PEMBALASAN SEARA

PEMBALASAN SEARA
CURIGA


__ADS_3

...Bab 40...


...**********...


...__________...


"Aku masih ingin bersamanya! Apa kau tidak ingin juga?" Seara menatap tak percaya orang itu yang membalas pertanyaan darinya dengan anggukan.


Awalnya ia hanya penasaran dengan jawaban laki laki itu namun kini ia berdecak kesal. Ia benci dengan orang yang mengkhianati cinta. Matanya terpancarkan kebencian. Dengan sekali usapan air matanya berhenti mengalir. Ia menatap peti Viona dengan senyuman.


"Viona, lihat kekasihmu tidak menangisi kepergianmu! Laki-laki yang selalu kau ceritakan dengan penuh semangat! Laki-laki yang selalu kau banggakan! Laki-laki yang selalu menjadi no 1 dalam hidupmu." Ucap Seara dengan lirih. Ia mengepalkan tangannya di samping padanya. Ia menahan air matanya yang kembali mengalir.


"Kenapa kau melakukan ini Velix?" Teriak Seara membuat orang yang ada disekitarnya menatap mereka.


Ia mencengkram kerah kemeja hitam Velix dengan penuh amarah. Wajah laki laki itu terlihat berbeda dari beberapa detik yang lalu. Wajah dinginnya berubah menjadi wajah penuh kesedihan.


"Heh, apa kau sedang menggoda kekasih temanmu?" Ucap Velix membuat orang orang yang menatapnya membicarakan hal hal yang tak jelas pada Seara.


Seara tertawa kecil dan menundukkan kepalanya. Ia menoleh kesamping mendapati Larra tengah menatap mereka dengan tatapan tak percaya.


"Kau gila Velix?" Teriak Larra. Ia mendorong tubuh Velix kebelakang secara tiba tiba.


"Kau tadi terlihat tidak peduli pada Viona! Kau juga tadi mengangguk saat Evelyn bertanya tentang perasaan atas kematian Viona! Kau benar benar baji*ngan!" Larra menendang perut Velix. Orang orang yang tadi membicarakan Seara kini membicarakan Velix.


'Cih, dasar pengosip!' Seara segara memeluk pinggang Larra dan menjauhkan gadis itu dari Velix. Ia menatap tajam Velix.


"Keluar sana!" Ucap Seara yang langsung di lakukan oleh Velix.


"Kasihan Viona!" Ucap Larra. Ia berlutut dan menangisi temannya.


'Persahabatan yang mengharukan.'


...***...


"Kau akan langsung pulang, Ly?" Tanya Larra sembari menaburkan bunga di makam Viona. Orang tua Viona langsung pergi dengan kerumunan lainnya meninggalkan Larra dan Seara.


Seara menggeleng dia jongkok di samping Larra dan ikut menaburkan bunga. Matanya menatap kuburan disekelilingnya.


'Sudah lama gak ke kuburan Papa. Dah berapa tahun yang lalu ya?' Seara menopang dagunya dan menatap Larra yang ada disampingnya. Terdengar isakkan kecil dari gadis itu.


"Sepertinya kita harus langsung pulang Larr! Langit sudah gelap!" Ucap Seara saat matanya menatap langit di atas yang sudah sangat gelap.

__ADS_1


"Gak! Gue mau disini nemanin Viona!" Tolak Larra membuat Seara terdiam dan berdecak kesal.


"Kamu gak boleh gini, Lar. Kita gak boleh nyakitin Viona. Kita harus ngeikhlasin dia." Terus terang Seara. Ia mengelus punggung Larra.


"Ayo kita pulang." Ajak Seara sekali lagi.


"Lo kalau mau pulang pulang aja sana! Gak usah kesini lagi sekalian. Lo gak tau seberapa kehilangannya gue! Viona dah gue anggap sebagai adik gue sendiri! Dia sangat berharga bagi gue! Emang lo ngerti kehilangan seseorang? Hidup lo pasti enak enak aja kan? Hidup lo pasti kaya putri, kan?" Teriak Larra. Larra juga menepis tangan Seara yang mengelus punggungnya dengan lembut. Ia juga menatap tajam Seara dengan air mata mengalir di pipinya.


Seara terdiam mendengar perkataan orang di depannya. Hatinya merasa sakit mendengar perkataan orang itu. Tangannya terkepal dan wajahnya memerah. Ia menahan amarahnya sebelum ia benar benar menghajar orang di depannya.


"Aku benar benar sedih atas kematian Viona. Tapi sepertinya aku tidak diterima di tempat ini. Aku pergi dulu ya?" Ucap Seara dengan pelan. Ia menepuk-nepuk bagian pantatnya dan segera berjalan meninggalkan Larra. Kepalanya terus tertunduk sepanjang jalan.


'Hah? Apa kata si gadis bodoh tadi? Aku tak pernah merasa kesusahan? Saat ini juga aku merasakan kesusahan! Dia bilang tidak kehilangan! Aku akan membalasmu nanti! Tunggu saja Larra.' batin Seara kesal. Ia berjalan menuju gerbang. Ia ingin segera pulang dan melampiaskan amarahnya pada sesuatu.


"Evelyn!"


Mendengar nama barunya dipanggil, Seara lekas mengangkat kepalanya dan menatap gadis didepannya. Gadis yang kemarin meninggalkannya dan hanya memberi kabar dengan surat.


Seara melambaikan tangannya pelan dan sedikit tersenyum. Kakinya melangkah dengan cepat menghampiri Chloe. Chloe hanya diam dan bersender di mobilnya.


"Tidak melihatnya?" Tanya Seara tang dimaksud adalah makam Viona.


Chloe menggeleng pelan. Alasannya kemari juga hanya untuk melihat teman barunya yaitu Seara. Chloe menatap wajah kecewa Seara dan menanggapinya dengan helaan nafas.


"Trus mau apa kesini?" Tanya Seara yang penasaran akan alasan Chloe. Ia tidak ingin merasa kepedean dengan tebakannya.


"Mengajakmu pulang. Tidak baik lama lama dikuburan." Jawab Chloe. Ia segara membuka pintu mobilnya dan masuk kedalam setelah mengajak Seara masuk.


Seara duduk di samping Chloe dan menatap kesamping. Chloe telah menjalankan mobilnya keluar dari gerbang. Seara masih bisa melihat Larra dari jauh sedang berjongkok di samping kuburan Viona. Tak lama setelah itu hujan turun dengan deras membasahi kota.


Seara menyenderkan tubuhnya. Ia lelah dengan hari ini. Ia juga sudah lelah memaksakan matanya untuk menangis. Tenggorokan terasa sakit akibat hal hal yang ia lakukan sebelumnya.


"Nih!"


Seara menatap botol minuman di antara pahanya. Ia menatap Chloe dengan lembut. Bibirnya bergerak menggumamkan kata 'Terimakasih' tanpa suara. Tangannya langsung membuka botol itu dan meneguknya sampai habis.


"Bagaimana tadi?" Tanya Chloe sambil membelokkan mobilnya di perempatan.


"Sesuatu terjadi saat aku sampai di sana. Pacar Viona tampaknya tak benar benar menyukai Viona." Ucap Seara dengan pelan. Ia menghela nafas meredakan amarahnya. Ia benci Velix.


"Sudah kuduga sih." Ucap Chloe membuat Seara yang tadi menatap ke jendela kini menatapnya.

__ADS_1


"Kenapa gak dijauhin?" Tanya Seara pada Chloe yang dibalas tawa.


"Viona tuh bulol! Aku sempat memperingati dia!" Jawab Chloe setelah merasa puas tertawa.


"Haa, gitu ya?" Tanya Seara dengan malas. Ia susah menduga jawaban itu.


'Kruuukkk'


Seara menutup mulutnya malu. Ia segera menatap ke samping. Chloe menatapnya tak percaya dan dalam hitungan detik ia tertawa. Tawa yang terdengar sangat mengejek Seara.


"Di-Diam! Aku hanya lapar gak perlu diketawain." Ucap Seara kesal. Chloe bukanya terdiam tapi semakin menjadi membuat Seara yang tadinya kesal malah ikut tertawa.


"Mau makan dulu?" Tanya Chloe yang dibalas anggukan ragu Seara.


'Anak orang kaya memang beda.' Seara menatap restoran bintang lima di depannya. Ia berjalan mengikuti Chloe. Ia dan Chloe duduk di lantai 3 dan dekat dengan kaca. Ia dapat melihat bangunan bangunan yang ada disekitaran Restauran.


"Mau pesan apa?" Tanya Chloe, ia tengah menatap daftar menu yang telah diberikan pada mereka.


Seara yang tengah asik memandangi pemandangan yang ada lekas menatap pelayan dan mengatakan pesananmu tanpa melihat daftar menu. Chloe. Tertegun dengan jawabanmu.


'Pilihanku dan dia sama' Chloe tersenyum dalam hati. Ia dan Ssara benar benar satu hati.


'Hah, makanan kesukaan Chloe dulu itu kan?' Seara sengaja memesan makanan kesukaan Chloe.


Chloe segera memberitahu kalau pesanannya sama dengan Seara. Wanita itu perlahan pergi setelah tau makanan apa yang tamunya itu pesan.


"Kalau aku loncat dari sini apa aku akan mati juga?" Tanya Seara pada Chloe, matanya terus memperhatikan kendaraan yang berlalu lalang di bawah sana.


"Sudah jelas mati. Kenapa bertanya?" Chloe menjawab pertanyaan Seara dengan permen.


"Ahh? Aku ingin bertanya satu hal. Tapi sepertinya ini akan sangat sulit." Ungkap Seara. Ia menegakkan badannya menatap Chloe.


"Apa aku boleh bertanya?" Seara menopang dagunya dengan tangan kanan di atas meja.


Chloe terdiam. Ia tidak tau harus menjawab apa. Apa ia harus memperbolehkannya atau tidak. Terlihat sekali gadis didepannya sangat serius.


'Dia tampaknya mencurigai ku.' Chloe menggeleng memberikan jawaban.


Seara mengangguk menerima penolakan Chloe. Ia mengambil ponselnya dari dalam tas. Ia memeriksa pesan masuk dari Ollie. Seara tersenyum tipis melihat Ollie mengirimkan foto ulang tahun adiknya pada Seara.


"Nahh, Chloe! Kapan ulang tahunmu?"

__ADS_1


...|☘️☘️☘️...


__ADS_2