
...PERUNDUNGAN...
...________________________________________...
"Nata! Kenapa kau memarahi Sea?" Tanya Zeo sambil memeluk Seara yang terlihat diam sambil memeluk boneka Pandanya. Natasha berdecak kesal, lalu berjalan menjauhi Seara dan Zeo.
"Kamu baik baik saja kan, Sea?" Tanya Zeo. Ia menangkup wajah anaknya dengan lembut sambil menatap lekat anaknya yang terdiam dengan pandangan kosong.
"Kamu pasti ketakutan." Ucap Zeo dan perlahan merengkuh tubuh Seara, lalu didekapnya. Tangannya dengan lembut mengelus elus punggung kecil Seara.
Terdengar suara tangisan kecil Seara setelah Seara berada didekapan ayahnya. Zeo mengehela nafas dan mengangkat tubuh anaknya menuju kamar Seara. Sepanjang langkah Zeo yang terdengar hanya suara tangisan Seara yang pelan. Zeo hanya bisa diam membiarkan anaknya menangis di bahunya.
"Nah, kita sudah ada dikamar! Sea ingin cerita?" Tanya Zeo. Ia meletakkan tubuh anaknya di kasur dan menyelimuti tubuh Seara dengan selimut berwarna putih. Tangannya menarik kursi belajar Seara dan ia gunakan untuk duduk disamping ranjang Seara.
"Mama memarahiku." Jawab Seara dengan singkat. Ia memeluk bonekanya dengan erat sambil menatap atap kamarnya yang terdapat motif galaxy.
"Mama tidak mungkin memarahi Sea tanpa sebab, bukan? Jadi apa Sea melakukan kesalahan?" Tanya Zeo dengan lembut. Tangannya merapihkan rambut rambut Seara yang menutupi wajah Seara.
"Tidak! Sea tidak melakukan kesalahan!" Jawab Seara dengan lantang. Ia sudah berhenti menangis. Air matanya sudah habis.
"Lalu, bisa ceritakan pada Papa tadi siang ada apa? Mungkin Papa bisa tau apa yang jadi masalah!" Tanya Zeo dengan lembut. Ia tidak bisa bersikap kasar pada putri kecilnya yang manis.
"Sea dan Chloe bertengkar tadi pagi. Chloe menarik tangan Sea dan bilang Sea adalah pengkhianat tapi Sea tak merasa mengkhianati Chloe. Chloe mengira Sea berteman dengan anak kelas sebelah karena Sea tak ingin berteman dengan Chloe. Setelah itu, Chloe bilang akan mengadukan itu pada Mamanya. Setau Sea, Mama Chloe sudah meninggal. Jadi, Sea tanya memang Chloe ingin mengadu pada Mama yang mana? Dan Chloe jawab kalau Mama nya adalah Mama Natasha. Sebelumnya juga Chloe terus mengatakan kalau kami akan jadi adik kakak! Sea sangat bingung bukankah jika kami menjadi saudara salah satu dari orang tua Sea harus menikah dengan Paman Leo. Sea akhirnya mendorong Chloe dan lari menemui Mama. Sea bilang pada Mama kalau Chloe bilang Mama akan jadi Mamanya tapi kata Paman Leo mungkin itu hanya candaan." Seara berhenti sebentar untuk mengambil nafas. Matanya tak sengaja menangkap mimik wajah Papanya yang terlihat menyeramkan. Tangan Zeo terkepal dan saat menatap Seara, Zeo tersenyum tipis.
"Bisa Sea lanjutkan?" Tanya Zeo sambil menatap lembut Seara. Seara mengangguk mengiyakan permintaan Papanya.
"Lalu, tiba tiba Chloe datang dan bilang kalau Sea mendorongnya sampai terluka. Sea mendorong Chloe didalam gudang dengan pelan! Jadi, tak akan terluka dan juga Paman Leo langsung mencengkram lengan Sea sampai merah. Itu sakit! Mama sempat meminta kepala Paman Leo supaya melepaskan cengkraman Paman Leo tapi Paman Leo tidak mau dan berteriak pada Mama dan Sea. Paman Leo terus memaksa Sea minta maaf dan Sea menggigit lengan Paman Leo. Paman Leo berteriak dan bilang Sea anak sia*an! Sea kabur dan pulang kerumah sendirian. Mama hanya diam dan mengkhawatirkan luka di tangan Paman Leo. Itu mengesalkan! Saat pulang Mama memarahi Sea dan memukul pipi Sea!" Cerita Seara panjang lebar. Zeo hanya diam dan menghela nafas. Tangannya yang terkepal erat terbuka dengan pelan.
"Sea bisa tidur dulu sekarang biar Papa yang mengurusnya!" Ucap Zeo. Ia perlahan berdiri dan mengecup pipi dan dahi Seara sebagai kecupan tidur.
"Selamat tidur, Peri Papa!" Ucap Zeo sebelum menutup pintu kamar Seara.
πππΏ
__ADS_1
Zeo menatap tajam istrinya yang sedang asik memainkan ponsel sambil tertidur. Natasha yang merasa ditatap menatap balik Zeo dan mengatakan sepatah kata tanpa mengeluarkan suara.
"Apa?" Tanya Natasha tanpa suara.
Zeo menghela nafas lalu mengambil beberapa lembar foto di dalam laci meja kerjanya. Ia melemparkan lembaran foto itu didepan Natasha.
"Apa maksudnya itu?" Bentak Zeo. Natasha dengan malas mengambil lembaran kertas yang dilempar Zeo. Matanya terkejut melihat itu dengan cepat ia memungut semua lembaran itu dan menyimpannya di laci nya.
"Jangan salah paham!" Jelas Natasha ia meletakkan ponselnya dan berjalan ke arah Zeo. Tangannya terbuka lebar hendak memeluk Zeo yang ditolak oleh Zeo dengan mendorong Natasha menjauh.
"Jangan berbohong lagi! Sea sudah cerita!" Teriak Zeo sambil menatap kearah lain.
Natasha yang dibentak mulai merasa sedih. Matanya mulai mengeluarkan cairan bening dan suara tangis keluar dari mulutnya.
"Aku benar tidak ada apa apa!" Gumam Natasha dengan lemah. Ia terjatuh dan memeluk lutut Zeo.
"Maafkan aku!" Mohon Natasha denga lirih.
Zeo yang tak tahan melihat Natasha memasang wajah sedih segara berjongkok dan memeluk istrinya.
πππ
"Pfttt, selamat pagi anak pungut!" Sapa Chloe setelah melemparkan telur kearah Seara. Seara yang terkejut atas tindakan Chloe terdiam menatap kepalanya yang sudah bau amis terkena telur. Seara menatao kesal Chloe. Seorang guru yang melewat segara menghampiri Seara dan Chloe.
"Chloe apa yang kamu lakukan! Jangan bertindak nakal ya!" Tegur Guru itu. Chloe hanya tersenyum sinis sambil mengamb telur lainnya.
"Menyingkir atau Ibu mau dipecat?" Usir Chloe dengan sombong. Ayah Chloe memang menyumbang saham untuk sekolah itu dengan jumlah yang cukup besar.
"Kamu pikir saya bisa kamu sogok dengan duit! Cepat minta maaf dan jangan melakukan hal itu lagi!" Guru itu mengambil paksa telur yanga ada ditangan Chloe dan menarik tangan Chloe dengan lembut untuk meminta maaf pada Seara.
"Cepat minta maaf!" Tegur Guru itu.
Chloe diam begitu juga dengan Seara. Setelah beberapa detik akhirnya Chloe menggumamkan kata maaf dengan tidak ihklas dan segera berjalan pergi dari sana.
__ADS_1
"Kamu tidak apa apa kan?" Tanya guru itu sambil membawa Seara ke toilet untuk membersihkan telur yang ada di kepala Seara.
"Tadi katanya aku akan menderita?" Gumam Seara dengan pelan.
Sebelum Chloe menjauh Seara dengan jelas mendengar kalau Chloe mengatakan kalau ia akan menderita.
*********
"Ahk, siapa sih yang naruh paku disini?" Tanya Seara sambil menatap sekelilingnya. Anak anak yang mendengar pertanyaan Seara hanya menggeleng dan membantu Seara membersihkan paku paku uang ada di loker buku Seara.
Mata Seara menangkap kalau Chloe mengeluarkan smirk sambil menggandeng teman barunya. Seara hanya diam sekilas dan langsung kembali membersihkan paku paku di lokernya.
"Dia ternyata!" Gumam Seara.
********
"Heh? Kenapa Seara mendapat nilai 100 sedangkan kita semua 50?" Tanya seorang anak kecil berambut pendek sambil menatao kesal Seara.
Anak anak lainnya pun mulai menatappi Seara yang sedang asik berbincang dengan guru matematika sambil tertawa. Chloe tersenyum kecil dan berjalan mendekati anak perempuan tadi.
"Ehh, benarkah? Kenapa ya? Padahal aku sudah belajar!" Kata Chloe ia menatap nilai ujiannya yang berbeda 30 dengan Seara.
"Dia sangat dekat dengan semua guru, bukan?" Tanya anak laki laki uang sedang ******* ***** kertas ujiannya lalu ia buang kedalam tong sampah.
"Benar juga!" Angguk semua anak membenarkan perkataan laki laki tadi.
"Bisa saja karena dia dekat dengan guru ia mendapat tambahan nilai!" Ucap laku laki itu lagi.
"Bisa juga!" Angguk semua anak membenarkan perkataan laki laki tadi.
"Bagaimana kalau kita buat dia supaya tak berdekatan dengan guru?" Saran Chloe sambil menutup mulutnya dengan kertasnya.
"Dengan itu dia akan menderita, bukan?" Gumam Chloe dengan pelan.
__ADS_1
πΏππ