PEMBALASAN SEARA

PEMBALASAN SEARA
CHIKA


__ADS_3

...Bab 23...


..._________________...


..."Semua butuh pengorbanan."...


...****************...


"Kamu orang kaya?"


Seara tercekat dan menatap Chloe dalam diam. Setelah beberapa detik Seara mengeleng pelan menjawab pertanyaan Chloe. Ia jelas tidak punya apa apa selain otaknya yang cerdas. Ia hidup karena Maria mau mengurusnya ditambah kadang ia memanfaatkan sekitarnya.


Aku bukan orang kaya.


"Aku tidak pernah berpikir, bahwa aku kaya!" Jelas Seara. Ia menatap kedepan dan mengeluarkan buku kosong di tasnya. Tangannya membuka kota pensil berwarna hitam yang isinya pensil dan alat tulis dengan desain galaksi.


Seara mulai menyalin apa yang ada di papan tulis. Sekarang adalah pelajaran olah raga, itu yang Seara tau. Semua murid memakai seragam olahraga dan ada seorang laki laki yang usianya terlihat sekitar 60 berdiri didepan menatapi murid murid yang juga tengah menulis.


"Baik! Anak-anak segera turun dan berkumpul di lapangan 3. Untuk kamu anak baru seragam olahraga ada di laci di belakangmu. Lekas berganti dan turun ke bawah!" Guru olahraga itu menunjuk lemari atau laci khusus murid menyimpan buku dan seragam olahraga.


Seara mengangguk menanggapi permintaan gurunya. Semua orang perlahan keluar dari kelas. Chloe berjalan meninggalkan kelas disusul dengan dua gadis dibelakangnya. Seara terdiam. Dia pikir Chloe akan menunggunya atau mengajakanya.


Seara berdiri dari bangkunya dan berjalan kebelakang. Matanya menelusuri nomor setiap laci yang ada.


"12, 12, 12, 12, 12, 12!" Gumam Seara dan akhirnya mendapat laci miliknya. Tangannya terulur memasukan kunci kedalam lubang kunci. Matanya menatap laci laci yang berjejer di sekitarnya.


"13." Gumam Seara dengan datar menyebutkan angka itu. Meja Chloe berada di urutan 13. Itu sudah menjadi urutan yang mutlak akan sulit bepindah dari kursi masing masing kecuali dengan persetujuan sesaat.


Seara mengambil sepasang seragam olah raga dan menutup kembali laci nya. Kakinya berjalan dengan sedikit cepat menuju kamar mandi yang dirinya lewati saat menuju kelas. Di sepanjang jalan orang orang menatapnya dengan beberapa ekspresi.


Anak Baru.


Bukan hal aneh tapi menarik perhatian. Beberapa dari mereka memberikan pandangan yang baik pada Seara namun tak sedikit juga yang merasa tidak suka atau tidak peduli. Seara memberikan senyuman tipis dan sapaan 'Hi!' pada orang yang menyapanya dengan sapaan 'Hi anak baru!'.


Saat dikamar mana di Seara melihat Chloe dan dua gadis yang mengikutinya. Seara menyempatkan diri memberi Chloe sapaan dan berjalan masuk ke salah satu ruang ganti. Setelah selesai berganti pakaian Seara keluar dan menemukan Chloe masih berdiri di depan kaca sembari memoleskan lipgloss di bibirnya.


"Hi, Evelyn!" Sapa Chloe dengan ramah. Ia mengulurkan tanganya.


Seara terdiam sesaat. Mereka sudah berkenalan saat di kelas dan buat apa berkenalan lagi.


"Ah, yang di kelas sangat tidak baik. Mau mengulang?" Tanya Chloe. Senyuman tipis terukir di wajahnya.

__ADS_1


Seara hanya bisa mengikuti ekspresi Chloe. Ia menerima uluran tangan Chloe sembari menatap mata milik Chloe yang terlihat sedikit mengesalkan.


'Apa dia meremehkanku?'


"Mari kita ke Lapangan?" Chloe segara menarik tangan Seara dengan pelan dan membawanya menuju tempat olahraga akan dimulai.


Seara awalnya tidak bisa mengikuti langkah lari Chloe karena larinya semakin cepat. Tangan kirinya memeluk seragam sekolahnya didada. Rambutnya juga berterbangan ditiup angin saat berlari. Ia bisa melihat rambut Chloe yang panjangnya sebahu ikut teriup. Bandul merah yang tadi terikat di rambut nya perlahan jatuh. Seara tak bisa mendengarkan apapun selain ocehan Chloe tentang sekolah yang akan ia tempati. Dan larian mereka pun berhenti saat sudah sampai di lapangan besar dengan berisi murid murid dengan berbagai kelas.


'Sensasinya masih sama.' Seara menatap Chloe yang terengah-engah disampingnya. Kedua tangannya menopanh tubuh di lutut. Seara mengeluarkan sapu tangan dari saku seragam yang tengah ia peluk pada Chloe.


"Pakailah! Kembalikan saat kamu sudah mencucinya!" Ucap Seara dengan sedikit tawa diakhirnya.


Chloe terdiam menerima sapu tangan itu. Suara peluit memekik di telinga mereka. Ke-dua kaki Seara dan Chloe berjalan menuju tengah lapangan mengikuti murid murid lainnya.


"Eh, hai?" Sapaa seorang gadis berambut hitam dengan gaya ponytail sambil melambaikan tangan kearah Evelyn.


Evelyn menatap gadis itu sekilas. Bukan penghuni kelasnya. Dia sudah menghafal wajah wajah teman barunya.


"Eve, Evelyna Askara! Tapi kalau mau bikin panggilan lain gak papa kok!" Ucap Seara sambil mengulurkan tangannya dengan ramah yang disambut baik gadis itu.


"Ah, Estelle Carl dari kelas XI IPA 2! Senang bertemu denganmu Velyn." Sambut Estelle dengan senyum ramahnya.


Seara mengangguk memberi salam. Estelle segara menghampiri Chloe yang masih kelelahan. Tangan Estelle mengelus punggu Chloe sembari memberinya minum. Seara diam dan memperhatikan kedua gadis itu dalam diam.


Kaki Seara maju beberapa langkah dan berbalik saat ada yang menyentuh bahunya. Tiga orang laki laki melewatinya. Gadis yang tampaknya tadi memegang bahunya menunduk nunduk minta maaf dengan nada yang sangat tidak ikhlas.


"Tadi Three Stars lewat." Ucao gadis itu sambil menunjuk tiga pria tampan yang melewatinya tadi.


"Mereka berada dikelas mana?" Tanya Seara sambil berjalan dikuti gadis itu.


"Kau tidak tau ya?" Tanya gadis itu balik membuat Seara kesal dalam hati.


"Aku anak baru yahh!" Ucap Seara dengan kesal. Ia melambaikan tangan saat ada teman sekelas yang menyapanya.


"Hah, aku pikir murid barunya pria tampan. Kalau cewek sih gak bisa aku gebet." Gumam gadis itu namun di dengar oleh Seara.


"Kenapa tidak mendekati Three Stars aja?" Tanya Seara yang dibalas tatapan horor oleh gadis itu dan bebarapa orang yang mendengar.


"Mereka tuh gak tersentuh ya. Susah jadinya!" Jelas gadis itu.


"Ahh, sorry! Aku benar benar gak tau." Maaf Seara walau ia tak tau manfaatnya.

__ADS_1


" Jadi kamu masuk kesini bukan karena Three Stars?" Tanya gadis itu kaget. Ia memegang kedua tangan Seara. Lalu mendekatkan wajahnya, menatap lekat Seara.


"Padahal kau sangat cantik loh. Kamu blasteran ya?" Tanya gadis itu kembali.


Seara menjauhkan wajahnya. Ia tidak terlalu suka berdekatan dengan orang yang masih asing baginya.


"Tentu! Aku kesini untuk belajar dan ya aku blasteran." jawab Seara sambil duduk dipinggir lapang.


Guru mereka akan memulai olahraga dengan murid laki laki yang pertama. Semua murid telah melakukan pemanasan kecuali Seara dan Chloe yang datang terlambat tapi sepertinya tinggal Seara karena Chloe terlihat tengah melakukan pemanasan.


"Namaku Chika Sandrina! Siapa namamu anak baru? Aku belum melihat akun gosip sekolah jadi belum tau." Tanya gadia itu yang ternyata ikut duduk disamping Seara.


Gadis ini bukan dari kelas 1


"Ah, Namaku Evelyn Askara! Salam kenal Chika." Balas Seara. Ia menatap gadis disamping.


Penampilannya sangat berkilau dengan beberapa perhiasan emas di tubuhnya dan riasan yang cukup tebal namun tidak nora diwajahnya.


"Aku cantikkan?" Tanya Chika dengan pedenya pada Seara yang tengah memperhatikan gadis itu.


"Tidak tuh!" Bohong Seara. Chika cukup cantik walau tak secantik dirinya. Dengan tubuh yang cukup mungil dengan rambut panjang sepunggu diikat dua dan cardigan berwarna pink di tubuhnya menutupi baju olahraga.


Dibandingkan kata cantik, Chika lebih ke imut menurut Seara.


"Kamu tadi datang sama Chole ya." Ucap Chika dengan datar berbeda dengan nada yang sebelumnya ia ucapkan.


Seara yang sm tadinya mulai tertarik menatap para laki laki bermain bola basket mengalihkan pandangannya kepada Chika.


"Ya, kenapa?" Tanya Seara balik. Ia ingin informasi lebih lanjut.


"Kamu gak diapa apain sama dia kan?" Tanya Chloe dengan ragu nan pelan.


Seara mengangguk. Chloe memang sedikit aneh. Awalnya ia cuek namun tiba tiba ramah dan mengajaknya berlari bersama.


"Dia salah satu pembully di sekolah kita. Jadi, lebih baik jauhi dia." Ucap Chika. Ia perlahan berdiri dan berjalan menuju sekumpulan gadis gadis meninggalkan Seara yang terdiam.


Pembully


Ia sudah mencari tau tentang Chloe sejak lama. Ia selalu mencari cari tentang Chloe dari media sosial atau orang orang yang ia kenal. Ia selalu mengikuti media sosial Chleo bahkan mengikuti teman teman Chloe agar dapat informasinya. Ia tidak bisa melakukan balas dendam jika tidak tau apa tentang musuhnya.


Ia tidak bisa balas dendam pada Natasha, Chloe, maupun Leo. Mereka terlalu kaut untuk ia taklukkan sendiri. Ia butuh pengorbanan atau usaha yang lebih untuk melakukannya.

__ADS_1


...Jadi, siapa yang akan ia korbankan? ...


...☘️☘️☘️...


__ADS_2