
...Bab 31:...
...**********...
...__________...
"Apa hanya alasan itu saja Kelas membaca ini ditutup, Chloe?"
"Entahlah. Menurutmu?" Tanya Chloe. Ia lekas berdiri dari perut Elizabeth dan berjalan mendekatiku. Tangannya terulur untuk membantuku berdiri.
Aku diam sesaat menatap uluran itu. Dengan senyum tipis, aku pun menyambut uluran itu. Tangannya mengelus tengkukku yang hampir terkena lemparan buku itu.
Aku dapat melihat Chloe tengah menuliskan sesuatu di sebuah buku kecil. Ia menyelipkan kertas itu dibawah gelas. Melihat Chloe mengambil tas, aku pun segera mengambil tas dan berjalan mengikuti Chloe yang sudah berada di pintu.
Sekilas aku menatap Elizabeth yang tergeletak tak berdaya.
'Kasihan ya!' batinku. Wajahku terasa gatal, bibirku mulai tersenyum lebar, hatiku sedikit menggebu gebu, tanganku perlahan terkepal. Sepanjang jalan yang ku ikuti aku kembali membayangkan saat Chloe menghajar wajahnya. Bukankah itu menyenangkan? Dia sudah menghina orang yang salah.
***
"Mau menemui yang lain, Chloe?" Tanya Seara pada Chloe yang tengah asik memainkan gawai nya di samping mobil Seara.
Tak mendengar jawaban Seara pun hanya diam dan membuka mobil untuk mengambil dua kotak susu dan berjalan kearah Chloe. Tak ada senyuman diwajahnya seperti biasa, lagipula Chloe sama sekali tidak menatapnya.
"Chloe ini untuk kamu!" tawar Seara dengan ramah tentunya penuh senyuman pada Chloe. Chloe menatap sekilas Seara dan mengambil satu kotak. Ponselnya ia simpan di saku seragamnya dan menusukkan sedotan ke susu kotak ditangannya. Seara menggeser tubuhnya atar tidak terlalu dekat dengan Chloe karena gaunnya.
Ia sangat bersemangat untuk hari ini dan memilih gaun bertema bangsawan yang sangat indah tentunya mewah. Gaun itu dipadukan dengan tataan rambut Seara yang rapih dan indah. Gaun berwarna merahnya dengan kilauan, sarung tangan yang begitu putih dan lembut, sepatu yang terlihat seperti terbuat dari kaca, kalung yang terpasang indah di leher jenjangnya, makeup tipis yang menghias wajah cantiknya, dan rambut yang setengah terkepang serta tiara kecil yang terhias berlian asli di atas kepalanya. Dia tampak seperti putri di dalam dongeng.
"Bukannya kau terlihat berlebihan hanya untuk sebuah eskul?" Tanya Chloe pada Seara yang ada di sampingnya. Ia dapat melihat Seara sedikit kesusahan karena ia memakai gaun yang rendanya berlapis lapis.
Seara terkekeh pelan dan menatap Chloe. Ia menyedot minumannya sampai habis lalu melempar kotaknya kedalam tempat sampah.
"Lemparan yang bagus!" Puji Chloe pada Seara. Tempat sampai itu berada di jangkauan yang cukup jauh. Ia sediri tidak akan percaya kalau lemparannya akan masuk.
"Karena di ekstrakurikuler itu ada kamu makanya aku semangat." Guman Seara, angin berhembus cukup kencang. Jari telunjuk Seara menyelipkan beberapa helai rambut yang menghalangi wajahnya ke belakang telinga.
Chloe hanya diam memandangnya dan tersenyum tipis lalu mengangguk. Tangannya mengotak atik ponselnya dan mendiamkan Seara sesaat.
__ADS_1
"Namun, sekarang itu hancur. Apa kau akan pergi?" Tanya Chloe pada Seara yang mencoba untuk berjongkok.
"Heh, untuk apa aku pergi? Berada disisi Chloe cukup menyenangkan loh!" Jawab Seara. Ia melirik jam di ponsel Chloe.
'Sudah waktunya.' batin Seara.
Ia menutup kembali mobilnya dan mengulurkan tangan pada Chloe.
"Ayo kita temui mereka. Disini sangat membosankan." Ajak Seara dengan senyum lebar. Tangan kirinya terulur pada Chloe yang disambut ramah dan kekehan pelan.
"Kau seperti seorang pangeran yang mengajak putrinya kabur." Gimana Chloe.
Seara hanya terkekeh dan memikirkan seberapa bodoh Chloe berpikir akan hal itu. Seara menatap tangannya yang di pengang oleh Chloe dengan cukup erat dan kemudian menatap ke depan.
'Seberapa banyak sabun yang aku butuhkan nanti.' Seara berjalan dengan cukup riang menuju lapangan basket.
***
"Itu mereka, Chloe!" Ucap Seara dengan riang. Kakinya sedikit meloncat melihat Larra, Estella, dan Vio sedang berlatih. Mereka mengikuti ekstrakurikuler Cheerleader dan sudah berteman selama beberapa tahun membuat mereka terlihat sangat akrab dan hebat.
'Wah, Chloe terlihat sedih.' Seara tersenyum dalam hatinya. Entah kenapa ia merasa hari ini sangat menyenangkan. Ia datang diwaktu yang ia perkirakan. Semua rencana berhasil dengan sempurna.
Seara melambai kearah Vio yang sedang merekam Larra dan Estella. Semua orang yang berada di lapangan kini menatapnya. Baik murid yang menjadi pemandu sorak maupun murid yang mengikuti ekstrakurikuler basket.
Seara mengangkat gaunnya dan berlari sambil menarik tangan Chloe yang sedari terdiam dan cukup murung.
"Wahh, lo cantik banget, Eve!" Puji Larra sambil memutari tubuh Seara.
"Ya kan!" Ucap Seara dengan bangga.
"Salam kepada cahaya kekaisaran!" Ucap Seara pada Viona yanga ada di hadapannya. Tangannya mengangkat gaun dengan anggun, salah satu kakinya terletak dibelakang, dan tubuhnya membungkuk dalam dengan kepala tertunduk.
Semua terdiam melihat apa yang dilakukan oleh Seara. Beberapa ada yang menahan nafas mereka. Dan cahaya seolah mendukung terarah pada Seara. Mendengar tak ada yang menjawab Seara mengangkat kepalanya menatap wajah Viona yang memerah.
"Bagaimana aku terlihat seperti seorang putri kan?" Tanya Seara sekali lagi.
"Kyaaa, dia cantik sekali!"
__ADS_1
"Apa dia seorang putri? Dia tampak seperti malaikat bagiku!"
"Malaikat mana ini yang turun tolong jemput aku!"
"Pertama kalinya aku tergoda oleh sorang gadis!"
"je veux être sa petite amie."
"Ahhh, apa emang boleh ya secantik itu?"
Seara hanya terkekeh mendengar beberapa pujian untuknya baik itu dari laki laki maupun perempuan. Beberapa perempuan disekitarnya berkumpul dan mendekatinya. Semua mulai bertanya tentang Seara yang berasa dari mana, lahir dimana, kelas berapa, skincare yang ia pakai, perawatan dimana, haircare, dan lain lain.
"Ahh, maaf gadis gadis aku tidak bisa menjawab kalau kalian terlalu banyak bertanya." Ucap Seara dengan pelan. Ia menggaruk tengkuknya. Matanya tadi jelas melihat Chloe menatapnya tajam.
Mereka perlahan mundur ada beberapa yang pergi ada yang menetap. Mereka sadar kalau tadi sedikit menyusahkan Seara. Salah satu gadis yang masih memakai seragam berdiri di samping Seara. Ia mengelus gaun Seara uang tampak lembut dan penuh kilauan.
"Kau memesan gaun ini dimana?" Tanya gadis itu sambil mendongakkan kepalanya menatap Seara.
"Pamanku yang memberikannya saat ulang tahunku kemarin. Aku tidak tau dia membelinya dimana." Jawab Seara. Ia sedikt ragu sebelum menjawabnya. Ia juga sebenarnya tidak tau dimana gaun itu dibuat.
"Hehh, kamu tidak berbohongkan?" Tanya gadis itu lagi. Ia tampaknya tidak percaya pada Seara.
Seara hanya mengangguk angguk dan menguatkan jawabannya kalau dia benar benar tidak tau. Seara berbalik menatap Larra dan Vio sedangkan Estella tengah bersama Chloe.
"Hii! Gimana aku seperti seorang putri kan?" Tanya Seara yang dibalas anggukan penuh semangat oleh keduanya.
"Ouh, btw. Kenapa kalian bisa ada disini? Bukannya ada kelas membawa ya?" Tanya Vio yang dibalas kekehan pelan oleh Seara.
Seara membawa kedua gadis itu sedikit menjauh dari Chloe dan berdekatan dengan sebuah kursi yang menjadi tempat nya duduk.
"Ahh, sedikit susah saat duduk. Klub membaca dibubarkan tau." Jawab Seara saat sudah merasakan sedikit nyaman saat duduk.
Viona tiba tiba tertawa di hadapan Seara yang mendapat tatapan tajam dari Larra dan bingung dari Seara. Larra lekas menutup mulut Viona, ia bahkan sempat memukul punggung Viona dengan kuat.
..."Kenapa lo ketawa bodoh?" ...
...☘️☘️☘️...
__ADS_1