
...Bab 33:...
...*******...
..._______...
"Papa dan mama dimana?" Tanya Chloe pada salah satu wanita berpakaian pelayan di dekat tangga.
Wanita itu menunduk dan lekas memberi jawaban, "Tuan dan Nyonya sedang ada di luar kota saat ini. Kemungkinan malam hari akan pulang. Tuan berpesan agar Nona tidak pergi ke sembarang tempat dengan orang yang tak dikenal." Wanita itu menatap tegas Seara yang ada di belakang Chloe.
Seara hanya tersenyum tipis dan mengangkat tangannya untuk melambai yang dibalas decihan kesal. Seara menghela nafas. Chloe hanya bisa diam dan mengajak Seara keatas ke dalam kamarnya.
"Dia tidak ramah ya." Ujar Seara saat menginjak anak tangga terakhir.
"Kau blak-blakan ya!" Ujar Chloe balik. Seara hanya terkekeh pelan sambil menggaruk tengkuknya.
"Habisnya aku kan sudah menyapa. Dia tampaknya memang tak suka. Tapi apa boleh buat. Aku juga tidak peduli." Jawab Seara dengan pelan. Ia berjalan beriringan di samping Chloe sambil merapihkan gaunnya yang kusut saat duduk di mobil.
"Aku ingin mengganti gaun ini." Gumam Seara yang didengar oleh Chloe. Tangan Chloe merogoh sakunya dan mengambil kunci pintu kamarnya.
"Mari masuk." Ujar Chloe pada Seara. Chloe membuka sepatunya yang langsung ia taruh di samping pintu.
Seara mengikuti apa yang Chloe lakukan sambil menatap sekeliling kamar Chloe. Tidak banyak yang berubah. Matanya tertuju dapat satu benda.
Boneka yang sama seperti miliknya. Boneka panda yang namanya pun mereka hampir sama. Seara melangkahkan kakinya mengikuti Chloe dan duduk di sofa setelah diperbolehkan. Tangannya merogoh ponsel di tas dan mengirim pesan pada Maria yang walau belum pulang ke rumah kalau ia akan pulang telat.
"Kau bisa menganti bajumu di ruangan itu. Mau meminjam baju?" Tanya Chloe pada Seara yang sedang asik memainkan ponselnya.
"Ah, aku akan memakai seragam ku saja." Jawab Seara yang lekas mengeluarkan seragam sekolahnya dari tas dan masuk keruangan yang dimaksud.
***
Seara menatap dirinya di kaca. Kemeja putih dan rok kotak kotak hitam selutut yang ia pakai terlihat sedikit kusut karena dilipat di tas secara asal asalan. Ia mendesah kesal dan berjalan keluar dari ruangan itu.
Ia menatap malas dirinya saat lewat kaca rias Chloe. Ia tidak suka jika penampilan nya tidak rapih di depan orang lain. Chloe yang menyadari perubahan ekspresi Seara melemparkan sebuah sweater dan celana kepada Seara. Seara terdiam saat dilemparkan itu padanya.
__ADS_1
"Ganti pakaianmu dan jangan cemberut, gadis jelek." Sindir Chloe yang membuat Seara terdiam.
"Gadis jelek kau bilang! Kata Mama dan Papa Evelyn cantik tau!" Balas Seara sembari masuk kembali ke dalam ruang ganti.
Setelah melipat kembali seragam yang ia pakai, ia juga meletakkan gaun yang tadi ia pakai di sofa tempat tasnya ia letakkan. Matanya menatap sekeliling mencari keberadaan Chloe yang tak terlihat sama sekali. Kakinya berjalan mendekati kaca rias dan memoleskan lipbalm dibibir dan bedak sedikit diwajahnya. Pintu terbuka menampilkan Chloe yang sudah berganti pakaian dan ditangannya ada dua botol minuman dingin yang salah satunya dilempar kearah Seara.
"Kan bisa diberikan baik baik." Ujar Seara setelah menyimpan make-upnya kedalam tas dan membuka minuman kaleng itu.
"Aku tidak suka menerima perintah." Terus terang Chloe. Ia duduk dengan anggun di pinggiran kasur setelah menyalakan televisi dengan remote yang ada di atas laci.
"Nyenyenyenye." ejek Seara dengan pelan. Kakinya menyusuri kamar atau lebih tepatnya bergerak menghampiri boneka yang sedari tadi mengganggu perhatiannya.
"Ini lucu ya." Ucap Seara sambil memeluk boneka panda itu kearah Chloe.
Chloe yang sedang mencari film yang menarik pun menoleh kearah Seara. Kepalanya mengangguk setelah beberapa saat terdiam. Seara menghampiri Chloe dan duduk dibawah sambil menyender ke pinggiran kasur. Tangannya memainkan boneka itu dan mengajaknya berbicara mengabaikan Chloe yang duduk di atas kasur menatapnya aneh.
"Kau gila ya?" Ujar Chloe blak blakan.
Seara yang mendengar itu menatap Chloe kaget. Ia mengangkat kepalanya menatap Chloe yang ada di atas." Aku gak gila ya." Seara berdecih dan meletakkan boneka itu di pahanya. Ia mengambil minuman kalengnya dan di teguk dengan sedikit cepat.
"Panda.. cha.." Ucap Chloe yang di bagian akhirnya sangat kecil. Seara sebenarnya dapat mendengarnya dan ia juga tau nama boneka itu tapi ia ingin menggoda Chloe.
"Hah?" Tanya Seara berpura pura tidak mendengar.
"Ahk.. Namanya Pandacha. Puas?" Jawab Chloe sedikit keras.
Seara lekas tertawa dengan kencang. Tangan kirinya yang ia gunakan menutup mulut pun sedikit tidak berguna. Chloe yang melihat itu pun menendang pelan baju Seara yang ada dibawahnya.
"Aww, sakit tau." Ringis Seara walau tak terasa apapun.
"Nama yang bodoh ya." Ujar Seara yang sesekali lagi mendapat tendangan.
"Kau orang pertama yang kubawa ke kamarku selama 5 tahun ini." Ujar Chloe tiba tiba.
Seara lekas berdiri dan menyimpan boneka itu ketempat semula. Ia sedikit kaget mendengarnya. Bukankah Chloe dekat dengan Estella atau Larra dan Viona. Itu tidak masuk akal mengingat Chloe orang yang sombong.
__ADS_1
"Bohongkan?" Tanya Seara pada Chloe. Kakinya berbalik dan berjalan mendekati Chloe.
"Ya, terserah padamu sih." Chloe menatap malas Seara yang tampaknya tidak percaya.
Seara akhirnya menghela nafas, " Ini juga pertama kalinya aku kerumah teman yang ada di negara ini setelah memasuki sma." Ujar Seara yang mendapat tabokan dari Chloe.
"Ya kan, lo tuh baru dateng ke negara ini bego!" Pekik Chloe yang dibalas tawa kecil dari Seara.
"Udahlah ngapain dipikirin sih." Seara mendudukkan dirinya di samping Chloe dan menatap ke depan kearah Televisi yang sedari tadi menayangkan film.
Harry Potter and the Prisoner of Azkaban
"Harry punyaku ya." Ujar Seara tiba tiba membuat Chloe yang tadinya tampak kesal menatap Seara dengan terkejut.
"Serah Draco punya gue." Balas Chloe yang dibalas decihan oleh Seara.
"Cedric punya aku juga." Seara tersenyum sombong pada Chloe.
"Serah deh mayat aja bangga." Gimana Chloe yang dibalas tatapan tak percaya Seara. Padahal ia ingin bertengkar dengan Chloe dan apa katanya Mayat?
"Chloe kok gitu sihh."
***
"Mau makan?" Tanya Chloe pada Seara yang tengah mengelus perut yang cukup lapar.
"Emang boleh?" Tanya Seara membuat Chloe menatap dirinya aneh.
"Kan gue yang ngajak lo kesini. Gue jarang ngajak temen jadi selagi ada ya gue kasih." Chloe manarik tangan Seara keluar kamar. Mereka baru saja menonton film yang mereka tonton. Sepanjang cerita Chloe dan Seara tak hentinya berbicara mendebatkan hal kecil.
"Hati hari Chloe." Peringat Seara saat Chloe menariknya tak sabaran turun dari tangga.
Mereka akhirnya menginjakkan anak lantaran terakhir. Pintu utama terbuka menampilkan seorang pria dewasa dengan tuxedo hitam dan wanita cantik dengan gaun panjang berwarna putih yang merangkul lengannya. Mereka menatap kearah mereka atau lebih tepatnya Chloe. Laki laki dewasa itu tampak melebarkan tangannya. Chloe yang melihat itu lekas berlari kearah mereka.
..."Papa! Mama!"...
__ADS_1
...☘️☘️☘️...