PEMBALASAN SEARA

PEMBALASAN SEARA
KEBODOHAN


__ADS_3

...Bab 32:...


...********...


..._______...


Viona tiba tiba tertawa di hadapan Seara yang mendapat tatapan tajam dari Larra dan bingung dari Seara. Larra lekas menutup mulut Viona, ia bahkan sempat memukul punggung Viona dengan kuat.


"Kenapa lo ketawa bodoh?" Larra menatap tidak percaya Viona yang tertawa senang.


Seara hanya menyipitkan kedua matanya dan menatap curiga Viona. Ia menjentikkan jarinya didepan wajah Viona membuat gadis itu berhenti tertawa dan menatap Seara remeh. Viona maju mendekati Seara dan mendekatkan bibrmya ke telinga Seara.


"Chloe memang seharusnya mendapatkan itu. Lagi pula kelas membacanya itu hanya omong kosong." Bisik Viona tepat di samping telinga Seara. Seara bahkan bisa merasakan hembusan nafas Viona ditelinganya. Viona mundur beberapa langkah mendekati Seara dan berjalan mendekati Chloa yang tengah berbicara dengan Estella sebelum itu ia berbalik sebentar dan menaruh jari telunjuknya dibibir seolah mengisyaratkan kalau Seara harus tutup mulut. Larra yang dirangkul Viona hanya bisa mendesah kesal dan menatap tajam Seara sekilas.


"Mereka bodoh ya!" Gumam Seara. Ia menatap ponselnya dan menekan sebuah tombol. Smirknya sambil menaruh ponsel di bagian dada bagunya yang sedikit terbuka.


"Memang muat ya?" Tanya seorang laki-laki dari belakang Seara. Seara hanya berbalik. Rambutnya terhempas dan menambah damage yang diterima laki laki.


"Muat kok." Jawab Seara yang tau apa maksud laki-laki itu. Ia tau yang dimaksudnya adalah ponsel yang ia selip di dadanya.


"Mau berdansa denganku putri?" Tanya Laki-laki itu sambil membungkukkan tubuhnya dan tangan kanan terulur. Beberapa orang melirik mereka dan menantikan jawaban Seara.


"Aku tidak bisa berdansa." Jawab Seara yang membuat mereka mendesah tak percaya.


Seara baru saja berbohong.


Berdansa bukan hal yang ia inginkan saat ini. Yang ingin ia menganti pakaian dan tidur dengan menggunakan gaun malamnya. Laki-laki menatap tak percaya Seara dan merangkul Seara menuju teman temannya yang lain.


"Jangan tiba tiba dong, Jer!" Pekik Seara. Ia merasa sakit dibahunya saat dirangkul dan diseret paksa oleh Jerremy menuju teman laki lakinya. Seara menatap orang orang itu dengan senyuman diwajahnya. Hanya tiga orang yang menatapnya tidak ramah dan dua diantaranya adalah teman Jerremy. Ingin rasanya ia melempar bola basket yang ada di dekatnya ke wajah orang orang itu.


"Hi, Evelyn. Kita tidak banyak kemarin." Ucap laki laki dengan senyum ramah namun tampak mengesalkan bagi Seara. Laki laki pertama yang ia kenal di sekolah itu.


"Hello, James!" Sapa Seara sambil mengulurkan kepalanya.

__ADS_1


James tampak mendesah kecewa dan sedikit merengut mendengar sapaan Seara. Ia menatap gaun yang dipakai Seara dan berharap sesuatu akan dilakukan untuknya. Sama seperti sapaan beberapa saat yang lalu.


"Heh, kau banyak maunya ya!" Ujar Jerremy. Kepalan tangannya mendarat di kepala James membuatnya jatuh tersungkur kedepan.


Seara menanggapi itu dengan seharusnya. Tangannya menutupi mulutnya dan tertawa dengan anggun. Gaunnya sedikit ia naiki dan melakukan hal yang sama seperti beberapa saat yang lalu namun matanya menatap James dengan sedikit ejekan.


"Moo, kalian jahat. James marah nih!" James melipat tangannya didada dan mempoutkan pipinya dan tak menatap Seara maupun yang lain.


"Jijik, njing!" Pekik Jerremy, tangannya dengan kuat melempar bola basket kearah James membuat laki laki itu pingsan ditempat. Seara terdiam melihat itu dan dengan ragu menatap Jerremy yang tak telihat menunjukan wajah takut.


"Dia gapapa tuh?" Tanya Seara.


"Gapapa kok. Dia kan kebal. Jatuh dari atap juga gak bakal mati kok. Asal atapnya sejarak 1 meter sih." Jerremy memantul mantulkan bola basket ditangannya secara berulang ulang dan mencoba melempar bolanya dari tempat ia berada yang bisa ia katakan cukup jauh.


"Aku bertaruh satu juta dan bobo itu tidak akan masuk." Ucap Seara tiba tiba membuat Jerremy yang hendak melempar menatap tak percaya Seara. Beberapa orang juga menatap mereka tak percaya.


"Kalau bola ini masuk sebaliknya ya" Ucap Jerremy yang dibalas anggukan oleh Seara.


Duak


Duak


Duak


Bola itu memantul cukup jauh dari gawang yang artinya bola itu tidak masuk atau mendekati sama sekali. Seara tekekeh pelan menatap Jerremy yang lemparannya tidak masuk. Seara menatap bola yang ada didekatnya. Tangannya menggapai bola itu dan mencoba mendribel dengan sedikit susah payah.


"Kalau bola ini masuk aku akan memberikanmu eskrim." Ucap Seara tanpa menunggu balasan Jerremy yang terkejut dengan perkataan Seara. Menang atau kalau ia akan mendapat sesuatu.


Duak


Dan menar saja bola itu masuk kedalam ring dengan sempurna memantul dibawah ring. Seara tersenyum kearah Jerremy yang menatap bolanya yang masuk tak percaya. Seara mengeluarkan sebuah kertas dari casing ponselnya. Ia memberikan kertas itu pada Jerremy.


"Hubungi no ini kalau mau tau makannya dimana." Seara lekas pergi dari sana sambil mengangkat gaunnya.

__ADS_1


Ia menatap Chloe yang menatapnya jengah. Seara terkekeh dan menggaruk tengkuknya. Ia menatap Estella dan memberikan senyuman tipis.


"Dah mau pulang, Chloe?" Tanya Seara pada Chloe yang sudah siap untuk pergi dari sana.


"Hemm." Jawab Chloe dengan deheman dan berjalan meninggalkan Seara yang masih terdiam hendak berpamitan.


"Papay, semua! Jangan kangan sama, Evelyn ya!!" Pekik Seara sambil berjalan meninggalan mereka setelah mengetahui kalau mereka akan lanjut berlatih.


"Cih, dia mana sih." Gumam Seara saat tidak melihat Chloe di halaman parkir. Tangannya menekan notif dari ponselnya. Ternyata Jerremy bergerak dengan cepat. Ia tidak sebaik itu memberikan nomor ponselnya secara cuma cuma.


Jerremy memiliki manfaat bagi Seara.


Mata Seara menatap Chloe yang sedang berdiri di gerbang sekolah. Dengan cepat Seara mengambil mobilnya dan menghampiri Chloe yang masih berdiri dan asik memainkan ponselnya. Seara menurukna kaca mobilnya dan mencongkan tubuhnya kearah jendela.


"Ayo naik, Chloe?" Ucap Seara dengan ramah. Chloe menatapnya sekilas dan mengelengkan kepala.


Seara menghela nafas. Ia segara membuka pintunya dan memasukkan Chloe secara paksa kedalam mobilnya. Seara menyalakan musik dengan cukup kencang menandakan ia tidak ingin dengan ocehan Chloe. Chloe tampak peka dan hanya diam menatap jalan didepannya.


"Gue bakal ngerepotin lo." Ucap Chloe dengan riba tiba.


Seara hanya diam dan tidak mendengarkan.


"Aku gak pengen dengar alasan apapun." Ucap Seara yang akhirnya bersuara.


***


Seara menatap kearah rumah mewah didepannya. Rumah yang didominankan oleh warna putir dan emas itu membuatnya berdecak kagum. Rumahnya menjadi lebih mewah setelah tak terlihat beberapa tahun. Chloe menyampingkan almamaternya di tangan kiri dan membuka pintu yang langsung disambut oleh banyak pelayan.


"Kini rasanya aku benar benar seorang putri, Chloe." Ucap Seara yang terdengar sangat aneh di telinga Chloe.


'Aku seperti pernah mendengarnya."


***

__ADS_1


__ADS_2