
...Bab 25:...
...***********...
..."Aku pikir rasa benci ku akan membuatku gila dan segera membunuh kalian. Tetapi sepertinya tidak, ya! Rasanya lebih menyenangkan mendengar teriakan frustasi kalian!"...
...___________...
"Pesanannya datang Nona, nona!"
Seara mengambil pesanannya. Ia hanya memesan pie susu untuk makan siangnya dengan minuman yang sama seperti ke-4 gadis lainnya. Larra, Viona, dan Estella mulai memakan pesanannya dengan pelan sambil sesekali bercanda. Berbeda dengan Chloe yang tak menyantap hidangan didepannya. Chloe hanya diam dan memandang pie susu milik Seara.
Seara yang merasa pancingannya sudah termakan pun menatap Chloe dengan senyuman. Ia mendorong piring berisi pie susu miliknya kearah Chloe.
"Mau berbagi?" Tanya Seara dengan senyuman tulus buatannya. Ia sengaja membangkitkan kenangan lama Chloe.
Dia dan Chloe pernah berbagi pie susu buatan orang tersayangnya bersama. Mereka memakan makanan kesukaan Chloe itu diatas pohon yang terbangun rumah kecil.
Chloe tersentak. Wajahnya menatap bingung Seara. Chloe merasa dejavu dengan kata kata itu namun ia lupa dimana mendengarnya. Chloe pun mengangguk kecil membuat Seara mengangkat sendoknya dan menyuapkan pie susu itu kedalam mulut Chloe yang telah terbuka.
"Bagaimana rasanya?" Tanya Seara. Ia memasukan pie itu kedalam mulutnya setelah menyuapi Chloe.
"Tentu biasa saja! Mama Shasa bisa membuat yang lebih enak!" Bukan Chloe yang menjawab tapi Estella. Seara yang tadi menatap Chloe pun mengalihkan perhatiannya.
'Mama Shasa? Dia sangat dekat dengan Chloe, ya!'
Seara mengangguk kecil menganggap Estella. Ia tidak ingin banyak berbicara dengan gadis bernama Estella itu. Ia kembali menyuapi Chloe bergantian dengan dirinya. Beberapa saat setelah makanan mereka selesai bel sekolah berbunyi. Murid murid mulai sibuk dan berjalan menuju kelas masing masing.
"Kamu suka pie susu?" Tanya Seara sambil menggandeng tangan Chloe di sampingnya. Estella sudah berjalan kelasnya, Larra dan Viona berjalan duluan saat Chloe meminta ditemani ke kamar mandi pada Seara.
"Ya, seperti itu lah! Masakan Mamaku sangat enak membuatku menyukainya." Jawab Chloe dengan sedikit senyuman saat menjelaskan tentang hebatnya rasa pie susu buatan Mamanya.
"Kapan kapan aku buatkan, ya!" Ujar Seara sambil mengayun ayunkan tangan. Ia dapat melihat kalau Chloe terdiam mendengar ucapannya dari sudut mata.
__ADS_1
"Boleh saja." Gumam Chloe yang dapat didengar Seara.
***
Seara membuka pintu mobil dan segera mendudukkan dirinya di kursi kemudi sambil menatap kearah kaca mobil.
'Ahh, hari yang melelahkan. Tersenyum sepanjang saat layaknya orang gila.' Seara menatap wajahnya dari kaca mobil. Ia sudah masuk kedalam mobilnya dan hendak pulang. Ia merasa wajahnya sedikit aneh efek tersenyum sepanjang saat.
Ia harus membangun image anak baik didepan yang lainnya. Karena jika tidak rencananya akan gagal. Ia harus dekat dengan Chloe. Wajah datar Seara kembali hadir. Tangannya merogoh saku mengambil sebungkus permen asam pemberian Larra.
Saat keluar gerbang, ia dapat melihat Chloe dan Estella sedang duduk di halte. Itu cukup aneh baginya. Seara mencoba tidak peduli namun kakinya sepertinya menolak hatinya. Ia menginjak rem dan berhenti didepan halte.
Sambil mendesah kesal Seara menurunkan kaca mobil dan tersenyum lebar.
"Chloe! Mau aku antar pulang?" Tanya Seara dengan sedikit kencang agar Chloe dapat mendengarnya.
"Boleh?" Bukan Chloe yang menjawab melainkan Estella yang balik bertanya.
"Seharusnya salah satu dari kalian di depan agar aku tak terlihat seperti supir kalian!" Ucap Seara degan kesal yang dibalas kekehan menyebalkan oleh Estella.
"Ish! Dimana rumah kalian?" Tanya Seara sambil menatap ke depan.
Estella mengeluarkan ponselnya dan memberikannya pada Seara sebuah map. Seara mengangguk memahami maksud Estella.
Itu rumah Chloe bukan Estella.
"Rumah siapa?" Tanya Seara singkat saat mobil miliknya sudah mulai berjalan.
"Chloe!" Jawab Estella tanpa mengalihkan matanya dari ponsel. Yang mulai mencuri perhatiannya.
Seara memutar sebuah lagu di mobilnya agar tidak ada keheningan yang menyertai mereka. Matanya fokus menatap jalanan yang cukup ramai dengan kendaraan lainnya.
Les privatnya akan mulai dalam 1 jam lagi. Ia masih sempat mengantar Chloe yang rumahnya cukup jauh dari sekolah. Tapi itu bisa menjadi kesempatan baginya untuk bertemu dengan salah satu mantan orang tuanya.
__ADS_1
Mama
Mungkin ia bisa bertemu dengan wanita itu walau hanya sekilas. Ia ingin melihat wajahnya secara langsung bukan dari sosial media. Ia ingin tau bagaimana keadaannya sekarang.
***
"Mau mampir, Vel?" Tanya Estella sebelum keluar dari mobil. Seara lekas menggeleng dan menatap jam tangannya.
Ini melenceng dari rencana miliknya. Ia harusnya dapat melihat Natasha tapi kerena ia menuruti permintaan Estella untuk membeli makanan terlebih dahulu ia tidak punya waktu yang tersisa.
Hanya tinggal 20 menit lagi les privat nya akan di mulai. Rumahnya masih cukup jauh, perkiraan 25 menit jika tidak ramai dan arahnya berlawanan dengan rumah Chloe.
Dengan cepat Seara memutar mobilnya dan pulang kerumahnya. Ia melihat seorang wanita yang keluar dari gerbang memeluk Chloe dan Estella. Senyum Seara terukir diwajahnya.
Natasha banyak berubah.
Semua berubah kecuali dendam Seara yang terus sama dan mungkin akan bertambah.
***
Seara meregangkan badannya. Guru yang mengajarnya berasal dari negeri sakura. Ia sangat senang menerima ajarannya yang terdengar menyenangkan. Ia juga senang akhirnya bisa belajar sendiri. Ia tak perlu tersenyum atau tertawa tak jelas seperti orang gila.
"Baik, Eve-chan! Sensei pulang dulu. Sampai jumpa!" Ucap laki laki itu sambil melambai saat didalam mobilnya.
Evelyn menatap datar mobil yang sudah mulai menjauh itu. Ia mulai masuk kedalam rumah disana ia dapat melihat Maria dan Nicholas tengah menikmati film yang mereka tonton. Seara tak ingin menggangu mereka. Kalinya berjalan dan mulai menaiki anak tangga menuju kamarnya. Ia menyalakan laptopnya dan membuka sebuah aplikasi. Grup gosip sekolahnya membuat beberapa postingan baru tentangnya dan Chloe.
Beberapa orang menanggapi pertemanan Chloe dan anak bari dengan baik namun ada juga yang berpikir anak baru itu dibully. Ia benar benar tak habis pikir. Apa wajahnya seperti bullyable? Hingga banyak orang berpikir ia dibully. Kan imagenya anak baik yang berteman dengan siapa saja. Seara benar benar menandai nama nama orang yang mengira ia dibully. Tangan Seara menscroll sampai kebawah sambil sesekali membaca komentar yang telah menjadi puluhan ribu komentar. Mata Seara menatap sesuatu yang menarik. Seseorang mengirimkan link pada kolom komentar membuat Seara yang penasaran dan mencari link itu.
Matanya melebar dan tangannya lekas menutup mulut dengan sedikit sudut bibir Seara terangkat. Seara benar benar terkejut dengan apa yang ia dapatkan.
..."Chloe benar-benar menakjubkan."...
...☘️☘️☘️...
__ADS_1