
...Bab 27:...
...*********...
..._________...
"Hah?" Seara memiringkan kepalanya.
"Masa sih?" Ucap Secara dengan wajah terkejut. Ia menatap sekelilingnya yang melirik kearahnya. Ia menyelipkan rambut yang mulai mengganggu wajahnya. Ia menghembus kan nafas kesal dan mendekati Estella.
"Siapa gadis menyebalkan yang meniruku?" Ungkap Secara dengan kesal. Ia melirik ponsel Estella yang menunjukkan sebuah foto seorang gadis dengan seragam sekolah yang terlihat indah melekat dengan tubuhnya. Disamping gadis itu terdapat 2 gadis lain dan seorang anak laki-laki yang tersenyum lebar dengan tangan yang merangkul gadis mipir Secara tadi.
Secara menatap foto itu dalam dia. Gadis itu adalah dia. Ia sepertinya melewatkan banyak hal. Ia sudah menghapus banyak hal tentang kehidupan sebelum ia memulai balas dendam. Mulai dari akun sosial medianya, foto fotonya, penghargaannya, semua jejak tentang dirinya. Ia juga memberitahu ke tiga temannya agar tidak memberi tahu siapapun tentangnya. Ia memang tidak memberitahu rahasianya namun, ketiga temannya dengan senang hati menetup keberadaan Seara. Mereka rela melakukan banyak hal hanya untuk Seara.
"Sudah kuduga kegunaan mereka itu banyak
~ Seara."
Seara memiringkan kepalanya. Ia sudah menganti warna mata soflensnya menjadi warna abu dengan sedikit warna kecoklatan. Rambutnya yang dulu tidak terlalu bergelombang dan tidak menggunakan poni, Seara yang sekarang menggunakan poni dan dibawah mata kanannya terdapat tahi lalat buatan, tatto yang ada di lengan kanan atas Seara pun sudah ia tutupi. Seara yang dulu terlihat seperti gadis ambis dengan muka misterius, cukup jauh berbeda dengan Seara sekarang yang terlihat seperti gadis penuh gairah dan keinginan.
"Hehh, gadis ini bukan aku ya! Walau dia sangat cantik, tetapi aku tidak sejutek itu!" Pekik Seara cukup kencang. Mereka berada diclub suaranya tidak akan terlalu mengganggu orang lain sebab ramainya suara.
"Namanya siapa?" Tanya Chloe dengan penasaran. Semua orang yang tadinya asik menatao Seara dan Estella mengeluhkan pandangan mereka dan menatap kearah Chloe yang tengah meminum minumannya.
Chloe berjalan dengan kaki jenjangnya menuju Seara yang masih menatap fotonya dengan seksama. Ia memerhatikan setiap sudut foto. Ia merasa tidak pernah berpoto ditempat itu tapi gadis itu memang dirinya.
"Siapa dia?" Tanya Chloe. Ia menggambil ponsel itu dari tangan Seara yang tengah memandang ponsel itu.
Seara membalikkan tubuhnya menatap Chloe yang tengah membulatkan mata menatap ponsel Estella. Ponsel milik Estella terjatuh dari tangan Chloe. Chloe terdiam tak menanggapi ungkapan kesal Estella yang ponselnya terjatuh. Larra dan Viona ikut mengumpati Chloe dan menenangkan Estella kedua laki-laki lainnya hanya diam seolah hal itu merupakan hal biasa.
Seara tersenyum sebentar sebelum menghampiri Chloe dengan wajah Khawatir. Tangannya mengelus punggung Chloe dengan lembut dan tangan satu laginya menggenggam tangan Chloe.
"Apa ada yang menakutkan Chloe?" Tanya Seara dengan lembut. Wajahnya tersenyum dan mengapai tangan Chloe yang satunya.
"Semua akan baik baik saja, Chloe!" Gumam Seara di telinga Chloe.
Chloe menatap mata Seara yang tampaknya menampilkan ketulusan. Senyum diwajah Seara membuat dirinya ikut tersenyum. Tangan Chloe perlahan terlepas dari tangan Seara. Ia mengambil tas nya dari meja.
"Gue duluan, ya." Pamit Chloe tanpa menunggu jawaban lekas pergi dari tempat itu.
Seara dan yang lain hanya diam memandang Chloe yang mulai hilang tertutupi oleh orang-orang.
"Jika tidak ada Chloe pasti akan membosankan." Gumam Seara sambil menatap yang lain. Tangannya mengambil tas.
"Heii teman teman! Aku duluan yaa. Dah malam soalnya!" Pamit Seara. Larra mendengus kesal dan berkacak pinggang menatap Seara.
"Lo kok ikut ikutan si Chloe, sih!" Kesal Larra yang dianggapi anggukan oleh Viona.
__ADS_1
"Dah malam ini loh! Nanti aku dimarahin!" Jawab Seara ia menghentakkan kakinya kesal dan pergi dari sana dengan cepat.
Matanya menatap sekitar saat telah keluar dari pintu utama. Kakinya menendang kerikil yang ada disekitarnya saat tidak mendapatkan orang yang ia cari.
"Larra sialan. Gara gara dia Chloe dah balik!"
"Ach!"
Seara melirik kearah suara itu. Terdapat tiga laki-laki tengah merokok di samping sebuah mobil sport berwarna merah. Dengan kesal orang yang terkena batu tersasar itu melirik kearah Seara. Seara terkekeh pelan sambil menggaruk tengkuknya.
Ia sepertinya mengenali ke tiga laki laki itu.
Ketiga laki laki itu berjalan mendekati Seara. Seara hanya diam menunggu orang-orang itu ada didepannya. Laki laki yang terkena tendangan batu itu berdiri didepan Seara dengan kesal.
"Cepet minta maaf, lo!" Pekik Laki-laki itu.
Seara terdiam menganggapi permintaan laki-laki itu dan segera membungkukkan sedikit punggungnya.
"Maaf, ya! Evelyn gak sengaja." Ucap Seara dengan tulus.
Ketiga laki-laki itu sedikit terkejut saat Seara juga membungkukkan punggungnya. Laki-laki itu pun menghela nafas setelah Seara meminta maaf padanya.
"Ya, gue maafin tapi ada syaratnya!" Ucap laki laki itu dengan smirk di wajahnya.
"Apa itu?" Tanya Seara dengan cepat. Ia tidak bisa berlama lama ditempat itu. Jika ada yang mengenalnya mungkin, ia akan dicap sebagai gadis nakal.
"Kok lo pulang duluan sih, Jer?" Tanya laki-laki dengan kaca mata diwajahnya sambil menarik kerah laki laki yang dipanggil Jerr tadi.
"Besok kita ada ulangan harian Mrs. Sendy, bego!" Ucap laki-laki itu lalu merangkul Seara menjauh dari dua laki-laki itu yang masih terdiam menuju kearah parkiran.
"Dimana mobil lo?" Tanya laki-laki itu kearah Seara yang tengah mengeluarkan kunci dari tasnya.
Seara menunjuk mobilnya yang terparkir rapih di antar mobil mobil lainnya. Laki-laki itu berdecak kagum melihat mobil Seara.
"Mobil lo bagus ya!" Puji laki laki itu. Ia perlahan masuk saat Seara sudah membuka pintu mobil untuk laki laki itu. Seara berlari kecil agar cepat masuk kedalam mobil dan pulang.
"Rumah kamu dimana?" Tanya Seara setelah menjalankan mobilnya. Mobilnya perlahan berjalan keluar. Laki-laki itu mengkode Seara agar membuka jendela saat melewati kedua teman laki-laki itu yang masih berdiri di samping mobil sambil merokok.
"Ced! Theo! Gue duluan, yaa!" Pekik laki laki itu sambil melambaikan tangan kearah kedua temannya.
"Oh, ia nama gue Jerremy Edvard. Kita sekelas lohh." Ucap Jerremy sambil menatap jalanan malam yang sepi. Jam sudah menunjuk pukul 12. Langit gelap dan angin dingin mulai berhembus menyelimuti mereka. Seara membiarkan jendela mobilnya terbuka agar angin dingin itu masuk.
"Nama lo Evelyna kan?" Tanya Jerremy. Ia memalingkan wajahnya menatap Seara yang tengah duduk di kursi kemudi.
"Yaa, nama aku Evelyna Askara!" Jawab Seara. Ia menatap sebentar kearah Jerremy sekilas sebelum kembali menatap jalan.
"Btw, kita mau kemana sih. Rumah gue bukan kearah sini!" Ucap Jerremy membuat Seara menghentikan mobilnya. Ia menatap Jerremy dengan sedikit kesal.
__ADS_1
"Kok gak ngomong sihh! Tadi kan aku dah nanya. Rumah kamu dimana?" Ucap Seara. Ia pikir rumah mereka diarah yang sama maka dari itu Jerremy tidak mengatakan sesuatu.
"Hehehehe.. Rumah gue agak deket dari sekolah sihh. Lo tau kan apartemen besar dekat sekolah?" Tanya Laki laki itu dengan wajah tanpa bersalah. Tangannya membuka ponselnya dan menunjukan sebuah maps.
"Tau lahh!" Ucap Seara ia menolak ponsel Jerremy dan segera menjalankan mobilnya kembali dan menuju Apartemen yang dimaksud Jerremy.
"Kamu rada nyusahin yaa!" Jujur Seara yang dibalas kekekhan oleh Jerremy.
"Kok lo tau sihh." Canda Jerremy dengan santai ia mengambil setangkai permen yang ada di depannya.
"Bagi yaa!" Pinta Jerremy yang dibalas anggukan oleh Seara.
"Lo tau gak?"
"Enggak." Potong Seara dengan cepat. Ia menatap lampu jalanan yang berwarna merah.
"Jangan dipotong, bego." Ucap laki-laki itu.
"Lo tau Three Stars gak? Gue salah satu anggota Three Stars." Ucap Jerremy dengan bangga. Seara bahkan membayangkan Jerremy terbang karena begitu bangganya.
"I know. Seorang gadis imut tadi pagi memberitahuku tentang kalian. Kalian itu tidak tersentuh menurutnya lohh." Ucap Seara dengan sedikit riang. Ia ingin terdengar seperti gadis penuh semangat.
"Tentu saja. Kami itu pangeran di sekolah. Kalian itu hanya putri putri kecil yang haus akan wajah tampan."
Seara yang mendengar itu hanya sedikit melirik kesal Jerremy. Ia bisa membayangkan wajah Harry yang akan kesal mendengar peryataan Jerremy.
"Aku hanya bercanda, Babe!" Ucap Jerremy wajahnya tersenyum jahil kearah Seara yang telah memberikan wajah kesalnya. " Three Stars tidak terkenal hanya karena wajah. Tapi kami juga memiliki kontribusi besar pada sekolah kalau kau ingin tau hal itu. Kami salah satu donatur dan penyumbang banyak piala untuk sekolah." Jerremy mengeluarkan kepalanya dari jendela. Matanya tertutup menikmati angin malam yang menerpa wajahnya.
"Ahh, sepertinya aku tau kenapa gadis gadis itu bisa berteriak saat melihat Jerremy." Gumam Seara pelan saat melihat wajah tampan Jerremy yang terkena cahaya bulan, rambut gelapnya yang berantakan tertiup angin. Wajahnya terlihat pucat namun bibirnya yang berwarna membuatnya terlihat indah dipandang.
***
Mobil Seara berhenti tepat di gerbang pintu masuk gedung apartemen mewah dekat sekolahnya. Ia bisa melihat tingginya bangunan itu. Ia membayangkan ada seorang gadis yang loncat dari atap gedung ke bawah. Badannya mungkin hancur. Seara keluar dan menunggu Jerremy ikut keluar dari mobilnya.
"Mau mampir?" Tanya Jerremy basa basi. Ia tau Seara tak mungkin menerima ajakannya. Hari sudah berganti. Seara butuh tidur walau hanya sebentar.
Seara menggeleng dan mengulurkan kepalan tangannya.
Jerremy sempat menatap kepalan tangan Seara kearahnya dalam diam. Kekehan kelaur darinya. Ia menutup wajahnya dengan tangan kiri dan menyambut toss Seara dengan cepat sebelum berlari menjauhi Seara.
"Sampai jumpa disekolah, Eve!" Teriak Jerremy tanpa melirik Seara.
Seara diam sebelum gerbang melahap Jerremy. Wajahnya yang tadinya tersenyum dengan cepat kembali datar. Ia membuka mobilnya. Dan segara pergi dari tempat itu dengan cepat.
Ia membuang cukup banyak waktunya hanya untuk hal yang tak berguna. Ia harus tetap tertawa dan menganggapi semuanya dengan baik. Itu bukan dirinya sama sekali.
..."Aku sepertinya tidak akan tidur hari ini." ...
__ADS_1
...☘️☘️☘️...