
...KELUARGA...
...________________________________________...
Seara melambaikan tangan kearah teman temannya. Ia baru saja pulang dari kerja kelompok di rumah salah satu teman sekelompok nya. Ia berpisah sedang salah satu temannya di pertigaan komplek rumahnya.
Seara berjalan dengan hati hati melewati genangan genangan air yang ada di jalanan. Hujan baru saja berhenti saat hari sudah mau malam. Ia bersyukur saat hujan berhenti hingga ia tak perlu menginap di rumah temannya.
Langkah kaki kecilnya terhenti menatap orang yang ia kenal sedang berpelukan dengan seseorang.
'Papa dan Tante Maria sedang apa di sana?' batin Seara.
Kaki kecilnya yang tadi melangkah dengan hati hati kini berlari menerobos jalanan. Tak peduli dengan sepatu hitamnya yang basah karena terkena air dan kaus kakinya yang kotor. Ia langsung melompat dan memeluk ayahnya dari belakang.
"Papa!" Sapa Seara sambil menatap Maria yang terkejut melihat kehadirannya.
Maria mundur beberapa langkah begitu juga dengan Zeo ayah Seara. Zeo menggendong anaknya di depan.
"Kenapa tiba tiba meloncat? Kalau jatuh bagaimana!" Tegur Zeo. Seara terkekeh menanggapi teguran Zeo. Seara kembali menatap Maria.
"Tante kenapa peluk Papa?" Tanya Seara dengan datar. Ia menunjukan wajahnya yang lain. Ia tidak ingin Mama dan Papanya bertengkar seperti di Novel.
"Ehh, hanya pelukan kerinduan, kok!" Jawab Maria sambil mengelus kepala Seara.
"Benarkah?" Tanya Seara pada Zeo dengan wajah penuh tanya yang terlihat menggemaskan.
"Ya, ya, ya! Tante Maria benar. Dia baru saja kembali dari Amerika!" Jawab Zeo sambil menurunkan Seara dengan perlahan.
Seara tersenyum licik menatap Maria. Tangannya terulur sambil tersenyum manis.
"Mana oleh oleh!" Ucap Seara dengan ceria membuat semburat merah di pipi Zeo dan Maria.
'Sea sangat imut!' batin Zeo dan Maria bersamaa.
"Eits, tidak boleh seperti itu, Sea!" Tegur Zeo sambil menurunkan tangan Seara yang terulur.
"Tidak apa Zeo! Sea, oleh olehmu ada di mobil!" Ucap Maria sambil menunjuk mobil putih yang terparkir tak jauh dari tempat mereka.
__ADS_1
"Huwaaaa, terimakasih!" Senyum lebar Seara terukir. Rambut hitamnya yang panjang tertiup angin terlihat sangat indah bagi Zeo dan Maria.
"Mari kita pulang!"
🍀🍃🌿
"Zeo!" Bentak Natasha saat melihat suaminya turun dari mobil wanita lain. Wajahnya yang semula marah mulai berubah saat melihat Seara yang tertidur didalam gendongan Zeo.
"Kenapa dia ada padamu?" Tanya Natasha dengan dingin sambil menatap wanita asing yang ada didekat suaminya.
"Ck, jangan ribut! Sea baru saja tertidur!" Tegur Zeo, ia berjalan melewati istrinya yang memasang wajah kesal di dekat pintu.
Natasha berdecak kesal mendengar kata suaminya. Ia kembali menatap kesal wanita asing di dekatnya. Berjalan beberapa langkah mendekati wanita itu dan berdiri didepan wanita itu.
Tangannya terangkat dan mendorong wanita itu dengan jari kanannya.
"Jangan rusak rumah tanggaku!" Peringat Natasha dengan tajam. Jari tengahnya terangkat dan mundur sambil menjulurkan lidahnya.
"Siapa yang merusak, Hah?" Tanya wanita itu.
🍀🍃🌿
"Nihhh!" Chloe memberikan minum yang tidak diterima oleh Seara. Salah satu guru yang melihat membantu Seara dengan menepuk-nepuk punggung Seara. Dan akhirnya permen itu keluar.
Seara menatap tajam Chloe dan berterimakasih kepada gurunya. Chloe menggaruk tengkuknya sambil tertawa kecil. Ia tak berani menatap Seara.
"Kau ingin aku mati ya!" Seara menjitak dahi Chloe dengan pelan. Chloe meringis kalau dahi mulusnya di jitak Seara. Kedua tangan kecil Chloe terangkat menutupi dahinya.
"Ahh, sakit, Sea!" Ringis Chloe yang balas tatapan tak peduli dari Seara.
Tangan kanan Seara mengambil minuman yang disodorkan oleh Chloe tadi. Ia masih tak percaya akan perkataan Chloe yang bilang kalau mereka akan jadi keluarga.
Seara tidak bodoh. Jika, mereka menjadi keluarga bukankah orang tua mereka akan saling menikah.
'Apa Mama dan Paman Leo akan menikah? Atau Papa dan Paman Leo? Itu tidak mungkin! Kalau salah satu dari orangtuaku menikah dengan Paman Leo, bagaimana dengan yang satunya?' batin Seara. Ia sangat pusing memikirkan teori teori itu dan mulai mengabaikan Chloe yang sedang bercerita.
"Sea!"
__ADS_1
"Seara!"
"Seara!"
"Hello! Seara Askara!" Teriak Chloe di depan wajah Seara. Seara tersentak dan mundur beberapa langkah. Wajah Chloe sangat dekat dengan wajahnya. Itu membuatnya kaget.
"Sea! Kau mengabaikan aku!" Ungkap Chloe. Ia memberikan alasannya.
"Maaf, aku melamun tadi! Oh, ya sampai mana kita mengerjakannya?" Tanya Seara sambil menatap soal yang sama sekali belum diterangkan oleh guru namun mereka harus bisa mengerjakannya.
"Kau mengerti soal ini Sea?" Tanya Chloe sambil menumpukan wajahnya di kedua tangannya.
"Aku mengerti, aku paham, dan aku bisa mengerjakannya!" Jawab Seara tanpa menatap Chloe. Tangannya dengan santai menulis angka angka dan menghitungnya dengan cepat.
"Kau bukan manusia!" Ejek Chloe. Chloe menyimpulkan bahwa Seara bukan manusia setelah melihat bakat bakat Seara.
Dia bisa menjadi apa saja. Matematika, bahasa Inggris, Mandarin, Seni, olahraga, dan lain lainnya. Seara unggul dimana saja. Walau itu membuat Chloe kesal tapi itu tak apa baginya. Seara berada di sekitarnya.
'Seara cocok jadi temanku!' batin Chloe dengan mengeluarkan smirk nya.
"Kita Duo yang hebat, ya!" Ucap Chloe dengan tatapan penuh arti. Seara mengangkat wajahnya dari buku dan menatap Chloe.
"Apa maksudmu?" Tanya Seara. Ia meletakkan pensilnya dan menatap Chloe dengan tatapan yang juga penuh arti.
"Aku memiliki segalanya. Kekayaan dan kekuasaan! Dan kau bisa melakukan banyak hal! Kita bisa menjadi adik kakak yang hebat. Dimana pun kita berada, kita akan menjadi yang pertama. Aku bisa memberikanmu bantuan seperti uang atau memberikan kekuasaan dan kau bisa memberikan aku bantuan dalam pelajaran. Ya, walau aku pintar tapi tidak seperti mu!" Jawab Chloe panjang lebar. Seara mengangguk pelan. Ia kembali menulis.
"Maka dari itu kalau kau tidak berguna kau akan aku usir!" Gumam Chloe yang didengar oleh Seara. Seara berhenti menulis. Ia menulis sesuatu disebuah kertas tak terpakai.
'Aku tak peduli!'
"Ya, ya, ya. Lagipula kita akan bersama nanti!" Ucap Chloe.
"Apa sih maksudmu? Dari terus berkata kita akan jadi keluarga, adik kakak, duo?" Tanya Seara dengan malas. Ia sedari tadi dibuat bingung.
"Ehh, Mama Nata belum ngasih tau?"
🍀🍃🌿
__ADS_1