PEMBALASAN SEARA

PEMBALASAN SEARA
ORANG BARU


__ADS_3

...Bab 21;...


..."Sayang sekali ia tak cukup pintar."...


..._________________...


'Kringg'


'Kringg'


'Kringg'


Dengan malas seorang gadis mematikan alarm yang terpasang di ponselnya. Tangannya mengambil ponsel yang tergeletak di meja. Sudah pukul 5 pagi tanda ia harus segera bangun dari kasurnya. Gadis itu menatap dirinya dari kaca yang terletak di sudut kamar dekat dengan jendela.


"Morning Eve!" Sapa gadis itu. Kini ia sudah menetapkan namanya adalah Eve bukan Seara lagi.


Dengan perlahan Seara berjalan menuju meja belajarnya. Tangannya menarik kursi dan mendudukkan bokongnya di tempat itu. Ia mempelajari materi yang belum ia pelajari saat di sekolah lamanya. Ia sudah cukup lama tidak memegang buku pelajaran karena sibuk dengan barang barunya. Dua hari yang lalu ia dan Maria sibuk berbelanja di mall untuk kebutuhan rumah yang tentaunya di bayar oleh Nicholas.


'Dia sangat kaya.'


Jarum panjang jam menunjuk kearah angka enam dan jarum pendek berada ditengah tengah lima dan enam. Seara lekas menyimpan bukunya dan menarik handuk yang tergantung di balkon kamar.


Setelah selesai membersihkan dirinya, Seara lekas memakai seragam barunya. Kemeja putih dengan logo sekolah di lengan sebelah kanan dan di saku, dasi panjang berwarna navy, rok rempel berwarna biru tua dan hitam selutut, Seara juga memakai kaus kaki putih panjang dan sepatu hitam yang disediakan khusus oleh sekolah.


Wajah Seara dipoleskan bedak tipis dan liptint di bibirnya. Ia tidak perlu memakai bulu mata palsu atau membuat alis karena wajahnya sudah indah tanpa make up sedikitpun. Rambut hitam panjangnya ia ikat setengah dan diberi pita berwarna putih sebagai hiasan. Ia terlihat manis dengan penampilan seperti itu. Kakinya berjalan menuju meja belajar dan mengambil tas serta ponsel miliknya. Ia sudah menyiapkan perlengkapannya sebelum tidur.


"Pagi Sea!" Sapa Nicholas setelah Menyeruput kopinya. Di tangannya sudah ada koran.


'Dia terlihat seperti bapak bapak.'


"Pagi Paman Nic!" Balas Seara. Ia mendudukkan bokongnya di salah satu kursi di meja makan. Ia mengambil piring dan menuangkan sarapannya.


"Tapi, lebih baik panggil aku Eve saja!" Sambung Seara tanpa menatap Nicholas yang Menggeleng pelan.


"Tidak, tidak! Dirumah ini namamu tetap Seara! Tidak bisa di bantah." Ucap Nicholas dengan tegas dan sedikit dingin membuat Seara terkejut dalam hatinya.


"A-ah baiklah!" Seara memasukkan sendok berisi nasi goreng kedalam mulutnya.


'Sudah lama tidak makan nasi goreng' Seara menatap jam di tangannya. Masih ada satu setengah jam lagi kelasnya nanti dimulai.


"Aku akan berangkat sendiri." Ucap Seara tiba tiba mmembuat Maria yang baru saja masuk kedalam dapur terkejut.


"Nic bisa mengantarmu Sea." Maria berjalan kearah Seara dan duduk di kursi depan Seara.

__ADS_1


"Ah, tidak usah. Aku bisa naik motor atau mobil! Atau mungkin bus?" Seara tidak ingin berangkat dengan Nicholas karena ingin melakukan beberapa hal dulu.


"Ehh, kenapa?" Tanya Maria. Ia mengambil gelas dan menuangkan air minum untuk Seara.


Seara mengangguk berterimakasih atas minum pemberian Maria, lalu menganggeleng pelan.


"Itu akan merepotkan Paman Nic!" Jujur Seara. Ia memang tidak ingin merepotkan Nicholas yang telah membantunya beberapa hari kebelakang.


"Baiklah. Kau bisa membawa mobil yang kemarin, Sea!" Ujar Nicholas. Ia memberikan kunci mobil itu kepada Seara yang dibalas anggukan oleh Seara.


"Jangan terlalu memanjakannya Nic!" Ucap Maria. Ia menatap tajam Nicholas. Ia tidak ingin Seara berangkat sendiri. Ia takut gadis itu kenapa napa.


"Aku tidak memanjakannya Mary!" Bantah Nicholas ia berdiri dan menjauh dari Seara dan Maria.


Maria yang melihat Nicholas pergi lekas menghampirinya. Terdengar mereka berdebat tentang Seara dan orang yang sedang di perdebatkan tengah asik bermain ponsel.


Ia mengikuti akun gosip sekolah yang akan ia tempati. Admin akun itu baru saja memberikan postingan baru. Sebuah foto yang blur dengan tanda tanya yang menimpa foto itu.


"Akan ada murid baru di bulan September ini! Gadis cantik atau Pria tampan ya? Berikan komenan kalian!"


Seara membaca banyak komen yang menanggapi akun gosip itu.


Sisilyy_cans dia pasti cogan dehh! Klo enggak aku bakal kayang dikamar mandi ;)


Ily.Bobatea Dia pasti jadi bahan bullyan My Queen deh


SeraLov_ Chlo bukan tukang bully ya @Ily.Bobatea tukang pitnah!


JhonAddi Calon pacarku yang ke-1234 pasti!


"Sea!" Panggil Maria. Searame malingkan pandangannya dari ponsel. Pesan dan balasan orang orang menurutnya sangat tidak penting. Tak berisi info apapun yang bisa dipetik. Seara berjalan dengan ditangannya segelas susu.


"Sudah mau berangkat?" Tanya Maria. Ia mengeluarkan beberapa lembar uang berwarna merah untuk Seara yang diterima dengan ucapan terimakasih.


"Yang yang minggu kemarin masih ada loh, Tan!" Seara menatap Maria sekilas sambil menyalan lagu yang ponselnya telah teroasang headphone.


"Udah gapapa! Disana semua mahal!" Jelas Maria. Seara mengangguk pelan. Tangannya terulur menyalimi Maria dan berjalan menuju bagasi. Gelas yang berisi susu itu sudah ia titipkan kepala satpam yang menjaga rumahnya.


Di depan pintu mobil yang akan Seara naikki sudah terparkir dan siap untuk dikendarai Seara. Seara sedikit menunduk saat berhadapan seorang kakek tua yang merupakan salah satu tukang kebun untuk memberi sapaan atau salam.


Seara perlahan mengendarai mobilnya menuju sebuah perumahan sederhana. Bibirnya mengeluarkan senandung kecil sambil mengingat sesuatu. Matanya menatap ke kanan dan kekiri melihat sekitar.


"Banyak yang berubah ya!" Cuman Seara.

__ADS_1


Ia melihat sebuah taman kecil dengan beberapa wahana permainan anak anak di tengahnya. Ia menatap dua ayunan yang saling bersebelahan. Tangannya mengepal mengingat suatu kejadian dimana ia bertemu gadis cengeng licik yang membuat kebahagiaannya hancur. Dengan sekali putaran mobil Seara berbalik dan menuju sekolah barunya.


Ia tidak bisa lama lama reuni mengingat masa lalunya.


...***********...


Jalanan yang ramai dan penuh polusi membuat Seara mengumpat didalam mobilnya. Katakan ia bodoh karena terlalu tergoda oleh eskrim dipinggir jalan melupakan fakta bahwa ia seharusnya sudah ada di sekolah dan duduk dibangkunya. Seara menginjak gasnya dan dengan cepat menyalip kendaraan didepannya. Sekolahnya berada 500m didepan dan sebentar lagi ia akan sampai di-


'Brakk'


Ia menabrak sesuatu. Seara dengan cepat turun dari mobilnya. Ia bukan orang yang tidak bertanggung jawab maka dari itu ia segera turun. Matanya menangkap seorang gadis dengan pakaian sekolah yang sedikit kebesaran tergeletak dipinggir jalan. Ia melihat sekitar tidak ada orang sepertinya gerbang sekolah sudah ditutup. Kaki nya berjalan dan menghampiri gadis itu.


"Ahk- sa-kitt.." Ringgis gadis itu sambil memegang lututnya. Seara lekas menggendong gadis itu ke dalam mobilnya.


"Apa perluku bawa ke rumah sakit?" Tanya Seara pada gadis itu yang nampak mulai sadarkan diri.


'Apa dia tidak pingsan setelah aku tabrak tadi?' Seara menatap khawatir gadis itu bukan karena takut dengan apa yang akan gadis itu rasakan, ia takut dengan hukumannya.


"Ahh, tidak usah! Aku sudah pernah terkena yang lebih parah lagi pula gadis hanya terserempet saja kok!" Terang gadis itu sambil mengangguk anggukan kepalanya.


Seara terdiam dan menatap dalam kaki gadis itu yang mengeluarkan darah. Seara kembali masuk kedalam mobil dan mengendarai mobilnya menuju parkiran.


"Lebih baik di obati di UKS, kan?" Tanya Seara yang dibalas anggukan oleh gadis itu.


'Dia cukup baik tidak minta ganti rugi.' Seara senang uangnya tidak perlu keluar untuk membayar ganti rugi. Lagi pula ini tidak sepenuhnya salah Seara bukan.


Gadis itu tiba tiba melewati di depan Seara saat mobilnya melaju cukup kencang dan gadis itu kini tengah mengelus elus lututnya.


"Namamu siapa? Dan kelas berapa, gadis cupu?" Tanya Seara ia sedikit mengejek gadis itu. Mobil Seara sudah terparkir dengan rapi di parkiran walau ia sedikut bermasalah saat masuk sekolah. Ia harus menunjukan formulir pendaftarannya baru di oerbolehkan masuk walau sudah telat.


"Gadis cupu?" Guman gadis itu yang tentunya didengar Seara karena Secara baru saja membukakan pintu untuk gadis itu.


"Namaku Riana Anjani kelas 11 IPA 4! Kamu murid baru ya? Ah, ahhk!" Tanya gadis itu. Ia sedikit memekik saat Sara menggendong gadis itu didepan.


Seara sedikit menarik sudut bibirnya. Ia pikir gadis itu akan ringan namun ternyata cukup berat. Ia juga menyayangkan fakta gadis itu tak cukup pintar atau kaya.


"Bisa tunjukkan UKSnya, Ana?" Tanya Seara sambil menatap wajah Rianya yang tampak merah.


"Lu, lurus ke depan lalu belok kiri!" Jawab Riana dengan gugup. Wajah Seara sangat cantik dan tegas, ia sedikit takut dengan gadis itu. Padahal Seara memakai tampilan yang cukup imut. Namun hawanya cukup tak bersahabat bagi Riana.


...*******...


..."Nak Evelyn sepertinya mendapat masalah di hari pertama, ya?"...

__ADS_1


__ADS_2