PEMBALASAN SEARA

PEMBALASAN SEARA
TEMAN


__ADS_3

...Bab 48; ...


...*********...


..._________...


"Ma? Kamu memanggil Mamaku dengan sebutan, Ma?" Tanya Chloe sedikit kencang pada Seara.


Seara meneguk salivanya. Matanya menatap takut Chloe dan memalingkan wajahnya.


"Sutt, Chloe gak boleh teriak. Velyn cuman nurutin Mama! Mama yang nyuruh dia biar manggilnha sama seperti kamu!" Ucap Natasha dengan elusan lembut mengelus kepala Chloe.


"Lalu, kenapa kau kesini?" Tanya Chloe pada Seara.


Chloe jelas penasaran. Kenapa gadis didepannya ini tiba tiba datang di malam hari setelah seharian tidak terlihat dan memakai pakaian yang tidak biasa pula. Chloe memberikan Pie itu pada mamanya agar bisa dibagi.


"Aku rencananya mau... mengajakmu makan di restoran baru itu." Jawab Seara dengan suara yang semakin mengecil.


Chloe yang mendengarnya tertawa lebar menghilangkan imagenya sebagai perempuan anggun didepan Seara. Ia menutup mulutnya mekihat wajah Seara yang memerah karena ia tertawai. Ia bisa melihat Ayahnya yang tersenyum tipis.


"Kau tau Vel! Kau seperti laki laki yang sedang mengajak kekasihnya untuk berkencan." Ucap Chloe membuat Seara menutup wajahnya dengan kedua tangan nya.


"Bawa makanan juga. Mau kencan dimana?" Tanya Chloe dengan kekehan diakhir kalimat.


Seara menghela nafas dan menatap Chloe dengan lembut, "kamu sudah makan dan juga sudah malam. Mungkin lain kali saja. Pie Susu yang aku bawa semoga kamu menyukainya!" Ucap Seara, ia hendak berdiri dan pamit.


"Sudah mah pulang?" Tanya Leonardo yang sedari tadi diam.


"Ah, sepertinya saya harus pulang, Tuan Elvaret." Jawab Seara dengan gugup.


Hawa Leonardo sedikit membuatnya takut.


"Tidak dengan sebutan Tuan. Kau bisa mamanggiku seperti Chloe. Panggil aku Papa!" Ucap Leonardo membuat dua gadis remaja yang ada disana terdiam membeku.


Seara tiba tiba merasa dejavu. Leonardo pernah menyuruhnya memanggil Papa. Chloe tampai bingung namun akhirnya tersenyum.


"Lalu panggil aku Kakak!" Perintah Chloe membuat Seara menggeleng.

__ADS_1


"Kita kan seumuran." Ucap Seara dengan gerutuan pelan.


"Hah, bukankah aku lebih tua satu tahun darimu?" Tanya Chloe. Ia meneguk minuman di hadapannya.


"Hemm! Memang sih. Tapi rasanya kita seperti berjarak." Jawab Seara. Ia menopang wajahnya.


Ia dan Chloe sebenarnya berbeda 2 tahun. Seara tahun ini baru berusia 15 tahun dan Chloe minggu depan akan berusia 17 tahun. Maka dari itu Seara sama sekali tidak ikhlas karena harus memanggil Chloe Kakak.


"Evelyn!" Panggil Leonardo lembut membuat Seara lekas menoleh. Ia tau Leonardo sangat tampan tapi suaranya juga kenapa harus sepria itu.


Seara tersenyum, "ya, Pa?"


"Bagaimana keadaan orang tuamu?" Tanya Leonardo tanpa menatap Seara. Leonardo hanya memainkan tablat didepannya.


"Dad dan Mom baik baik saja! Baru kemarin mereka mengabariku!" Bohong Seara.


Orangtua angkatnya sudah sebulan tidak mengabari. Terakhir yang Seara tau kalau Orang tuanya sedang berbisnis di tempat mereka sebelumnya tinggal. Paris, orangtua angkatnya sedang ada disana. Nicholas yang membuatkan mereka data baru. Dia adalah anak dari sepasang suami istri yang selalu sibuk. Dan Seara adalah anak yang terbuang. Kedua orang tuanya juga tidak mau membahasnya.


"Ayah dan Ibumu pasti sering berkerja ya? Pasti kesepian!" Tanya Natasha yang Tiba tiba duduk di sebelah Seara.


Seara menoleh dan menggeleng pelan."Dad dan Mom sibuk membiayai keperluanku di sekolah. Mereka tau aku sangat suka berteman makanya menyekolahkanku. Aku tidak kesepian!" Bantah Seara dengan tegastegas sembari tersenyum pada Natasha yang ada disampingnya. Senyuman diakhirnya membuat Natasha tersentak.


"Dari mana kamu mendapat resep ini?" Tanya Natasha. Ia menggigit pie itu sembari menatap Seara yang kepalanya tertunduk.


"Ahh, seseorang mengajarkannya padaku? Emm, Enak?" Seara memiringkan kepalanya menatap Natasha yang terkejut.


"Mirip punyaku!" Ucap Natasha yang ditimbali angguka oleh Leonardo.


Seara tersenyum manis, "syukurlah. Dengan ini Chloe akan memaafkan aku. Kan?" Seara menatap penuh tanya Chloe.


Natasha menatap bingung Chloe dan Seara. Mereka tidak mengerti apa yang diucapkan oleh dua gadis itu.


"Aku sudah memaafkanmu sejak kemarin." Ucap Chloe. Ia kembali menyuapkan pie itu kedalam mulutnya


Matanya menatap Seara yang ad didepannya. Gadis itu tersenyum dan membalas ramah apapun yang dikatakan oleh mamanya. Ia senang. Mamanya tak lagi sedih karena keguguran waktu itu. Seara juga tampak asik membicarakan beberapa hal dengan mamanya.


'Evelyn akan menjadi adikku yang baik! Dua pasti bisa memperlengkap kelurargaku.' batin Chloe, ia berdiri dari kursinya dan izin meletakkan piring didapur.

__ADS_1


"Evelyn mau menginap?" Tanya Natasha yang dibalas gelengan oleh Seara.


"Besokkan sekolah, Ma. Aku juga sudah bolos tadi." Tolak Seara. Ia sedikit senang tadi namun ia ingat sekolah besok.


"Besok libur."


***


Seara terkekeh mendengar cerita Chloe yang berbaring di sampingnya. Ia telah mengganti gaunnya dengan baju tidur milik Chloe. Tangannya menggenggam tangan Chloe sambari memiringkan badannya. Chloe disampingnya bercarita banyak hal tentang masa kecilnya. Seara tiba tiba menyeringai dan mendekatkan tubuhnya pada Chloe.


"Chloe! Apa kau punya teman kecil?" Tanya Seara pelan membuat Chloe mengangkat wajahnya dan tertegun menatap Seara.


"Aku punya. Dia gadis yang buruk." Ucap Chloe dan menghela nafas panjang. Ia mengganti posisi tubuhnya jadi terlentang menatap langit langit kamar.


"Seburuk apaapa sampai menghela nafas?" Tanya Seara. Ia memiringkan tubuhnya.


"Hah, dia sangat buruk. Wajahnya menjijikan dan sifatnya juga tidak baik. Aku sedikit menyesal berteman dengannya." Ucap Chloe dengan wajah kesal yang terlihat. Ia menutup wajahnya membuat suara yang ia keluarkan setalahnya terdengar samar.


"Hehh, seburuk itu ya?" Bisik Seara pelan.


"Kalau dia sekarang ada di hadapanmu. Apa yang ingin kau lakukan?" Tanya Seara. Ia bangkit dari tidurnya dan menopang dagunya diatas bantal menatap Chloe yang ada dibawahnya.


"Hehh, mungkin aku akan.... "


***


Dua gadis cantik yang berjalan beriringan memasuki kelas dengan penuh tawa. Beberapa orang yang melihat mereka tertegun. Mereka manatap ramah gadis berambut panjang dan mata abunya yang penuh keceriaan dan menatap tak suka gadis di sampingnya yang sekarang penuh dengan rumor jelek.


Mereka sangat menyayangkan pilihan gadis itu karena lebih memilih orang dengan rumor jelek. Kaki mereka berganti di hadapan meja kotok yang biasanya terlihat bersih namun sekarang sangat jauh berbeda.


"Evelyn. Kau tau siapa yang melakukan ini?" Tanya Chloe pada Seara yang ada disampingnya.


Kedua gadis itu menatao tak percaya apa yang ada dihadapannya. Meja yang dipakai Chloe penuh dengan coretan dan kata kata umpatan. Seara bahkan menutup mulutnya dan membulatkan matanya.


Chloe menatap nanar mejanya. Kedua tangannya tekepal sembari berjalan mundur perlahan menuju Seara. Tangan kecil Seara perlahan merengkuh nya kedalam pelukan hangat yang menegangkan.


"Tidak apa, Chloe! Aku akan bersamamu!"

__ADS_1


...🍀🍀🍀...


__ADS_2