
...Bab 19;...
...__________________...
..."Bagaimana keadaan Chloe ya?"...
...*********...
"Indah." Ucap Seara tanpa ekspresi saat menatap pemandangan dari jendela pesawat yang ia naiki. Beberapa jam ke depan ia akan sampai di tempat tujuannya. Disampingnya tidak ada orang jadi ia bisa bebas melakukan apapun. Maria memilih duduk dengan Nicholas dan Seara duduk sendiri.
Seara sudah berpamitan dengan teman dekatnya yaitu Harry, Rosie, dan Olie. Ia berteman dengan mereka saat kelas 4 sd. Seara pindah kesekolah yang baru kurang nyaman di sekolah lamanya. Dan sekolah baru Seara lansung berteman dengan ketiga orang itu. Mereka bertiga bukan orang sembarangan karena Seara cukup pemilih.
Olivia Maddison, gadis itu seorang ballerina terkenal di usianya. Ia mengikuti banyak perlombaan dan juga seorang model cilik yang beberapa kali mengikuti lomba internasional. Dia memiliki wajah dan tubuh yang sangat bagus membuatnya mendapatkan beberapa hal dengan mudah.
Rosie Anna Mclean, gadis tinggi dengan rambut merah gelap yang memesona. Dia sering mengikuti perlombaan dalam beladiri. Ia gadis yang sangat kuat bahkan Harry yang merupakan salah satu atlet bela diri pun kalah oleh Harry. Hal itu yang membuat Seara dengan senang hati menerima Rosie berada disampingnya.
Harry Orld Vincent, laki laki dengan paras yang sangat indah. Jalan dan tata bicaranya yang seperti bangsawan membuatnya sangat terlihat mengagumkan. Gadis gadis disekolahnya sangat memuja Harry. Nilai akademik dan non akademik laki laki itu sangat baik dan stabil. Ahli bela diri dan bahasa membuat Seara dengan senang hati saat diajak berteman oleh laki-laki itu.
Pertemuan keempatnya karena tugas kelompok membuat Seara sangat bahagia. Ia mendapat berlian berharga dalam sekali gerakan. Ia dengan senang hati tersenyum menanggapi ke tiganya.
"Ahh, kini aku harus mencari yang baru." Gumam Seara. Ia mengeluarkan sebuah novel dari tas kecilnya. Novel yang bercerita tentang gadis kecil dengan impian besar namun konyol.
"Aku ingin menjadi seorang Cinderella." Gumam Seara. Ia membaca judul dibuku itu dengan pelan. Buku itu tiba tiba ada di meja belajarnya saat di sekolah. Ia tidak sempat membaca dan tidak punya keinginan.
'Novel dengan judul yang konyol!'
Seara membuka lembar pertama. Terdapat ilustrasi yang sangat indah dipandang mata. Gadis dengan rambut berwarna Hitam panjang bergelombang dan iris merah kelam. Seara mengulum senyum dengan perlahan.
Ini seperti kebetulan yang sangat kebetulan. Gadis itu tampak seperti Seara. Surai hitam dan iris merah yang sangat mengerikan.
Gadia diilustrasi itu tengah memegang sebuah sapu sambil berjongkok dan terlihat berbicara dengan beberapa kucing dan ayam. Di belakang gadis itu ada sebuah rumah dengan desain kuno disamping rumah itu ada sebuah pohon besar dengan rumah pohon di atasnya.
__ADS_1
"Mari kita baca ini!"
..._______________...
"Seara! Bangun!" Ucap seseorang sambil menggoyang goyangkan tubuh Seara yang tengah tertidur. Buku yang ia tadi baca sudah tergeletak disamping Seara.
Seara perlahan bangun dengan wajahnya yang terlihat lesu. Matanya menatap wanita dewasa di depannya. Tangannya terangkat dan mengucek-ucek matanya supaya dapat melihat dengan jelas.
"Kita akan sampai dalam beberapa saat lagi! Jadi, bereskan barang barangmu!" Perintah Maria sambil menatap barang barang Seara yang cukup berangkatkan disamping kursi Seara.
"Ah, baiklah! Bagaimana tadi, Tan?" Tanya Seara sambil menaikan seringaiannya.
"Heh, jangan aneh aneh kamu!" Tegur Maria. Ia mengekus rambut Seara pelan dan berjalan kembali ke kursinya.
"Ehh, padahal aku hanya bertanya." Gumam Seara sambil memasukkan novel yang ia baca tadi.
Ceritanya sangat aneh dan berantakan. Entah kenapa buku itu bisa dicetak. Seara memoleskan liptint di bibirnya dan membedakki wajahnya agar terlihat tidak kusam. Rambutnya ia gulung dan ia jepit dengan jedai kupu-kupu miliknya.
"Bagaimana kabarmu teman baikku Chloe?"
...**********...
"Jadi, Paman Nic tidak akan bersama kita?" Tanya Seara. Ia menyeret kopernya dengan tangan kiri sambil menatap jam dari ponselnya.
"Yah seperti itu lah. Dia harus menghadiri rapat di kantor dan akan menyusul. Barang barang lainnya akan diantar oleh bawahanmu kan?" Tanya Maria pada Nicholas setelah menjawab pertanyaan Seara.
"Ehh, padahal aku ingin menunjukkan sebuah permainan yang seru pada Paman!" Gerutu Seara. Ia menunjukan wajah kecewanya pada Nicholas.
"Kau bisa menceritakan game itu saat malam nanti!" Saran Nicholas. Ia memasukan koper Seara dan Maria ke dalam bagasi. Nicholas melemparkan kunci mobil kepada Seara.
"Kendarai dengan baik! Itu mobil baru." peringat Nicholas. Seara hanya mengangguk pelan dan masuk kedalam mobil setelah memeluk Nicholas memberikan salam perpisahan walau mereka akan bertemu nanti malam.
__ADS_1
Dari dalam mobil, Seara dapat melihat Nicholas yang memeluk Maria dan memberikan beberapa kata perpisahan. Seara memandang datar kejadian itu. Ia sedikit iri namun apa boleh buat.
'Aku tak punya seseorang untuk diajak berkencan'
Maria membuka pintu dan perlahan naik kedalam mobil. Ia melambaikan tangan dari jendela saat Seara mulai mengendarai mobil itu keluar dari bandara.
"Kau bisa mengendarainya ya! Sejak kapan?" Tanya Maria, ia sibuk memandangi dan menyentuh hal hal yang ada didalam mobil itu. Mobil itu sangat menakjubkan untuk ia tumpangi.
"Sejak kelas 8, kalau tak salah aku bolos bersama Harry dan Rosie dan pergi ke pantai. Aku mengendarai mobil milik Olie saat kuncinya aku curi dari Olie." Ungkap Seara yang mendapat pukulan kecil dari Maria. Seara tertawa pelan dan menatap Maria di sampingnya. Lampu merah membuat mereka harus menunggu.
"Olie yang mengajarkanku dan saat percobaan pertama aku berhasil. Maka itu Olie memberikan aku kuncinya. Dia selalu menyuruhku mengantarkan dia ke sekolah saat aku bersamanya. Dia bilang ingin bersantai." Seara memberikan penjelasan atas kejadian itu.
Olie mengajarkannya menaiki Mobil saat kelas 7 lebih tepatnya supir Olie yang mengajarkannya. Olie bilang ia bosan diantar oleh sopirnya. Seara jelas menerima ajaran itu. Dan di percobaan pertamanya, dia langsung bisa mengendarai mobil itu. Besoknya Olie menelepon Seara untuk berangkat bersama dan saat sampai dirumah Olie, gadis itu melempar kunci mobil pada Seara dan berangkat dengan Seara yang mengendarai mobilnya.
Namun tentang kejadian bolos itu. Seara benar benar mencuri kuncinya. Olie tengah asik mendengarkan penjelasan guru seni dan mengabaikan Seara yang dengan perlahan mengambil kunci di laci meja Olie dan saat sudah mendapatkan kunci itu, ia keluar dengan izin ke toilet. Diparkiran Rosie dan Harry sudah menunggu untuk membolos bersama. Dan mereka pun pergi ke pantai. Hal itu membuat Olie mendiamkan ketiga temannya selama seminggu penuh.
"Tapi mencuri adalah kesalahan Seara! Kamu harus menuruti peraturan! Dilarang mencuri!" Tegas Maria. Ia menatap tajam dan penuh keseriusan pada Seara.
"Aku mengendarai mobil ini adalah kesalahan Tan! Kenapa gak dilarang?" Tanya Seara dengan nada datarnya. Maria terdiam dan mengalihkan pandangannya kedepan.
"Ahh, kalau gitu kita akhiri saja disini pembicaraan tentang mobil. Kau tau kita akn kemana?" Tanya Maria sambil mengeluarkan ponselnya dari tas. Ia membuka sebuah aplikasi dan mencari sebuah alamat.
"Ikuti ini! Ini tempat tinggal kita yang baru." Jelas Maria sambil memberikan ponselnya pada Seara yang jelas ditolak.
"Bacakan saja, Tan! Kenapa gak rumah yang dulu?" Tanya Seara dengan penasaran. Ia padahal suka dengan rumah Maria yang dulu. Ia juga penasaran dengan ruangan yang ia temukan dulu.
"Ah, belum di bersihkan jadi kita di sini saja. Akan dekat dengan sekolah barumu." Ucap Maria dia mengarahkan tangannya ke kanan memberitahu Seara kalau mereka harus belok kanan.
"Sekolah baru? Dimana?" Tanya Seara. Ia sudah menargerkan satu sekolah untuk ia tempati dan ternyata Maria telah mencarikannya untuk sekolah dimana.
..."Em, apa namanya A'S High School kalau tidak salah."...
__ADS_1
...*********...