PEMBALASAN SEARA

PEMBALASAN SEARA
PERTENGKARAN


__ADS_3

...Pertengkaran ...


...________________________________________...


Seara menghentak hentakkan kakinya sambil berjalan menuju kamarnya. Pintu kamarnya yang berwarna abu abu ia banting dengan keras. Wajahnya memerah. Dia menggigit bibirnya dengan keras sambil berusaha menahan air matanya yang mulai merembes dan membasahi pipinya.


"Pemarah!" Gumamnya. Perlahan tubuhnya terjatuh. Tangannya memeluk lutut dan badannya bersender di pintu.


Ia memandang kaca di sudut kamar lainnya. Ia menatap mata merahnya yang bersinar indah. Ia benci mata itu. Mamanya terus memaksanya untuk memakai softlensa dengan alasan matanya sangat mengerikan.


"Aku juga tak ingin mata ini!" Teriak Seara dalam hatinya.


Ia memukul mukul lantai dengan tangannya. Itu menyakitkan tapi lebih baik dari pada ia merasakan sakit dihatinya.


Sebelum ini Mamanya tak pernah membentaknya. Dan barusan Mamanya membentaknya hanya karena dia ingin sebuah Pie Apel. Mamanya bahkan hampir melayangkan sebuah tamparan pada pipinya.


Mata Seara menangkap sesuatu yang membuat hatinya sedikit senang. Boneka Panda kesayangannya. Boneka yang ia dapat di kemenangan pertamanya saat lomba mewarnai dan menggambar.


"Pandachi hikss." Secara memeluk pandanya sambil menangis pelan.


"Boneka yang terlihat sangat mirip. Dengan boneka milik Chloe. Namanya pun hampir sama.


Pandacha dan Pandachi.


"Huwaa.. Mama memarahiku Pandachi! Bagaimana ini?"


Secara terus menangis membenamkan wajahnya di perut boneka dan membuat suaranya teredam dan tak terdengar keluar.


Beberapa menit setelah ia masuk kedalam kamar ia mendengar suara ketukan dan suara orang yang ia sayang.


"Papa?"

__ADS_1


Secara membuka pintunya. Di sana ada Papanya dan Mamanya. Papanya terlihat sedih dan memeluk anak perempuannya. Sedangkan, Mamanya masih terlihat kesal dan enggan mendekat kepada Seara.


"Nata!" Tegur Zeo. Ia mencubit pelan lengan istrinya membuat Natasha meringis kala tangannya dicubit.


"Maafkan, Mama, Ya!" Natasha berlutut dihadapan Seara. Tangannya dengan lembut mengusap air mata yang keluar dari kedua mata merah Seara. Seara hanya diam. Ia masih kesal karena diteriaki.


Natasha memeluk Seara dan mengelus elus punggungnya. Seara terdiam. Senyumnya kembali terukir. Ia menatap Papanya dan memberontak dari pelukan Natasha.


"Papa, ayo kita bertemu Tante Maria!"


🍀🍃🌿


"Seara! Kenapa kamu dekat dengan dia?" Bentak Chloe. Tangan kanannya mencengkram pergelangan Seara dengan kuat. Seara kesakitan namun ia hanya diam. Ia menatap Chloe dengan kesal.


"Aku berteman dengan nya karena dia baik?" Seara baru saja berteman dengan seorang anak perempuan dari kelas sebelah. Ia berteman dengan anak itu karena anak itu sangat pandai bermain game.


"Bohong! Kau tidak mau berteman denganku lagi kan?" Teriak Chloe. Suara Chloe menggema di ruang kosong sekolah. Setelah pulang sekolah Chloe langsung menarik Seara keruangan itu. Dan berakhir adu mulut sebelumnya.


"Aku akan mengadu pada Mama!" Teriak Chloe membuat Seara berdecak kesal. Kedua alisnya tertaut. Ia benar benar marah dan kesal.


"Mamamu yang mana?" Tanya Seara. Ia menarik kerah baju Chloe. Matanya menatap tajam Chloe yang masih terdiam.


Ibu dari Chloe sudah meninggal sejak Chloe berusia 3 tahun. Ia tinggal dengan ayahnya dan saat ia berusia 4 tahun ia punya ibu sambung yang kembali bercerai saat ia berusia 7 tahun. Ayah Chloe dan mantan Ibu tiri Chloe bercerai beberapa hari sebelum Chloe dan Seara bertemu.


"Natasha! Dia Mamaku sekarang! Mama Nata!" Teriak Chloe. Mata Seara membulat ia mendorong Chloe ke lantai.


"Dia itu Mamaku! Cari Mamaku yang lain!" Teriak Seara. Ia berlari meninggalkan Chloe sendiri. Ia ingin segera bertemu Mamanya dan bilang kalau Chloe jahat padanya.


Kaki Seara terus berlari menuju gerbang sekolah. Di sana ada Mamanya dan Ayah Chloe yang sedang berbincang. Seara memeluk pinggang Mamanya.


"Mama! Chloe jahat padaku!" Adu Seara yang membuat Natasha dan Leo terkejut. Leo menatap bingung Seara.

__ADS_1


"Maaf, kalau boleh Paman tau, Chloe melakukan apa?" Tanya Leo sambil berlutut didepan Seara.


"Dia mengatakan Mamaku punyanya! Mamaku hanya punyaku! Kalau Chloe ingin punya Mama cari yang lain!" Kata Seara dengan pelan. Natasha dan Leo hanya tertawa kecil.


"Hahaha.. Mungkin Chloe hanya ingin bercanda. Namanya juga anak anak!" Leo mengelus elus puncak kepala Seara sambil tersenyum tipis.


"Ayah! Sea mendorongku!" Teriak Chloe dari kejauhan. Wajahnya merah dan matanya mengeluarkan air mata cukup cukup deras. Leo lekas menatap tajam Seara yang memeluk erat Natasha. Natasha pun menatap bingung Chloe dan Seara.


"Kau yang lebih dulu menarik ku dengan kasar!" Balas Seara sambil menunjukan pergelangannya yang terlihat merah karena ulah Chloe.


"Aku kan sudah minta maaf hikss.. Kamu duluan yang membuat aku sedih hikss... hiks.." Tangis Chloe yang terlihat menyedihkan dengan wajah yang sangat mendukung membuat Natasha menatap tajam Seara begitu juga dengan Leo.


Leo sangat menyayangi putri satu satunya. Ia tidak suka jika ada yang menyakiti putrinya. Apa lagi setelah melihat luka di telapak tangan anaknya. Tangannya mencengkram erat pergelangan tangan kanan Seara dan menariknya dari Natasha.


"Cepat minta maaf!" Bentak Leo dengan keras. Seara terkejut ia menatap balik tatapan tajam Leo. Natasha terkejut dengan tindakan Leo berusaha membuat Leo melepaskan Seara namun malah dibalas dengan tatapan tajam yang membuat Natasha mundur.


"Ahh, Leo, bisakah kamu tidak menggenggam tangan Seara dengan kuat! Itu melukai pergelangan tangan Seara nanti." Bujuk Natasha. Setelah mundur beberapa langkah dan mendapat tatapan tajam Leo, ia masih ingin membuat Leo melepaskan cengkeramannya.


"Nee, Chloe masih ingin berteman dengan Sea kan?" Tanya Natasha. Jika, dia tidak bisa membujuk Leo, ia akan menggunakan Chloe.


"Hikss... Chloe hiks.. Ingin berteman hikss.. Dengan Sea! Ta.. pi Sea ti.. dak Mau hiks.." Tangisan Chloe kembali membuat Leo marah dan memperkuat cengkeramannya. Natasha malah ikut menatap tajam Seara.


Seara menatap tajam Chloe sambil menahan rasa sakit lengannya. Ia menatap pergelangan tangan Leo dan dengan cepat menggigitnya.


"Ahkk, sial*n! Apa yang kau lakukan?" Teriak Leo. Tangannya yang mencengkram lengan Seara digigit dengan keras oleh anak itu. Seara ia hempaskan dengan kuat ke aspal.


Seara meringis saat tangannya tergesek diaspal. Sarannya menetes tercampur dengan batu batu. Seara dengan cepat berdiri dan menatap kesal Leo.


"Kamu yang siala*!" Umpat Seara. Seara menatap Mamanya yang malah mengkhawatirkan lengan Leo yang tergigit pun akhirnya memilih lari meninggalkan ketiga orang itu. Sebelum jauh ia masih sempat melihat Chloe tersenyum sinis kearahnya.


"Rasakan itu!" Ucap Chloe tanpa suara.

__ADS_1


🍀🍃🌿


__ADS_2