PEMBALASAN SEARA

PEMBALASAN SEARA
KEKESALAN


__ADS_3

...Bab 28:...


...*********...


...__________...


Angin berhembus cukup kencan di pagi hari membuat rambut Seara yang telah terikat rapih tertiup angin. Tangannya merapih rapih kan rambutnya sambil menunggu mobilnya dikeluarkan. Ia sama sekali tidak tidur setelah mengantarkan Jerremy pulang ke apartemennya. Ia sedikit beruntung Maria dan Nicholas tidak memperpanjang masalahnya yang tidak pulang di waktu yang tepat.


Tangannya melirik jam yang melingkar ditangannya. Nicholas memberikannya sebagai hadiah dihari pertamanya sekolah di tempat baru. Ia sempat menolak karena ia merasa tidak perlu. Jam tangan miliknya yang sebelumnya masih bisa ia pakai karena baru jadi ia tidak perlu jam baru.


"Seara!" Panggil Nicholas dengan tegas membuat Seara yang tengah mengagumi jam tangan miliknya segera menatap Nicholas.


Wajah Nicholas terlihat tegas dan sedang tidak bercanda. Ia berjalan mendekati Seara. Di tangannya terdapat sebuah kotak makan yang telah disiapkan oleh Maria.


"Ah, ada apa, Paman?" Tanya Seara dengan ramah. Senyumnya tipis ia lontarkan.


"Aku hanya ingin memberitahu agar tidak selalu pulang malam secara berlebihan. Aku tau Maria sangat menyayangi dan tidak ingin kau terluka. Maka dari itu tolong jangan terlalu banyak membuat masalah. Dia bisa sakit jika terlalu banyak berpikir." Ucap Nicholas dengan tegas dengan sedikit nada dingin namun tetap saja membuat Seara terdiam.


Seara terdiam dan menatap kearah Nicholas yang menatap nya tegas. Perkataan Nicholas membuatnya sedikit kesal. Ia tidak bisa membantah perkataan Nicholas dan hanya tetap mempertahakan senyum tipisnya.


Seara perlahan menggembungkan pipinya. Ia menatap kearah lain dan melipat tangannya di dada.


"Kan aku hanya ingin main. Temanku mengajakku agar kami semakin dekat. Lagi pula aku bisa menjaga diri!" Gumam Seara dengan kesal. Ia menampilkan wajah merajuknya membuat Nicholas menghela nafas dan mengelus kepala Seara dengan lembut.


"Ah, aku tidak bisa bersikap terlalu kasar kepadamu." Gumam Nicholas yang dapat didengar oleh Seara.


"Apa ini berhasil!" Ucap Seara dalam hati. Kepalanya dielus dengan lembut oleh Nicholas membuat dirinya yakin kalau Nicholas sudah tidak marah.


"Apa tante Maria yang nyuruh?" Tanya Seara pelan. Ia melihat ada gaun merah yang muncul di pinggir pintu.


"Yeahh, seperti yang kau pikirkan." Ucap Nicholas yang ikut menatap kearah mata Seara memandang.


"Tante gak bisa sembunyi lohh." Ucap Seara dengan riang. Ia berlari dan memeluk Maria dari samping.

__ADS_1


"Tante ketangkep dehh." Pekik Maria dengan kesal. Ia membalas pelukan Seara dan menepuk nepuk punggung Seara dengan pelan.


"Aku juga diajak dong!" Nicholas berlari kecil dan ikut berpelukan dengan dua orang tadi.


***


Seara memukul dinding besar dihadapannya. Ia menetralkan nafasnya sambil sesekali meminum air yang ia bawa. Matanya melirik kearah langit-langit yang berwarna biru dengan awan awan putih yang menari-nari. Tangannya meremas rok yang ia pakai. Ia baru saja sampai di sekolah dan segara berlari kearah taman dibelakang sekolah. Taman ini cukup sepi karena dirumorkan dengan beberapa hal berbau mistis.


"Mau dia bercanda atau enggak tetap aja membuat kepikiran. Dasar Sia*an!" Ucap Seara dengan teriakkan yang bertahan. Ia ingin sekali berteriak kencang mengungkapkan unek uneknya. Namun ia masih ada di sekolah.


Ia tidak bisa berteriak seenaknya seolah sekolah itu miliknya. Tangannya melirik jam tangan yang melingkar ditangannya. Ia ingin menghancurkan itu dengan segera.


Ia menghela nafas dengan kasar saat mendengar ada langkah kaki yang berjalan kearahnya. Seara segara berjalan dengan cepat berbelok menuju kelasnya. Ia tidak ingin ada yang melihatnya saat ini.


Ia tau dirinya sedikit menyebalkan namun kata kata dari orang itu membuatnya sedikit merasakan rasa sakit.


Seara tidak ingin menjadi egois.


"Aku sangat emosian pagi ini." Gumam Seara sebelum masuk kedalam kelas yang mulai ramai. Sebelum sampai di bangkunya. Ia melihat Jerremy yang duduk di samping kanannya. Ia ingat kemari kursi itu kosong.


"Apa kau bisa tidur?" Tanya Jerremy dengan pelan tapi tetap terdengar oleh Seara.


"Tentu saja. Walah hanya 4 jam." Ucap Seara. Ia menawarkan permen tangkai yang kebetulan ada dua di kantung roknya.


Ia butuh sesuatu yang manis untuk menenangkannya seperti permen, coklat dan hal hal manis lainya.


"Aku ingin memberikanmu ini!" Ucap Jerremy. Jerremy menyodorkan sebatang coklat kearah Seara yang tentu diterima baik oleh Seara. Hal seperti itu yang ia inginkan.


"Terimakasih, Jer!" Ucap Seara. Ia menyimpan coklat itu kedalam kolong meja milik.


"Ouh, ia. Perkenalkan kedua temanku!" Ucap Jerremy sambil menatap kedua laki-laki yang sedari tadi memerhatikan mereka.


"Yang ini namanya Theodor Anthonius. Dia salah satu anggota olimpiade Matematika yang selalu membawa piala untuk sekolah kita. Dia juga pemegang peringkat 2 sejak kelas 10. Jadi, kalo lo gak tau sama sesuatu lo bisa nanya Theo!" Ucap Jerremy dengan semangat. Ia menggebrak meja milik Theodor. Laki-laki berkaca mata dengan rambut yang tertata rapi, seragamnya pun lengkap dengan wajah tenang dan datar ia menatap Seara yang tengah menelitinya.

__ADS_1


"Evelyna Askara! Salam kenal, Theo!" Sapa Seara dengan ramah ia mengulurkan tangannya. Selama beberapa detik Theodor sama sekali tidak menanggapi ajakan pertemanan Seara dengan baik. Jerremy yang tidak enak melihat itu segera menarik tangan Theodor agar berjabat tangan dengan Seara.


"Ahh, dia itu bisa aja kotor, Jer." Ucap Theodor dengan santai tanpa mengkhawatirkan perasaan Seara yang semakin kesal.


Seara hanya diam dan sedikit menghela nafas, ia menggaruk tengkuknya lalu menatap kearah Jerremy dengan segan.


"Kalau mereka tidak mau. Lebih baik. Tidak usah Jer." Ucap Seara dengan nada sedih.


"Ahh, maafkan aku, oh dan yang ini Cedric Dominic. Dia pemegang peringkat pertama dan salah satu kandidat ketua osis yang mungkin akan terpilih pada tahun ini. Dia juga ketua basket dan salah pemain piano yang mewakili sekolah kita. Hebatkan?" Ungkap Jerremy dengan bangga. Seara mengangguk angguk kepala menanggapi pernyataan Jerremy.


Ia sangat penasaran dengan kepintaraam Cedric dan Theodor, ia sangat penasaran dengan betapa indahnya permainan musik Cedric, dan seberapa jago Theodor dalam berhitung. Ia tidak akan membiarkan kedua orang itu melampaui dirinya.


Seara menatap Jerremy yang ada di depannya. Tatapannya semakin tajam kearah Jerremy.


"Lalu kau?" Tanya Seara dengan pelan.


"Gue sihh. Berada di peringkat 6 diangkatan ini. Gue anggota OSIS yang cukup berpengaruh dan ketua ekstrakurikuler renang. Cukup banyak piala yang gue dapetin untuk sekolah ini." Ucap Jerremy sebelum bokongnya duduk diatas kursi yang selama ini menjadi singasana miliknya.


"Kalian sangat hebat, ya!" Gumama Seara sesaat sebelum pintu masuk kelasnya terbuka menampilkan Chloe dan Estella berjalan masuk.


Seara tediam sesaat sebelum mengukir senyum menatap kearah Chloe yang menatapnya. Kakinya berlari kecil menghampiri Chloe yang kini ada di depannya.


"Selamat pagi, Chloe!" Sapa Seara dengan ramah. Ia juga menatap Estella yang ada disamping Chloe.


"Selamat pagi juga, Estella." Seara menatap kembali Chloe saat sapaannya tidak di balas.


"Selamat pagi, Eve!" Jawab Estella dengan ramah. Estella membantu Chloe duduk dibangkunya dan berpamitan sebelum pergi ke kelasnya.


"Chloe!" Panggil Seara membuat Chloe yang tengah menatap ponsel kini memalingkan wajahnya kearah Seara.


"Kau ikut ekstrakurikuler apa?" Tanya Seara. Ia sudat tau apa yang Chloe masuki namun ia tidak boleh terlihat seperti gadis yang tahu banyak hal karena itu akan menghambat nya.


..."Aku masuk Club Baca. Mau ikut?"...

__ADS_1


...☘️☘️☘️...


__ADS_2