PEMBALASAN SEARA

PEMBALASAN SEARA
TEMAN CHLOE


__ADS_3

...Bab 24:...


...**********...


..."Natasha tidak mungkin seperti itu!"...


...__________...


Seara bangkit dari duduknya. Berjalan keluar dari kelas setelah izin menuju toilet. Matanya menatap sekilas kearah Chloe yang tengah asik mengerjakan soalnya ada dikertas soal matematika di mejanya. Seara mendesah kesal selama perjalananya menuju toilet. Ia sudah pernah mengerjakan soal itu saat di sekolah lamanya dan hal itu membuatnya dengan cepat selesai.


Setelah pelajaran olahraga, Seara maupun Chloe belum berbicara sama sekali. Seara juga beberapa kali didekati orang lain yang mengajaknya berteman sehingga tidak sempat untuk berbicara dengan Chloe.


Tangan Seara mendorong salah satu pintu yang sedikit terbuka dan masuk kedalam. Seara mendudukkan dirinya di closet setelah mengunci pintu. Tangannya merogoh saku rok untuk mengambil ponselnya. Ia melihat Chloe membuat postingan baru di instagram miliknya.


Sebuah foto yang menunjukan betapa baik hubungan persahabatannya dengan Estella Carl dengan caption dibawahnya yang membuat Seara menarik salah satu ujung bibirnya.


@Chloe_ra Running with you is fun.


Seara sedikit tertawa membaca caption dari postingan Seara. Chloe sepertinya sangat menyayangi Estella melihat dari hampir semua postingannya selalu ada Estella. Suara pintu terdengar membuat Seara mengalihkan perhatiannya. Ia diam saat setelah suara pintu terbuka terdengar disautu dengan suara tawa.


"Heii, Cell. Lo denger gak tadi si cewek caper itu bilang apa? 'Chloe is my Queen'. Ahh, aku benar benar tak percaya dengan ucapannya tadi."


"Ya kan. Itu sedikit menjijikan melihat Chloe yang sifatnya seperti anak tidak dididik oleh orang tua."


"Pfftt, kalau tak salah, ya. Ibunya seorang jalan lohh."


Seara menaikkan salah satu alisnya. Natasha seorang wanita liar? Ia sedikit tidak percaya apalagi jika diingat Leo orang yang tampan dan sangat kaya.


It's so impossible


Seara berdiri dan membuka pintu kamar mandi dengan tampang yang polos. Ia berjalan kearah wastafel dengan santai mengabaikan tatapan kaget dua gadis yang membicarakan Chloe tadi. Seara menarik tissue sambil berjalan keluar.


"Tunggu, kau tidak mendengarnya kan?" Tanya gadis itu sambil menahan tangan Seara.


Seara menaikan salah satu alisnya. Dengan polos ia menanyakan.


"Dengar apa?" Kedua gadis itu terdiam dan orang yang menahan Seara melepaskan tangannya dari Seara.


"Aku balik dulu ya!" Ucap Seara sambil tersenyum tipis dengan tangan melambai.


Senyumnya seketika luntur saat sudah diluar kamar mandi. Ia mengeluarkan hand sanitizer kecil dari sakunya dan membersihkan bagian tangan hya yang dicekal gadis tadi.


"Mereka pikir aku akan diam? Kita liat saja nanti." Gumam Seara. Kaki Ssara berjalan dengan cepat menuju kelas namun bel berbunyi membuat Seara menghentikan kakinya sebentar sebelum kembali berjalan masuk menuju kelas.


Kertas soalnya sudah dibawa kedepan oleh seseorang membuat Seara mengangguk pelan. Seara membuka lacinya mengambil sebuah coklat batangan yang tadi ia simpan di sana. Matanya manatap 3 laki laki yang sangat tampan menurutnya namun ia kurang tertarik untuk saat ini. Dipikirannya hanya ada satu nama.


Chloe.


Ketiga laki-laki itu adalah Three stars yang Chika bilang. Salah satu dari mereka mengeluarkan sebuah coklat batangan seperti milik Seara. Mata laki-laki itu menatap Seara. Seara tersenyum tipis saat mata keduanya bertatapan selama beberapa detik.


"Kau anak baru?" Tanya laki-laki itu dengan tatapan penuh tanya. Kakinya beranjak dari kursi dan berjalan kearah Seara.


Seara mengangguk menanggapi pertanyaan laki-laki itu.

__ADS_1


"Ah, namaku James Robertson. Kau bisa memanggilku James seperti yang lainnya." Ucap laki-laki itu sambil mengulurkan tangannya. Tangan Seara segera menyambut laki-laki itu tanpa banyak berpikir.


"Evelyn Askara. Bisa Eve, Velyn, Ell. Apapun yang kamu mau." Balas Seara dengan senyum manis diwajahnya.


"Honey?" Goda laki-laki itu yang mendapat tatapan kesal dari Seara.


"Kita tidak sedekat itu, Broo." Tolak Seara. Keduanya bertatapan sesaat lalu tertawa secara bersamaan.


"Aku bercanda." Ucap James sambil menggigit coklat ditangannya.


"Aku juga." Balas Seara membuat James menaikkan alisnya.


"Jadi, kita pacaran?" Tanya James yang lekas dibalas gelengan oleh Seara.


"Aku tidak mau." Jawab Seara, ia menatap Chloe yang berjalan kearahnya.


Ia lebih tertarik dengan Chloe.


"Why?" Tanya James dengan bingung. Tidak pernah ada yang menolaknya kecuali gadis itu menyukai dua temannya yang lain.


"Em, Hai, Evelyn. Apa kamu sibuk dengan Mr. Robertson?" Tanya Chloe yang menatap kedua insan yang tadi sedang asik bertukar kata.


Seara menggeleng dan James mengangguk. Seara segera bertanya sebelum Chloe menanggapi James.


"Ada apa, Chloe?" Tanya Seara dengan ramah. Ia maju beberapa langkah mendekati Chloe.


"Mari kekantin bersamaku. Aku punya tempat rekomendasi disana." Ucap Chloe sambil menarik tangan Seara dan mengabaikan James yang tercengang ditinggalkan oleh Seara.


"Kita mau kemana, Chloe?" Tanya Seara dengan sedikit antusia yang ia buat buat.


Chloe harus menjadi temannya.


"Tentu kantin lah. Kau tidak bodohkan?" Tanya Chloe yang dibalas anggukan Seara.


Mau itu menyamar atau tidak ia harus terlihat pintar.


"Kita sebentar lagi akan sampai di kantin yang biasanya ditempati anak kelas 1." Ucap Chloe yang membuat Seara menatap sekitar.


Ia sudah mengetahui seluk beluk sekolah dari sebuah peta yang dikirimkan seseorang padanya. Sekolahnya sedikit lebih mewah bagian kantinnya dari sekolah lamanya.


"Hai!" Sapa seorang gadis yang tadinya asik menatappi ponsel pada Chloe dan Seara. Dua gadis lain puji menatap Seara dan Chloe.


"Ehm, anak barunya dah sampe nihh!" Ucap gadis dengan rambut berwarna coklat gelap lurus yang Seara tau namanya adalah Viona Aneth seorang anak pengacara yang cukup terkenal. Ia juga pinta memainkan bebarapa alat musik dan sudah berteman dengan Chloe selama 4 tahun. Ia mendapat informasi itu setelah mengikuti dan mencari cari di sosial medianya.


"Dia lumayan kan, Vio?" Tanya gadis disamping Viona. Rambutnya berwarna hitam dengan sedikit kecoklatan di bagian dalam. Rambut bagian bawahnya ia curly membuat terlihat indah dan terawat. Kedua orang tuanya berkerja sama dengan Leo membuat gadis bernama Larra Kennedy berteman dengan Chloe diusianya yang ke 12 tahun.


"Ah, namaku Viona Aneth. Panggil saja Vio seperti yang lainnya. By the way, terimakasih atas souvenirnya tadi pagi." Ucap Viona. Ia berdiri untuk berkenalan dengan Seara setelah Chloe dan Seara duduk didepan mereka.


"Salam kenal, Vio." Jawab Seara sambil membalas uluran tangan Seara. Tangan Seara sedikit kaget saat bersentuhan tangan dengan Viona. Ia tidak ingin berlama lama dekat dengan gadis itu.


"Emm, namaku Larra Kennedy. Aku salah satu teman terbaik Chloe. Setelah Ella tentunya. Salam kenal, Eve. Rambutmu indah sekali." Puji dan Sapa Larra. Ia sedikit menyentuh rambut Seara yang hitam terurai.


Seara mengangguk dan mengucapkan terimaksih atas pujian Larra.

__ADS_1


"Hari ini siapa yang akan memesan makanan?" Tanya Viona sambil menatap sekilas kearah Seara.


Seara seketika tau apa yang akan terjadi dengannya selanjutnya. Ia diam dan mencoba pura pura tidak tau.


"Aku sudah kemarin loh." Tegas Larra. Ia menopang wajahnya dengan tangan kiri dan tangan kanannya memainkan ponsel.


"Beberapa hari lalu itu aku ya!? " Ucap Estella membuat Viona dan Chloe memandangnya terkecuali Seara yang menatao beberapa pelayan yang bolak balik mengantarkan makanan.


"Aku saja." Ucap Seara dengan tiba tiba membuat Viona berdecak kagum.


"Kamu pekaan ya, Eve!" Ucap Viona. Bia tersenyum tipis dan menatapnSeara dengan kagum.


"Kamu juga sekalian yang bayar. Kamu bisa memberikan kami banyak hadiah. Jadi, tidak masalahkan kalau membayarkan kami?" Tanya Viona. Chloe maupun dua orang lainnya tak berbicara atau menanggapi omongan Viona. Larra sibuk dengan ponselnya, Estella sibuk dengan buku ditangannya, dan Chloe sibuk memandangi Viona dan Seara.


"Tapi besok bagianmu ya!" Ucap Seara yang dibalas anggukan oleh Chloe. Ia jelas tau apa yang ia ucapkan tadi dan tau apa yang akan terjadi selanjutnya. Ia mengeluarkan kartunya dari dompet kecil di saku roknya.


"Ingin memesan apa?" Tanya Seara. Chloe. Mengeluarkan sebuah kertas dalam sakunya dan menyerahkan itu pada Seara.


"Pesan ini semua dan katakan diantar pada meja emm... 13!" Ucap Chleo dan sedikit pelan saat membaca nomor mejanya.


"Baiklah. Ditunggu pesanannya Nona, Noan." Gurau Seara yang ditanggapi tawa kecil oleh Viona dan Larra.


Kaki Seara berjalan mendekati seorang pelayan laki laki. Ia menahan tangan pelayan itu untuk memesan sesuatu. Ia tidak suka mengantri dan berdempetan dengan orang lain.


"Ah, bisa aku pesan ini. Dan antar ke meja 13. Disana!" Ucap Seara sambil menunjuk mejanya yang berisi Chloe, Viona, Larra, dan Estella.


"Baik, Nona." Ucap Pelayan itu sambil menulis angka 13 di kartu pesana Seara.


"Pakai kartu ini untuk membayarnya." Seara sedikit mendekatkan bibirnya ke telinga laki laki itu.


"Dan masukkan sebuah pie susu kedalam pesananku, Oke!" Ucap Seara sebelum berjalan menuju mejanya. Ia mendapatkan tatapan terkejut dari Viona, Larra, dan Estella.


"Kau tidak mengantri?" Tanya Larra. Ia menatap sekumpulan orang yang mengantri untuk memberikan pesanan mereka walau tak lama kalau hanya memberikan kertas pesanan tapi Seara datang terlalu cepat.


"Untuk apa mengantre kalau bisa langsung memberikan pesanannya pada pelayan. Aku sedikit memberinya tip nanti." Ucap Seara sebelum membuka ponselnya yang sedikit bergetar disakunya. Ponsel yang berbeda dengan ponsel sebelumnya. Viona tertarik menatap ponsel Seara.


"Wow, keluaran terbarukan?" Tanya Estella di sebelah kanan Seara. Seara mengangguk menanggapi pertanyaan. Estella.


"Ini hadiah ulang tahun ke-15 milikku." Ucap Seara sambil sedikit memutar mutarkan ponselnya.


"Ahh, pasti Mama dan Papamu menyayangimu." Ucap Larra. Ia mengulurkan tangannya meminjam ponsel Seara. Seara menganghuk dan memberikan ponselnya.


"Apa perkerjaannya?" Tanya Chloe setelah diam selama kedatangan Seara.


"Aku pikir itu adalah rahasia." Ucap Seara dengan nada bercandanya. Ia pikir Chloe akan bertanya kembali namun nyatanya Chloe hanya diam dan kembali menatap ponselnya.


"Aku pinjam untuk foto ya!" Ucap Estella.


Selama Estella, Viona, dan Larra sibuk dengan ponselnya, beberapa pelayan menghampiri meja mereka dan membawa cukup banyak makanan.


..."Pesanannya datang Nona, nona!"...


...☘️☘️☘️...

__ADS_1


__ADS_2