PEMBALASAN SEARA

PEMBALASAN SEARA
TEMAN


__ADS_3

...Bab 28:...


...**********...


..."Ah, kasihan sekali dia dapat teman palsu."...


...__________...


"Aku masuk Club Baca. Mau ikut?"


Seara yang puas dengan jawaban Chloe tersenyum tipis dan menarik salah satu kursi kosong kearah meja milik Chloe. Ia menopanh dagunya dengan tangan kiri lalu menatap kearah Chloe dengan senyuman manis.


"Apakah menarik?" Tanya Seara dengan riang.


Chloe hanya mengangguk dan mengeluarkan sebuah buku. Selembar kertas terlipat didalam buku diberikan kepada Seara. Seara menatap sekilas kertas itu dan mengangguk kecil. Kertas itu adalah formulir pendaftaran. Ia mengambil sebuah pulpen dari sakunya dan mengisi dengan cepat formulir itu.


"Harus kuberikan kepada siapa?" Tanya Seara sambil menyenderkan tubuhnya.


"Nanti aku akan berikan pada guru pembimbing. Kau bisa hadia saat hari selasa, kamis, dan jumat setelah pulang sekolah ke ruang baca, dilantai 4, gedung ke-3." Ucap Chloe sambil menyimpan kertas itu kembali dan memberikan seara sebuah kartu kecil.


"Itu kartu anggota untuk club membaca." Ucap Chloe kembali.


Seara menatap wajah Chloe, lalu tertawa kecil.


"Akhirnya kau bicara dengan panjang saat bersamaku, ya!" Tawa kecil Seara menarik perhatian Chloe yang tadinya enggan berbicara dengan Seara.


"Kita sudah jadi temankan?" Tanya Seara yang membuat Chloe terdiam.


***


"Yang sudah selesai bisa dikumpulkan kedepan." Ucap Wanita paruh baya dengan datar kepada murid muridnya yang tengah mengerjakan soal fisika yang baru saja ia berikan.


Hari ini Mrs. Sendy, selaku guru fisika melakukan agendanya untuk ulangan fisika setiap selesainya satu materi pembelajaran. Selembar kertas yang berisi 10 pilihan ganda dan 20 essai.


"Mrs. Sendy gila ya. Baru juga 8 menit."


"Lo ga pernah ngerti Mrs. Sendy, ya?"


"Kalo ada yang udah juga pasti remed tuh orang!"


"Berisik lo semua."

__ADS_1


Ucapan Chloe membuat orang orang yang mengomel menghentikan pembicaraan mereka. Seara hanya diam dan menyimak pembicaraan mereka dang mengangguk saat ada argumen yang ia suka. Tangannya menulis sebuah angka yang akan mengakhiri kerjanya.


Kakinya perlahan mendorong kursi kebelakang dan membuat semua perhatian murid kearahnya. Kakinya terjalan riang dan membawa kertasnya kedepan dengan senyuman manis. Ia menatap kedepan, namun ia tau ada beberapa orang yang kagum dan merasa kesal dengannya.


"Murid baru! Kau yakin sudah menjawabnya dengan benar?" Tanya Mrs. Sendy dengan ramah namun terdengar menyebalkan bagi Seara.


"Yes, Mam!" Jawab Seara ia meletakkan kertanya di meja dengan rapi dan berjalan kembali ke kursinya. Ia sempat saling bertatap dengan Jerremy yang ia akhiri dengan lambaian yang membuat Jerremy mengalihkan pandangannya.


"Aku harus melatih kecepat tanganku. Harunya aku sudah selesai sedari tadi." Gumama Seara dengan pelan. Ia mengeluarkan ponselnya. Semua soal itu sudah ia pelajari sejak berberapa tahun lalu. Mungkin saat kelas 8 saat ia les di salah satu teman Maria.


Seara mencari kontak gurunya untuk segera diajarkan hal yang lebih baru. Ia tidak boleh senang hanya dengan hal kecil itu. Mungkin sekarang ia tidak akan menyibukkan dirinya dengan perlombaan tapi nilainya tidak boleh turun sama sekali. Matanya menatap suatu hal yang menarik. Maria membuat postingan baru. Fotonya dan Nicholas yang sedang berada dipantai.


Nicholas memang sempat membawa pembicaraan tentang pantai saat sarapan tapi ia pikir Nicholas hanya bercanda. Sekarang Seara tau kalau Nicholas tidak pernah bercanda tentang Maria. Di captionnya Maria menuliskan nama Pantai yang tidak ada di kota yang mereka tinggali.


Jelas sekali kalau Maria dan Nicholas sedang ada di luar negeri. Seara terdiam senyum yang sedari tadi ia pasang mulai luntur. Tanganya terus menggeser sampai kepada foto terakhir. Seara mematika ponselnya. Ia tidak bisa membuat dirinya terlalu memikirkan banyak hal.


***


"Kau sangat hebat, Eve!" Ucap Jerremy dengan bangga sambil menggenggam kedua tangan Seara. Ia mendekatkan wajahnya. Seara yang segara merespon tindakan Jerremy mengundurkan kepalanya dan membuat ia kehilangan keseimbangan dan terjatuh kebelakang.


"Achh, sakit, Jer." Rintih Seara. Ia menutup matanya merasakan rasa sakit yang menyerang dikepalanya.


Sedangkan Jerremy ia masih kaget kedua tangannya menopang tubuhnya agar tidak jatuh dan menimpa Seara.


"Yaa, kan gue pikir gak bakal sampe jatuh, Chel!" Ucap Jerremy dengan nada pelan.


"Sana lo main sama temen lu kek! Jangan ganggu temen gue!" Pekik Chloe. Seara yang mendengar perkataan Chloe hanya bisa tersenyum tipis dalam hati. Ia menggengam erat tangan Chloe yang tadi menariknya.


"Gapapa kok, Jer. Emang Cedric sama Theo kemana?" Tanya Seara. Ia menghampiri Jerawat dan menggengam tangannya.


"Ini gak sakit kan?" Tanya Seara dengan lembut sambil meniup beberapa kali telapak tangan Jerremy.


"Enggak kok." Ucap Jerremy tangan kanannya menutupi wajahnya yang yang mulai merona.


Ia menarik tangan Seara dan berjalan keluar meninggalkan kelas yang kini hanya ada Seara dan Chloe.


"Kau seharusnya tidak perlu minta maaf ke cowo kaya dia, Vel!" Ucap Chloe dengan dingin yang ditanggapi gelengan oleh Seara.


"Tapi kita juga gak boleh gitu sama orang. Semua manusia kan sama." Ucap Seara tanpa sadar membuat Chloe terdiam.


"Hei jangan mengucapkan hal itu jika ingin berteman denganku." Ucap Chloe dengan tatapan tajam kearah Seara.

__ADS_1


Seara memalingkan wajahnya. Tangannya terangkat dan menutup setengah wajahnya. Smirknya tertutupi oleh telapak tangannya. Mata Seara perlahan menggelap dan merasa sebuah gelojak didadanya.


"Chloe tidak berubah ya!"


***


Wanita paruh baya menatap gadis yang tampak asing dimatanya dengan lekat. Kipas ditangannya ia ketuk ketuk dibibir sambil mengangguk anggukan kepala. Chloe yang dibelakangnya hanya diam dan menikmati teh hijaunya dengan tenang. Beberapa gadis lain duduk di sekitar sambil melakukan kegiatan yang sama. Duduk dengan postur tegak dan senyum tipis yang selalu menghiasi wajah, segelas teh ditangan mereka dan beberapa buku di meja yang sama sekali tidak terbaca.


Seara diam berdiri tegak dengan senyuman anggun sambil menatap kearah Chloe dengan ramah. Wanita di hadapannya tak kunjung mengeluarkan sepatah kata apapun. Pakaian yang ia kenakan juga pakaian yang tidak biasanya dikenakan banyak orang. Sebuah gaun bertema kerajaan. Hiasan ruangan ini juga tidak biasa. Sangat mewah sampai Seara pikir ruangan ini penuh emas. Beberapa orang berpakaian pelayang juga berdiri di dekat beberapa sudut dinding.


"Anda diterima." Ucap wanita itu dengan tegas. Kipas ditangannya terbuka dan mulai bergerak pelan. Kakinya berjalan kesebuah beja dan mengambil sebuah buku untuk Seara.


"Untuk apa ini, Mrs?" Tanya Swra dengan lembut. Dipelukannya kini ada sebuah buku tebal yang asing baginya.


"Panggil aku Madam Rosella. Aku adalah guru pembimbing di kelas ini. Itu adalah beberapa peraturan dan kegiat pertemuan yang akan kita selalu lakukan. Untuk hari ini kau boleh pulang dan mulai mengikuti di jadwal berikutnya." Ucap wanita yang bernama Rosella itu. Setelah memberikan salam perpisahan, ia meninggalkan Seara yang menatap sekilas Chloe dan berjalan keluar tanpa berbicara apapun.


"Apa keputusanku bergabung Club ini salah, ya!" Gumam Seara. Ia berjalan dengan pelan dan menyusurk lorong yang mulai sepi akan murid murid. Ia melewati sebuah ruangan yang sepertinya iantau sebagai ruang ganti club Cheerleader.


"Heh, apa kalian tau. Si murid masuk kedalam club barunya si nona membosankan!"


"Wah yang bener lo?"


Seara hanya diam berdiri disamping pintu sambil menyenderkan tubunya. Ia merasa akan mendapatkan pembicaraan menarik.


"Yeah, gue liat sendiri kalo tuh Si Chloe jalan bareng sama si anak baru ke ruang baca."


"Bener gak, Larra?"


Seara mengepalkan tangannya. Pembicaraan itu semakin menarik. Apa ia mendapatkan sebuah informasi baru nantinya.


"Heh, kalian pikir gue boong gitu? Pas gue balik dari kemar mandi Chloe dan tuh anak baru jalan bareng masuk ke ruang baca. Estella aja liat. Siapa coba yang gak mau dket sama orang berpengaruh kek dia?"


"Dah keliatan sihh. Tuh anak baru pasti ada maunya."


"Yaiyalah."


"Kayak lo sama Estella kan?"


"Sok tau lo. Dah lah gue mau balik. Awas kalo Chloe tau gue sama Estella kabur dari club karena bolos. Habis lo berdua ditangan gue." Seara yakin itu suara Larra. Suara langkah kaki. Juga semakin terdengar dengan cepat kaki Seara berlari menuju balik tembo dan pergi dari tempat itu.


..."Chloe sangat kasihan ya." ...

__ADS_1


...***...


__ADS_2