PEMBALASAN SEARA

PEMBALASAN SEARA
CLUB MEMBACA


__ADS_3

...Bab 29:...


...********...


..."Aku tidak perlu menghancurkanmu secara langsung, kan?"...


...________...


Seara membuka pintu kamarnya. Nicholas dan Maria tidak mengabarkan apapun kepadanya. Tampaknya mereka lupa memberitahu Secara tentang kapan mereka akan pulang. Seara tersenyum tipis menyadari kini dia bebas. Ia tidak perlu melakukan hal-hal yang tidak dirinya suka. Tangannya segera melepaskan keseragam yang melekat di tubuhnya. Kakinya berjalan dengan riang menuju kamar mandi setelah semua kain yang di badannya terlepas.


Tangannya menyalakan sebuah tombol dan air mengalir dari sebuah keran kedalam bakal mandi. Seara menyenderkan tubuhnya ke dalam bakal mandi setelah menutup pintu kamar mandi. Matanya perlahan tertutup mencoba menikmati air yang perlahan menyelimuti tubuhnya. Ingatannya kembali berputar mengingat apa yang ia lakukan sepanjang hari. Pada hari ini dia menyadari satu hal ia telah duga sejak lama.


Chloe tak akan pernah mempunyai teman yang setia.


Air semakin naik membuat Seara memanjangkan tangannya untuk mematikan keran. Kepalanya ia masukan ke dalam air. Senyum diwajahnya mulai terukir matanya terbuka menatap langit langit kamar mandi.


"Achkk, aku ingin melihat dia semakin hancur." Gumam Seara setelah mengeluarkan kepalanya dari dalam air.


***


"Apa ada yang perlu saya lakukan lagi, Nona Eve?" Tanya laki laki dengan senyuman ramah miliknya. Matanya melirik gadis cantik didepannya. Gadis berambut hitam panjang bergelombang dengan iris mata berwarna abu yang sangat indah. Seragam yang melekat ditubuhnya terlihat sangat pas dan juga make up yang menghias wajahnya tidak berlebihan namun sangat memancarkan aura miliknya.


Gadis yang merasa ditatapi secara lekat itu hanya bisa menggeleng pelan. Tangannya mengangkat sebuah gelas dan meminum isinya dengan cepat.


"Aku hanya ingin bertemu dengan Chloe. Apa dia masih lama, ya?" Tanya gadis itu yang tak lain adalah Seara. Tangan kirinya terangkat. Jam tangan pemberian Nicholas yang ia pakai menunjukan bahwa sudah pukul 9.32 dan perjanjian yang ia buat dengan Chloe adalah 32 menit yang lalu.


Chloe benar benar bertindak sesuka hatinya.


"Ah, sepertinya Nona Chloe belum siap. Sepertinya Nona Eve harus menunggu didalam saja." Ucap orang itu lagi.

__ADS_1


Kini Seara tengah berada di rumah kecil milik Chloe. Walau baginya itu cukup besar untuk rumah kecil menurut Chloe. Rumah dengan dua lantai yang berada di perumahan mewah. Penghuni di perumahan itu bukan orang sembarangan. Ia dan Maria memang tinggal di perumahan yang mewah namun tetap saja berada di bawah Chloe.


Seara tersenyum kesal menatap sekitarnya. Ia jelas iri dengan Chloe yang lebih lebih darinya. Chloe benar benar sangat membuatnya kesal.


"Hai!" Sapa seorang gadis kearah mereka.


Seara dan laki laki tadi kini menatap kearah gadis yang tadi menyapa salah satu dari mereka.


"Sam, lo di panggil Papa ke ruangannya." Ucap Chloe setelah duduk di kursi sebelah Seara.


Laki laki itu mengangguk dan segera pergi dan meninggalkan mereka. Seara menatap kearah mobil yang perlahan keluar dari gerbang dan hilang dari pandangannya setelah berbelok. Seara memalingkan wajahnya menatap Chloe yang tengah memperhatikan halaman rumahnya.


"Ngapain lo datang kesini? Gue belum pernah ngasih tau lo alamat rumah ini. Siapa yang ngasih tau lo? Larra? Vio? Atau Estella?" Tanya Chloe dengan beruntun pada Seara yang masih diam yang kini asik menatap halaman.


"Aku tau dari emm, Madam Rosella! Hari ini kenapa kamu gak hadir? Aku jadi tidak ada teman loh. Ahh, dan juga madam memberikan ini." Ucap Seara. Ia menatap kembali Chloe dengan sedih.


Chloe tidak hadir sama sekali di sekolah. Bahkan tidak ada surat yang diberikan olehnya. Walau itu tidak akan berpengaruh pada kehadirannya tetap saja semua mencarinya.


Chloe menatap amplop coklat didepannya. Seara dengan senang menunggu Chloe membuka Amplop itu. Dengan perlah Chloe menyobek bagian atas amplop dan mengeluarkan kertas yang ada didalamnya.


Wajah Chloe perlahan mengeras. Kedua alisnya terangkat dan saling menyatu. Tangannya terkepal dan giginya menggigit bibir bagian dalamnya. Matanya menatap tak percaya kertas itu. Kedua mata Chloe perlahan berkaca kaca.


"Kamu kenapa, Chloe?" Tanya Seara. Ia segera bangkit dari kursinya dan segara berjalan mendekati Chloe.


Chloe dengan cepat menepis tangan Seara yang mencoba menenangkannya.


"Lebih baik lo pulang sekarang! Jangan sampe gue tancepin piso di tenggorokan lu." Pekik Chloe setelah ia menepis tangan Seara dengan kasar. Seara meringis pelan dan mengelus elus tangannya.


Seara terdiam dan menatap tak percaya ucapan Chloe. Tangannya terangkat dan perlahan menutup mulutnya. Kakinya perlahan mundur kebelakang. Chloe tercekat. Ia benar benar tidak menyadari apa yang diucapkan oleh dirinya. Ia baru saja menolak bantuan orang lain.

__ADS_1


Chloe POV


"Lebih baik lo pulang sekarang! Jangan sampe gue tancepin piso di tenggorokan lu." Teriakku dengan kencang setelah menepis tangan Evelyn.


Gadis itu mundur beberapa langkah setelah terdiam mendengar perkataanku. Tangannya menutup mulutnya seolah perkataanku sangat mengaggetkannya.


Tunggu tadi aku bilang apa?


Aku tidak percaya kalau ini benar benar keluar dari mulutku. Aku benar benar kehilangan kendali. Aku menutup mataku. Aku akan menerima kenyataan kalau dia akan berlari dan meninggalkanku.


"Ah, maaf Chloe aku tidak bermaksud menganggumu. Aku akan menunggu disini sampai amarahmu reda." Ucapnya dengan pelan. Kakinya perlahan menjauh dan duduk di bangku yang berada di halaman.


Aku bisa melihatnya dari sudut mataku kalau dia tengah memperhatikanku. Aku tidak percaya dia benar benar menunggu.


Aku diam beberapa saat dan berusaha menerima keputusan yang ada di surat ini dengan baik. Aku segera berdiri dan berjalan menuju pintu.


"Lebih baik lo balik deh, Eve!" Pekikku sebelum membanting pintu di depanku. Aku benar benar tidak ingin ada orang didekatku.


Chloe POV End


Seara diam sambil mengetuk ngetik meja dengan jarinya. Ia belum meninggalkan tempatnya sedari tadi ia duduki. Matanya terus terpaku pada pintu yang beberapa saat laku dibanting Chloe.


Seara lekas bangkit dari kursinya pada ketukan yang keseratus. Tangannya mengeluarkan kunci dari dalam saku dan berjalan dengan sedikit riang keluar dari pekarangan rumah mewah itu.


Senyumnya tidak pernah luntur dari wajahnya. Senyum yang jelas sekali tidak menunjukan hal baik. Rambut panjangnya bergerak menari seiring kaki jenjangnya berjalan.


"Dia pasti sangat marah. Karena club buatannya aku hancurkan." Gumam Seara sebelum membuka pintu mobilnya.


..."Ahh, ini benar benar menyenangkan." ...

__ADS_1


...☘️☘️☘️...


__ADS_2