan bersalah.

__ADS_1


"Maafkan aku, Zeo! Tapi, ini penting sekali. Kau bisa menggantikan aku kan?" Tanya Natasha. Ia mengambil tasnya yang tergelatak di samping meja rias.


"Kamu tidak selingkuh kan, Natasha?" Tanya Zeo. Natasha yang baru saja ingin membuka pintu kamar segera berbalik menatap suaminya dengan tatapan penuh tanya.


"Apa maksudmu dengan kata selingkuh itu?" Tanya Natasha. Ia berjalan mendekati Zeo yang hanya diam.


"Beberapa bulan ini semua terasa aneh. Kau mulai menjauh!" Jawab Zeo dengan terus terang. Ia tak bisa menutupi rasa penasarannya terlalu lama.


"Katakan ya atau tidak tentang itu!" Ucap Zeo sekali lagi.


'Aku dan Sea merasakan hal yang sama.' batin Zeo. Pertanyaan itu terus melintas di kepalanya terlebih saat Natasha mengatakan kalau akan lebih sering pergi ke luar kota.


"Beberapa bulan ini kamu sangat aneh, Nata! Kau tidak selingkuh kan?" Pertanyaan itu terus ditanyakan oleh Zeo. Tak ada emosi yang terlihat saat Zeo mengatakan itu. Tapi, Natasha perlahan menunjukkan ekspresi marahnya. Terlihat dari tangannya yang mulai terkepal.


"Jawab dengan jujur, Natasha! Kau selingkuh kan?" Zeo perlahan berjalan mendekati Natasha. Tangannya perlahan memegang kedua tangan Natasha.


"Ya atau tidak?"


'Kumohon katakan tidak!' batin Zeo. Ia sangat ingin sekali mendengar jawaban dari Natasha.

__ADS_1


"Maafkan aku Zeo..."


...🍀🍀🍀...


__ADS_2