PEMBALASAN SEARA

PEMBALASAN SEARA
MAMA DAN PAPA


__ADS_3

...Bab 47;...


...**********...


..._________...


"Ced! Jangan bilang kamu Gay, ya?"


Seara mengelus kepalanya yang sakit karena terpukul sendok oleh Cedric dan meringis pelan. Ia mendelik kesal menatap Cedric yang sama sekali tidak peduli.


"Kau sama sekali tidak menarik dimataku. Bukan berarti aku Gay!"


"Terserah!" Seara menelan sendok terakhir nasinya. Ia hanya mengambil sedikit mengingat berat badannya naik bulan ini.


"Tidak sekolah?" Tanya Seara basa basi. Mereka sudah telat 2 jam, tidak ada kemungkinan yang baik kalau mereka sekolah.


"Basa basi menjengkelkan."


Seara kembali mendesis kesal. Bersama Cedric bisa membuat darahnya naik. Ia mencuci piring yang baru saja Cedric tadlruh di wastafel dan lanjut mencuci piring piring kotor lainnya.


"Aku sudah membuat surat untuk kita berdua." Ucap Cedric sebelum menghilang dan masuk ke dalam kamar mandi.


"Aku ingin mandi."


Seara menatap dirinya dari kulkas yang sedikit samar. Ia masih menggunakan seragamnya. Kakinya mulai berjalan naik menuju kamar yang tadi ia tempati. Ia melihat ponsel, kunci, dan tasnya ada di sana. Seara merebahkan tubuhnya diatas kasur sembari memainkan ponselnya.


Ia dapat melihat beberapa notifikasi dari teman temannya terutama Jerremy yang terlihat menelpon ya berulang kali. Seara menekan nomor Jerremy dan mengirimkan pesan permintaan maaf dan mengatakan kalau ia sedang sakit. Seara juga mengirimkan beberapa pesan yang sama pada orang orang yang menanyakan kabarnya.


"Kapan pulang?" Cedric berdiri diambang pintu sembari bersandar dan melipat tangannya di dada.


Seara hanya mengeliat dan berbalik menatap Cedric kesal, "baru makan kok dah diusir?" Seara mendudukan tubuhnya dan memasukan barang barangnya kedalam tas.


"Kau saja tidur sehabis makan. Kau babi ya?" Ejak Cedric dengan tatapan menghinanya yang membuat netra merah Seara yang tertutupi soflets berkilat penuh kekesalan.


"Hemm. Aku akan mengadukanmu pada Chloe!" Kesal Seara ia melipat tangannya didada dan memalingkan wajahnya dari Cedric.


"Orang yang sudah diusir Chloe kok jadi sok ya?" Cedric berjalan mendekati Seara dan menarik tangan gadis itu agar turun dari kasur.


"Hei. Itu kasar." Seara berjalan mengikuti Cedric.


"Aku akan mengantarmu pulang. Jadi, cepat!"

__ADS_1


***


Seara menurunkan Cedric di tempat yang ia minta. Tak ada kata sampai jumpa atau sampai nanti yang Cedric ucapkan untuk Seara. Seara hanya menghela nafas dan kembali melajukan mobilnya menuju apartemen miliknya.


Setelah sampai di apartemen, Seara menekan lift dan segera naik menuju lantai yang ia tempati. Di lorong yang panjang ia menemukan seseorang yang tengah berdiri di depan pintunya. Dengan langkah lebar Seara menghampiri orang itu.


"Ada apa, Alvaro?" Tanya Seara sembari memasukan pin Apartemennya dengan cepat.


"Ahh, aku hanya penasaran kenapa kau tidak sekolah. Jadi, kenapa?" Tanya Alvaro, tangannya merangkul Seara dengan lembut dan masuk setelah Seara membukakan pintu.


Seara menghela nafas. Laki laki ini sedikit lancang. Ia kan belum bilang boleh masuk. Netra abunya bersitatap dengan netra Ash blue indah milik Alvaro.


"Kau tau Evelyn. Kau mirip seseorang yang pernah hadir dalam hidupku!" Ungkap Alvaro sembari mengikis jarak diantara mereka.


Seara yang sedikit kaget menetralkan wajahnya dan berjalan mundur menjauhi Alvaro. Ia menahan tubuhnya agar tidak jatuh ke sofa dan Alvaro yang semakin mendekat. Kedua tangan Alvaro berada dipinggiran sofa dan menopang tubuhnya saat berada tepat didepan Seara.


Seara menatap datar Alvaro dan mencoba menyingkirkan pikiran buruknya. Alvaro meletakkan kepalanya di bahu Seara membuat Seara menahan nafasnya.


"Kau sangat mirip dengan Seara."


***


Seara menenggelamkan kepalanya kedalam air yang memenuhi bathtubnya. Matanya terpejan merasakan dinginnta air yang menyelimuti tubuhnya.


Seara mengangkat kepalanya dengan cepat saat ia tidak lagi bisa menahan nafasnya. Ia melangkahkan kakinya menuju shower yang ada disebelah bakal mandinya dan segara memutar kram dan air mulai mengalir kembali membasahi tubuh Seara. Seara menatap dirinya dari kaca. Luka tubuhnya sudah mulai memudar, tattoo di lengannya juga terlihat, Softlens yang menutupi mataerahnya juga sudah hilang.


Yang ada di hadapannya hanyalah Seara Askara gadis yang penuh kesalahan.


"Apa Ayah senang ya dengan balas dendam ini?" Seara mendesis kalau merasakan matanya sakit. Ia menggosokan matanya dan segera menarik handuk putihnya.


Gaun merah muda sudah membalut tubuhnya. Seara memoleskan makeup yang sesuai dengan acara yang akan ia hadiri. Seara juga sudah menyiapkan apa yang akan ia bawa sebagai hadiah dan segara berjalan menuju ruang tamu.


Seara menatap dirinya sesaat sebelum benar benar keluar dari apartemen miliknya dikaca. Ia tersenyum lebar melayih senyum yang akan ia tampilkan di acara nanti.


***


"Selamat malam, Nyonya Elvaret!" Sapa Seara dengan senyum ramahnya. Ia sedikit membungkuk memberikan penghormatan. Seara mengangkat kepalanya menatap. Ibu dari Chloe menatapnya kaget.


"Hah, anak ini. Tidak perlu memanggilku Nyonya! Cukup Mama! Kau kan dan anakku tersayang berteman baik!" Ucap wanita dewasa itu sembari mengelus puncak kepala Seara dengan lembut.


Seara tersentak pelan. Matanya terasa gatal ingin mengeluarkan air mata. Tangan itu setelah sekian lama akhirnya mengelusnya. Kata katanya yang lembut terdengar sangat menenangkan tapi ia merasakan hatinya seperti tertusuk pedang saat mendengar perkataannya.

__ADS_1


"Apa boleh?" Tanya Seara dengan lembut sambari menundukkan kepalanya.


"Tantu saja. Kalau begini kan aku jadi punya anak dua!" Ungkap Natasha, lagi lagi membuat Seara ingin segera keluar dan menghajar siapa saja.


Selama ini yang ada dihati Natasha hanya Leonardo dan Chloe. Ia dan Ayahnya sudah lama pergi dari hidup wanita itu. Seara mengangkat kepalanya dan terkekeh.


"Chloe mana, Ma?" Tanya Seara dengan nada yang sedikit riang. Ia melakukan percobaan pertama.


Natasha tersenyum senang dan berjalan menuntun Seara menuju meja makan dari pintu besar rumah Chloe itu. Chloe menatap Seara kaget bahkan sendok yang ia pegang tadi terjatuh.


"Apa aku mengganggu kalian?" Gimana Seara yang didengar Natasha.


"Tidak kok. Chloe telat makan dan Papanya baru pulang." Ucap Natasha ia mendudukan Seara di depan Chloe atau di samping kanan Leonardo.


Seara tersenyum kaku. Ia tidak mengharapkan ini. Padahal rencananya ia ingin mengajak Chloe jalan jalan di restoran yang baru buka dekat dengan Mansion Chloe tapi orang yang ia ajak baru saja makan.


"Kenapa gak sekolah?" Tanya Chloe dengan tatapan penasaran. Piring didepannya sudah kosong.


"Ahahahaha... Aku telat bangun." Jawab Seara dengan tawa garing. Chloe menghela nafas dan menatap Seara garang.


"Berhenti menonton karakter fiksi itu. Itu hanya akan menggangu jam tidur dan nilaimu nanti!" Tegur Chloe yang dibalas anggukan oleh Seara.


"Karena Chloe yang minta aku turutin deh!" Ucap Seara dengan senyum lebar membuat Chloe tersentak.


"Kalau Jerremy yang minta?" Tanya Chloe ragu.


"Aku tolak dia saja menyibukkan malamnya dengan bermain game." Jawab Seara, ia meletakkan kotak yang sedari tadi ia pegang keatas meja.


"Aku bawa ini untukmu. Maaf kemarin yang aku buat hancur." Ungkap Seara dengan sedih bahkan Leonardo yang sedati tadi mengabaikan mereka kini menatap Seara bingung.


"Apa ini?" Tanya Chloe. Ia mengambil kotak itu dan membukannya.


Pie susu buatan Seara.


"Wahh, wangi banget. Mama boleh coba?" Tanya Natasha membawakan dua gelas susu didepan Seara dan Natasha.


Seara mengangguk, " Terserah, Chloe, Ma!"


Perkataan Seara membuat Chloe menatap Seara dengan kaget.


..."Ma? Kamu memanggil Mamaku dengan sebutan, Ma?" Tanya Chloe sedikit kencang pada Seara....

__ADS_1


...🍀🍀🍀...


__ADS_2