
...Bab 18...
...___________________...
..."Aku tidak ambisius ya!"...
...**************...
"Dia terlihat sangat ambisius beberapa bulan ini! Dan itu membuatku sedikit takut. Apa aku harus membawanya kembali?" Tanya Maria dengan ragu pada pria didepannya yang sama sama bingung dengan pernyataan Maria.
"Mungkin itu harus dilakukan. Kau ingin dia bebas bukan?" Nicholas memberikan pertanyaan yang dibalas anggukan oleh Maria. Dia tidak bisa memberikan banyak saran untuk wanita dewasa di depannya. Dia tidak pernah bertemu dengan gadis yang di sering diceritakan oleh wanita itu. Ia sama sekali tidak tau apapun tentang gadis itu kecuali yang sering diceritakan oleh wanita itu.
Gadis manis, ramah, penurut, dan penyayang hanya itu yang ia tau awalnya namun semakin lama ia tau beberapa hal. Gadis itu sangat suka belajar semua akan ia pelajari itulah yang ia dapat dari wanita didepannya. Dia cantik dan manis menurut wanita didepannya gadis itu punya banyak penggemar disekolahnya. Jenius dan kreatif menurut perkataan wanita didepannya gadis itu selalu mendapat peringkat pertama disekolah dalam akademik maupun non akademik. Gadis itu juga tertarik dalam bisnis. Dia mempunyai usaha kecil yang ia buka kepada teman sebayanya. Gadis itu juga penyayang dan lembut menurut wanita didepannya gadi itu sering mengikuti kegiatan amal yang dibuka sekolahnya dan gadis itu juga mengikuti organisasi Siswa disekolahnya.
Dia itu sempurna. Hanya satu kata itu yang terpikirkan oleh Nicholas. Cantik, manis, penyayang, lembut, dan pintar. Jika gadis itu seusia dengan Nicholas mungkin dirinya akan mengejar-ngejar gadis itu.
"Lalu apa yang akan kau lakukan?" Tanya Nicholas mengetuk-etuk meja di samping kanannya dengan jari membuat suara dikeheningan itu. Karyawan lain sedang melakukan rapat hanya mereka berdua di ruangan besar yang biasanya ramai akan pegawai.
"Entahlah! Mungkin membawanya ketempat dia dulu ada?" Maria menaikkan kedua bahunya sambil mengeluarkan ekspresi bingung.
Seara gadis itu semakin berbeda. Dia semakin melakukan banyak hal dan mulai mengerti banyak hal. Ia tidak bisa menutupi kejadian tentang Ayahnya yang meninggal. Seara tidak pernah menanyakan tentang kematian Ayahnya dan tidak pernah bertanya tentang Mamanya. Maria berpikir itu akibat terpentuk ujung meja saat Seara ulang tahun ke-8 tahun. Maria yang panik melihat kepala Seara bagian belakang mengeluarkan darah membawanya ke rumah sakit. Semenjak itu beberapa saat Seara sangat pendiam dan melupakan beberapa hal. Maria berpikir gadis itu melupakan masa kecilnya. Jadi, ia sangat khawatir tentang Seara.
"Dia harus tau kalau Ayahnya mati dibunuh! Walau aku tak ingin dia memiliki dendam tapi tetap saja. Aku tak ingin dia hidup dalam kebohongan!" Tegas Maria sambil mengepalkan tangannya diatas meja. Air matanya perlahan menetes diiringi oleh isak tangisan. Nicholas yang melihat itu perlahan merengkuh Maria kedalam pelukannya.
"Jangan menangis. Nanti kita pikirkan jalan baiknya bersama! Kau jelek kalau menangis!" Ucap Nicholas yang diakhiri oleh ejekan. Maria yang mendengar itu memukul mukul dada Nicholas pepan.
"Ahh, lucunya anjing kecil ini mengangis." Kekeh Nicholas sambil memamerkan seringaiannya.
...__________________...
__ADS_1
..."Selamat tinggal dan selamat datang!"...
...__________________...
Seara menghela nafas melihat barang barangnya tidak muat didalam koper miliknya. Ia tidak membawa banyak baju namun yang membuatnya kesulitan yaitu mainan dan buku miliknya. Seara mengeluarkan beberapa buku yang sudah ia baca lebih dari 10 kali dan memasukkan buku yang baru ia baca beberapa kali. Maria bilang ia bisa membeli banyak buku setelah sampai ditempat barunya.
Tangan kiri Seara menenteng koper besar yang berisi barang pribadinya, tangan kanan Seara memegang erat ponsel yang tengah terpasang headphone yaht mengalunkan lagu yang kini sering ia putar dalam seminggu.
Into You
Entah kenapa Seara yang mendengar lagu itu kini mengharapkan hubungan rahasia dengan seseorang.
Kaki Seara perlahan turun dari tangga sambil mengangkat koper di tangan kirinya. Di bahunya juga ada ransel kecil yang ia gendong dan berisi dompet dan beberapa skincare dan make up.
"Seara! Kamu jahat!" Pekik seorang gadis berambut coklat terang dari arah pintu. Kaus crop putih bergaris dan rok pendek itu membuatnya terlihat sangat lucu dan sexy secara bersamaan. Gadis itu lekas berlari kearah Seara dan memeluknya.
"Lain kali jangan seperti itu, Olie. Kau hampir membunuhnya!" Tegur seorang gadis berambut merah gelap panjang dengan gaun hitam kesukaannya. Gadis itu menatap tajam gadis bernama Olivia yang telah memeluk Seara dengan bar bar.
"Yah, mau gimana Olie sangat mencintai Sea sihh!" Ucap seorang laki laki seumuran dengan Seara. Berambut coklat tua dengan iris berwarna emerald yang indah. Seara menyukai wajah pria itu.
"Hello Harry!" Sapa Seara saat ia hendak berdiri dari duduknya. Ia membantu Olie yang juga hendak berdiri.
Olie dan Gadis berambut merah itu hanya mendelikkan matanya menatap Seara dengan sedikit kesal. Gadis berambut merah itu lekas merangkul Seara dan membawa Seara kedalam pelukannya. Seara tersenyum tipis dan mengelus punggung temannya.
"Hanya Harry saja yang disapa nih?" Tanya gadis berambut merah itu. Nadanya yang terlihat sedang kesal membuat Seara terkekeh pelan.
"Maaf ya aku lupa! Hello Rosie and Olie!" Ucap Seara dengan nada yang lembut. Terdengar kekehan dari Olie saat melihat ponsel Seara sedikit retak.
"Kau tau Olie! Itu baru aku beli bulan lalu loh! Dan sekarang aku harus memperbaikinya!" Gumam Seara. Ia mengambil ponselnya. Untung hanya lapisan pelindung hpnya saja yang retak.
__ADS_1
"Ahh, sorry Sea." Olie menundukkan kepalanya sambil memeras ujung roknya. Seara tertawa kecil dan menepuk bahu Olie.
"Aku hanya bercanda." Gumam Seara. Ia merapikan koper koper yang akan ia bawa. Maria sedang mencari beberapa oleh-oleh bersama Nicholas. Hal itu membuatnya cukup sibuk membereskan barang barangnya.
"Ini sangat tiba tiba tau!" Harry mendudukan bokongnya disamping Seara yang tengah duduk di sofa panjang. Ia menyenderkan kepalanya dibahu Seara.
"Memang sangat tiba-tiba tapi mau bagaimana itu permintaan Ibuku loh!" Jawab Seara. Harry, Rosie, dan Olie memang mengenal Maria sebagai Ibu dari Seara.
"Aunty kenapa mintanya tiba-tiba sih?" Tanya Rosie nada kesal keluar dari bibirnya. Ia menduduknya dirinya di sofa kecil di depan Seara.
Seara menganggeleng, ia tidak tau kenapa itu tiba tiba terjadi. Ia terima saja dengan apa permintaan Maria. Wanita itu telah membantu banyak Seara.
"Lalu kau akan meninggalkan kami?" Tanya Olie. Ia menaruh kepalanya di paha Seara dan memakan cemilan yang ada dimeja.
"Menurutmu? Aku pikir kamu tidak bodoh Olie!" Ungkap Seara. Ia sedih karena berpisah dengan orang yang telah menjadi temannya selama 5 tahun kebelakang ini.
Harry menarik kepalanya dari bahu Seara dan membawa gadis itu kedalam pelukannya. Dengan keadaan tidur Harry memeluk Seara yang ada diatasnya. Olie sempat memekik pelan karena sakit kepalanya tiba-tiba membentur lantai.
Harry membalikkan tubuh Seara yang ada diatasnya sehingga Seara menatap wajahnya.
"Aku tidak akan melupakanmu, Sea!" Bisik Harry di telinga Seara.
Seara sedikit kaget dengan apa yang dilakukan Harry padanya saat ini. Ini sangat membuat orang salah paham. Orang orang akan memikirkan hal aneh jika melihatnya.
Sebuah cahaya tiba tiba menyinari mereka dan dengan cepat mati. Itu flash camera. Seara segera memalingkan wajahnya menatap Rosie dan Olie yang tertawa melihat hasil foto Harry dan Seara.
..."Kalian menyebalkan!"...
...***********...
__ADS_1