
...Bab; 36 ...
...*********...
..."Bagaimana rasanya saat kehilangan orang yang sudah kau anggap sebagai sahabatmu?"...
..._________...
"Jadi, dari mana kita akan memulai ini semua, Chleo?" Tanya Seara pada Chloe yang sedari tadis menundukkan kepala dan enggan menatap sekelilingnya.
"Dia memberikan keterangan palsu. Katanya salah satu dari kami menyebarkan gosip buruk tentangnya. Karena kau temennya pasti tau apa yang dia lakukan dan apa saja yang terjadi padanya, kan?" Ucap salah satu laki laki dengan jas hitam yang melekat ditubuhnya. Jas yang berbeda dari murid lainnya. Sebuah pita juga melingkar di tangannya.
"Ahahaha.. Kenapa kau berpikir seperti itu?" Tanya Seara setelah tawa datarnya.
"Aku bukan ibunya," ucap Seara malas. Ia mengambil sebuah gulungan kertas yang tergeletak tak jauh darinya.
"Ini cukup mengejutkan. Kalian tidak membuat ini untuk candaan, kan?" Tanya Seara sambil menatap sekumpulan orang yang tak ia kenal.
"Didalam kertas ini tertera logo organisasi kalian, loh." Gumama Seara. Chloe mengangkat kepala dan menatap gadis di depannya yang masih merengek kesakitan akibat di pukuli dan ditendangi oleh Chloe.
"Seara. ****** ini yang melakukan ini." Ucap Chloe sambil menunjuk gadis itu dengan garang.
Seara menetap sekilas gadis itu dan menghela nafas.
"Kita tidak boleh menuduh orang sembarangan loh. Bisa saja bukan dia orangnya." Peringat Seara. Ia menaruh kertas itu di meja.
"Ini memperlihatkan sebuah club malam yang paling terkenal di kota ini. Club malam yang sama sekali tidak memperbolehkan anak dibawah umur masuk dan masuknya juga harus menggunakan kartu. Foto ini sepertinya di ambil pada hari Kamis kemarin. Temanku memamerkan dirinya berada disana pada hari itu dikarenakan ada DJ baru di sana." Ucap Seara sambil menatap lekat kertas. Ia menatao sekelilingnya. Beberapa menatapnya curiga yang dibalas kekehan olehnya.
"Aku beneran hanya tau. Aku tidak ada sangkut pautannya dengan ini." Terang Seara. Ia menggeleng gelengkan kepalanya kala beberapa orang itu tampaknya semakin tak percaya.
"Ya, Seara sedang ada di rumah Larra pada hari itu." Ucap Chleo. Ia berada di club itu pada hari kamis malam. Ia dengan sadar dan bermain dengan teman temannya yang lain karena alasan yang sama dengan teman Seara ucapkan.
"Lalu, kamu dimana saat itu?" Tanya Seara pada gadis didepan Chloe atau lebih tepatnya di samping Seara.
"Aku j-juga be-rada disana." Ucap Gadis itu dengan takut. Temen temannya yang lain terlihat kaget dan takut.
"Apa lo bilang? Lo bukan anak yang suka main kayak gitu, Re!" Ucap salah satu gadia lainnya dengan wajah kaget. Ia berjongkok di depan gadis yng tengah meringis tadi. Kedua tangannya menagkup wajah gadis itu dan menggumankan kata kata jangan takut.
'Hah, apa ini?' Seara menatap kosong orang orang itu.
"Sudah jelas bahwa kau kan pelakunya." Ucap Chloe tiba tiba. Ia mengambil kertas itu dan melempar ke wajah gadis itu.
__ADS_1
"Aku bukan ******. Kau yang ******!" Teriak Chloe.
Dikertas itu terdapat foto Chloe yang tengah berpelukan dengan pria dewasa dan disekitarnya terdapat beberapa pria yang tampak dekat dengangnya. Pakaiannya yang terbuka membuat rumor tentangnya semakin kuat.
"Tapi, benar bukan aku yang melakukannya." Gadis itu menjawab dengan cepat omongan Chleo dan telihat semakin takut saat Chloe menatonya dengan tajam.
"Bukan kah kau yang hari ini mendapat tugas berjaga di majalah dinding sekolah. Dan kau juga yang memegang akun sekolah." Ucap Chloe pda gadis itu dengan kasar.
"Heh.. Nah, Re bukan panggilanmu?" Tanya Seara. Ia tidak menunggu balik jawaban wanita itu. Matanya menatap kearah laki laki yang sedari tadi asik memainkan laptop didepannya.
"Sepertinya kamu telah mendapat jawaban ya." Ucap Seara dengan senyuman tipis. Laki laki yang merasa ditatapi menatap Seara dengan kaget.
"Bawa kesini!" Perintah seorang laki laki nyang sedari tadi diam memperhatikan.
"Baik, Ketua." Ucap laki laki itu dan lekas membawa laptopnya. Ia meletakkannta diantara Chloe dan gadis bernama Re tadi.
Seara menatap laki-laki yang tadi di panggil ketua dengan tatapan ramah. Mereka saling bertatapan dan diakhiri oleh senyuman Seara.
"Cepat pasang." Ucap sang ketua. Tangannya telipat didada dan badannya agak sedikit condong ke depan untuk melihat isi dilaptop laki laki itu.
"Cepat putar." Ucap Chloe yang dibalas anggukan kecil.
"Chloe kita sudah tau kan siapa yang menjadi tersangka?" Seara menatap gadis yang masih menangis.
Wanita yang tadi menenangkan gadis itu menatap tajam Chloe. Tangannya menarik cepat tangan Chloe membuat Chloe terjatuh dari kursinya. Seara menatap tak Terima itu dan menarik rambut wanita itu. Matanya menatap nametag yang ada dijas miliknya.
"Lepaskan tanganmu dari temanku, Resha!" ucap Seara dengan tatapan tajamnya yang membuat Wanita itu dengan kesal melepaskan tangan Chloe.
Seara melepaskan jambakannya dan membantu Chloe berdiri. Chloe menatap tak percaya kearah gadis yang masih menangis tadi sedangkan Resha dia memeluk erat gadis itu sambil sesekali mengelus punggungnya.
"Kenapa bukan kau yang memasang itu? Kenapa harus dia, hah?" pekik Chloe sambil menendang meja di depannya. Laki laki yang merupakan ketua tadi segera menghela nafas dan menatap Chloe dingin. Tangannya meraih selembar kertas dan menuliskan sesuatu dan memberikannya pada Seara.
'Bawa teman gilamu dari sini! Dan kau harus mengganti kerugian yang ada diruangan ini. Kau kan TEMANNYA.'
Seara menatap tak percaya kertas itu dan menatao tajam penulisnya. Ia menghela nafas. Ia sudah lelah dengan paginya ini.
Rencana miliknya sedikit menyusahkan.
"Ayo pergi dari tempat ini, Chloe. Kita temui dalangnya sekarang!" ucap Seara dengan lembut sambil menopang tubuh Chloe. Ia menatap laki laki yang tengah menyeringai kepadanya.
"Lebih baik perketat lagi ruangan ini agar tidak ada sampah yang bisa masuk lagi ketempat ini." Ucap Seara sebelum menutup pintu ruangan itu lagi.
__ADS_1
☘️☘️☘️
"Aku benar benar tidak percaya dia melakukan ini. Sialan itu maunya apa sih?" Ucap Chloe dengan tatapan tajam kedepan. Tangannya menggenggam erat tangan Seara membuat empunya tersenyum menikmati amarah Chloe. Wajah Chloe benar benar merah dengan dahi yang mengerut kesal. Jalannya juga cukup cepat menguat Seara dengan cepat mengimbangi langkah Chloe.
Ini seperti yang Seara pikirkan. Wajahnya memasang ekspresi Khawatir dan menggumankan kata tenang pada Chloe yang sepertinya tidak akan tenang. Ponselnya juga sedari tadi bergetar. Tangannya merogoh ponsel dan menatap notifikasi yang ia tunggu.
"Ahh, akan ada pertunjukan yang lebih menarik lagi nanti," ucap Seara dalam hati sambil berjalan dengan sedikit cepat.
Chloe melepaskan genggamannya dan berjalan dengan cepat memasuki ruangan kelas mereka. Tangannya terkepal erat dan berjalan masuk menuju ruangan itu.
Seara segera berlari kecil menyusul dan menonton pertarungan dua gadis di ambang pintu dengan tatapan terkejut. Tangannya menutup mulut kalau melihat Chloe menendang lawannya dengan kuat di bagian perut. Lawannya terdorong kebelakang dan menabrak laci murid dengan cukup kuat. Tak ada yang berani mendekati mereka. Beberapa ada yang senang melihat itu namun ada juga yang tidak peduli dan khawatir akan lawan Chloe. Bahkan laki laki yang berdiri tak jauh dari mereka hanya diam dan menatap pertengkaran itu.
"Evelyn cepat hentikan Chloe. Dia sudah gila!" Teriak gadis yang tak jauh darinya. Gaids itu adalah Larra. Ia menatao tak percaya Chloe yang menghajar temannya dengan membabi buta.
Seara menatap lawan Chloe yang terlihat masih kuat berdiri. Ujung bibirnya mengeluarkan darah dengan wajah memerah. Bernafas pun sepertintantelah susah. Kakinya beberapa kali hampir jatuh tak kuat menopang tubuhnya. Seara mengambil kotak pensil disampingnya dan melempar mengenai gadis itu.
'Ahhh, kasih sekalinya. Viona.' Seara tak henti menatap perkelahian Chloe yang lebih terlihat seperti perundungan.
"Velyn! Cepet!" Teriak Larra yang mulai menangis di samping Seara.
Seara memalingkan wajahnya kearah Larra dan mendesah kesal namun senyumnya terukir. Ia menopang dagunya dan menutupi mulut. Ia menatap perkelahian Chloe dan Viona. Ia tidak mungkin mau menghentikan itu.
"Gak bisa, Ra! Kamu liat mereka sama sekali gak bisa diganggu. Diteriakin pun hanya bikin aku yang kena masalah," ujar Seara dengan tatapan khawatir pada Larra, ia mengambil ponsel ditangannya dan mengangkatnya untuk mendekatkan ke telinga miliknya.
"Aku telpon guru aja ya?" Tanya Seara setalh menekan nomor gurunya.
"Jangan!" bantah Larra. Ia menarik ponsel Seara dan mematikan panggilan itu sebelum tersambung.
"Itu akan merugikan Viona" Ujar Larra, air mukanya terlihat sangat sedih dan penuh kekhawatiran. Ia menggenggam telapak tangan Seara yang ada di sampingnya.
"Lo gila, Le!" Teriak Viona saat ia bangkit dan berdiri dengan kayu yang sudah patah. Matanya menatap penuh dendam Chloe nyang ada dihadapannya. Untung saja kursi yang dilempar tak membentur kepalanya.
"Hahaha... Bukannya harusnya lo yang gila? Lo bisa enak disekolah ini karena siapa?" Bantah Chloe. Wajahnya menatap kesal Viona yang masih bisa berdiri walah hanya dengan satu kaki yang terlihat sedikit luka.
"Lo itu hanya ngegunain orang tua lo! Lo pikir semua yang ada disini beneran mau temenan sama lo?" Larra tersenyum sinis menatap Chloe. Ia sedikit meringis kalau unjung bibirnya terpaksa senyum. Ia menyugarkan rambut nya ke belakang membiarkan semua menatap wajahnya yang sudah babak belur.
'Viona keren!' Seara menatap takjub Viona yang masih sanggup berdiri dan memberikan jawaban atas pertanyaan Chloe.
..."Apa maksudmu sialan!" Pekik Viona. Ia masih belum mengerti kenapa semua ini terjadi padanya. ...
...🍀🍀🍀...
__ADS_1