PEMBALASAN SEARA

PEMBALASAN SEARA
SALAH


__ADS_3

...Bab 45;...


...*********...


...________...


Seara menatap bangku yang sedari tadi kosong. Ia tersenyum tipis mengingat apa yang terjadi semalam. Tangannya menoel Chloe yang duduk didepannya. Chloe berbalik menatap Seara.


"Aku bawa sesuatu mau mencobanya nanti?" Tanya Seara dapat Chloe dan di balas anggukan lalu kembali duduk menghadap ke depan.


Seara mengirimkan pesan pada Ollie agar membawa sesuatu yang ia buat saat jam istirahat ke dua. Seara menopang dagunya dan menatap Chloe yang ada didepannya penuh senyuman.


"Ahh, apa yang akan dia lakukan ya nanti?"


'Kringgg'


Seara berlari kecil sambil menyapa orang yang ia kenal dengan lambaian kecil. Seara berhenti di depan sekumpulan gadis. Ia duduk disamping gadis yang ia kenal. Ia tersenyum lebar menyapa orang yang baru ia temui.


"Evelyn bukan?" Tanya gadis bersambut merah tua. Ia mengulurkan tangannya yang disambut ramah oleh Evelyn.


"Denada Ember! Salam kenal!" Sapa gadis itu dengan senyuman manis.


"Seperti yang kau tau. Namaku Evelyna Askara. Salam kenal juga Denada."


Seara menatap dua gadis lainnya. Ia mengulurkan tangannya, "kalian berdua juga salam kenal!" Kekeh Seara saat melihat kedua gadis itu akhirnya sadar setelah menatap lekat Seara.


"Ahh, namaku Ellara Ellagunt!" Gadis itu memekik senang dan menyambut tangan Seara.


"Kau sangat cantik, Evelyna! Salam kenal namaku Hersa Edvant!" Gadis itu menggenggam erat telapak tangan Seara sembari menggoyang goyangkan nya.


"Hehehe.. Terimakasih. Tapi banyak kok yang lebih cantik dariku!" Elak Seara dengan lembut.


Chika disebelahnya tertawa sembari merangkul Seara. Ia menatap temannya, "sudah kubilangkan! Dia itu pemalu!" Chika mencubit pipi Seara membuat empunya meringis pelan.


"Auch, sakit Chik!" Seara meringis dan mengelus pipinya.


"Jadi, sudah siap?" Tanya Denada melihat Chika dan Seara yang sedang beradu mulut dengan senyuman tipis. Ia seperti melihat anak 5 tahun yang sedang bertengkar.


"Sudah! Ayo kita makannya!"


***


"Chloe ayo kita ke rooftop!" Ajak Seara pada Chloe sembari menggenggam erat kotak makan besar di pelukannya. Ia tersenyum penuh semangat. Bibirnya memang terasa pegal.


'Semua untuk formalitas!'

__ADS_1


"Chloe?" Panggil Seara pada Chloe. Ia sedikit malu saat pangggilannya tidak disahuti dengan baik oleh Chloe. Beberapa temannya sudah menatap kearah mereka.


"Chloe! Kau mendengarku, kan?" Tanya Seara dengan ragu. Ia memegang punggung Chloe namun tangannya ditepis.


Chloe menatapnya tajam. Seara dapat melihat mata Chloe yang terlihat sedikit memerah. Chloe menatap tempat makan yang ada di pelukan Seara dengan jijik. Ia mendorong Seara menjauh darinya.


"Ahh, Chloe? Apa aku membuat salah?" Tanya Seara lirih. Nadanya terdengar sangat menyedihkan. Wajahnya juga menatap kaget Chloe yang menatapnya seolah ia adalah sampah yang seharusnya tak berada di dekatnya.


"Heh, lagi lagi dia membuat orang membencinya!"


"Apa kita harus menolong Evelyn?"


"Iya. Dia sangat kasihan. Tapi aku juga tak ingin dihajar."


"Dasar tidak tahu diri."


"Dia seharusnya mati saja!"


Seara menatap nyalang orang yang menyumpahi Chloe mati. Ia menatap kembali Chloe.


"Chloe! Apa aku membuatmu marah?" Tanya Seara sekali lagi. Chloe membulatkan matanya menatap tak percaya Seara.


Seara mengulurkan tangannya menyodorkan kotak makannya. Ia sudah membuat makanan kesukaan Chloe. Chloe menatap kotak itu dengan jijik dan menepis kotak itu dari hadapannya.


Brak!


"Chloe kamu kenapa sih?" Tanya Estella yang datang bersama Larra dibelakangnya. Larra berjalan membantu yang sedang membersihkan lantai yang terkena selai.


Chloe menatap kesal Seara dan menatap Estella dengan tatapan memohon. Estella menggelengkan kepalanya.


"Apa bagusnya dia? Dia hanya orang bermuka dua yang sering membicarakan orang!" Chloe menunjuk Seara yang masih diam di lantai membersihkan sisa selai dengan tissue.


"Hah, apa maksudmu?" Pekik Estella. Dia berdiri didepan Chloe dengan tangan terlipat didada.


"Dia membicarakan kira semua dengan teman barunya!"


Estella menatap tak percaya Chloe dan menggeleng pelan, "kau selalu terburu buru, Chloe. Kau ingat dengan kejadian diruang Osis. Kau menuduh gadis itu dan bahkan menghajarnya. Sekarang kau menuduh Seara hanya karena punya teman baru. Kupikir pertemanan kita sampai disini saja."


Larra mengajak Seara berjalan keluar meninggalkan Chloe dengan kesal. Estella membatu Seara memegang kotaknya dan Seara hanya menunduk tak menatap siapapun.


Chloe diam membatu menatap tiga orang yang beberapa hari ini selalu mengganggu pikirannya. Matanya menatap Seara yang menunduk berjalan keluar meninggalkan kelas di rangkulan Larra.


"Heh, Chloe! Bukankah itu terlalu jahat?" Tanya seorang laki laki yang selalu diam melihat Chloe bertindak seenak hati.


"Hah, apa maksudmu?" Tanya Chloe dengan kesal. Ia mengepalkan tangannya berjalan menuju laki laki itu.

__ADS_1


"Kau terlalu jahat. Memang siapa kau pikir yang selama ini ada di sampingmu? Hanya ada Evelyn yang ada di sampingmu. Dia juga yang mengajakmu saat ada sesuatu. Bukankah dia yang selalu mengantarkanmu pulang beberapa minggu ini!" Ucap Laki laki itu membuat Chloe terkekeh.


Chloe menatap tak percaya laki laki itu, "kau suka dia, ya? Kelihatan sekali!" Chloe berjalan melewati laki laki itu.


"Ya, aku suka dia. Maka dari itu jangan pernah menganggunya!"


***


Chloe berjalan menuju kamar mandi seorang diri. Biasanya Seara akan ada disamping kirinya dan merangkul lengannya, lalu akan bercerita tentang malamnya. Helaan nafas keluar mulut Chloe. Ia masuk kedalam salah satu bilik kamar mandi. Dia menyenderkan tubuhnya sembari menutup mata.


Klek


Suara pintu terbuka. Langkah kaki yang terdengar ramai membuat Chloe berdecak kesal. Ia berdiri hendak keluar dari kamar mandi.


"Heh, bukannya Chloe itu sangat menjengkelkan ya!"


"Ahh, kau selalu benar! Padahal dia sudah mendapat teman sebaik Evelyn."


"Larra! Bagaimana keadaan Evelyn? Aku yakin gadis itu pasti mengumpati Chloe yang gila itu, kan?"


"Kau salah. Dia hanya diam menatap kotak makannya."


"Memang apa isinya sih! Sepertinya berharga deh. Sayang sekali si Chloe itu membuangnya."


"Pie Susu! Kau tau baunya sangat enak. Aku sempat mencicipinya saat membantu gadis itu membersihkan lantai."


"Iuhh, menjijikan."


"Hah, kalau kau mencobanya kau pasti akan ketagihan. Rasanya benar benar enak sampai aku mengabaikan kalau itu sedikit kotor."


"Bukannya itu makanan kesukaan Chloe?"


"Yah, seperti itu lah. Evelyn memang sempat berjanji akan membuatkannya untuk Si gila itu namun, kalian lihat kan? Aku tidak percaya dia segila itu."


"Kasih sekali Evelyn. Semoga dia tidak lagi berteman dengan Chloe."


"Aku harap. Dia tadi malah menangis karena Chloe membencinya. Aku tak percaya itu."


"Hah menangis?"


"Ya, dia bilang akan minta maaf saat jam pulang."


Chloe hanya diam mendengarkan percakapan tiga orang gadis diluar sana. Ia dapat merasakan air matanya yang perlahan mengalir dari pelupuk matanya.


..."Aku lagi lagi salah!" ...

__ADS_1


...🍀🍀🍀...


__ADS_2