
...OMONG KOSONG...
...________________________________________...
Seara menatap anak kecil yang tidur di sampingnya. Anak kecil itu adalah Chloe. Mereka semalaman memainkan sebuah permainan dan berakhir tidur dimanat Seara. Seara bergerak dengan pelan untuk turun dari kasurnya.
Ia tau kalau Chloe sangat suka Pie susu Mamanya dan berniat membuat Pie susu untuk Chloe. Dengan langkah riangnya yang kecil ia berjalan turun dan menuruni tangga dengan hati hati. Matanya. Berbinar melihat Mamanya sedang membuat sarapan mereka. Ia berjalan kearah Mamanya.
"Mama!" Panggil Seara dengan sedikit kencang membuat Natasha yang tengah fokus membuat sarapan kaget.
"Seara! Kamu tidak boleh bermain main didapur! Itu berbahaya!" Ucap Natasha sambil megelus elus surai hitam pekat Seara.
"Baik, Mama! Bagaimana kalau kita membuat Pie susu untuk cemilan, Ma!" Ucap Seara yang dibalas tatapan bingung Natasha.
"Sea sukanya Pie Apel, bukan?" Tanya Natasha. Ia menyamakan tingginya dengan tinggi Seara dengan berlutut walau pun begitu ia masih terlihat tinggi.
"Bukan untukku! Tapi, untuk Chloe! Katanya dia suka Pie susu, Mama!" Ucap Seara sambil menyatukan tangannya dan menunjukan wajah memelasnya.
"Ehh, Chloe, ya? Boleh kok!" Jawab Natasha sambil menaruh kedua tangannya di pinggang.
Seara lekas menyingkir saat Mamanya mulai melakukan kegiatannya. Seara menatap. Gerakan mamanya yang lihat berpindah pindah tempat, meloncat loncat kecil untuk mengambil barang-barang, dan gerakan lihat tangan Mamanya yang mencampur beberapa bahan masakan.
"Mama!" Panggil Seara sambil menopang wajahnya dengan kedua tangan datas meja.
"Ia, Sea?" Natasha menyaut panggilan Seara sambil menyediakan beberapa bahan untuk membuat Pie susu.
"Apa Mama sering membuatkan Pie susu untuk Chloe?" Tanya Seara dengan datar. Natasha tersentak dengan pertanyaan malaikat kecilnya. Kenapa anaknya tau tentang itu.
"Ehh, Mama rekan kerja Papanya Chloe! Jadi, Mama sering membawa Pie susu dan mama berikan kepada Chloe." Jelas Natasha sambil tersenyum menatap Seara yang menatap dirinya juga. Seara tersenyum tipis lalu bertanya kembali.
"Mama tidak suka Pie susu, bukan? Kenapa Mama malah membuat Pie susu?" Tanya Seara dengan senyuman tipis. Jelas sekali Mamanya berbohong.
'Kenapa Mama berbohong? Bukannya Mama suka Pie Apel!' batin Seara.
__ADS_1
Seara terkejut dengan teriakan Natasha setelahnya.
"Seara! Bisakah kamu diam! Mama sedang membuat makanan! Bertanyanya nanti saja!" Ucap Natasha dengan teriakan yang cukup kencang. Chloe yang baru turun dari atas terkejut mendengar teriakan Natasha begitu juga dengan Seara. Senyum Seara sebelumnya perlahan luntur dari wajahnya.
'Aku hanya bertanya. Kenapa Mama harus berteriak?' batin Seara dalam hatinya.
Natasha yang sadar akan tindakannya barusan segara berlari kearah Seara dan mengelu elus kepala Seara sambil mengumumkan kata maaf berkali kali. Namun, Seara hanya diam.
"Maafkan, Mama, ya!" Ucap Ucap Mamanya berkali kali. Seara hanya diam dan tak membalas perkataan Mamanya. Tatapannya yang datar tak dilihat siapa pun.
"Mama?" Setelah beberaoa detik terdiam akhirnya Seara membuka mulutnya. Natasha yang mendengar panggilan Seara pun melepaskan pelukan hangat dan mengangkupkan kedua telapak tangannya yang lembut di wajah Seara.
"Apa hubungan Mama dengan keluarga Chloe?"
🍀🍃🌿
"Cerita yang menyedihkan." Ucap Seara dengan datar. Beberapa hari ini dia membaca sebuah novel yang ia temukan di belakang sekolahnya. Ia memungut Novel itu karena sampul bukunya yang menarik. Ia sangat penasaran dan akhirnya mengambil Novel itu.
Novel yang bercerita tentang seorang wanita yang berselingkuh dari suami pertamanya dan menikah dengan duda kaya raya yang mempunyai satu anak perempuan yang cantik dan di akhir cerita wanita itu mempunyai anak laki laki dan hidup bahagia. Sedangkan, suaminya yang ia tinggalkan dengan anak perempuannya menderita karena sempat menghalangi pemeran wanita untuk menikah dengan duda kaya raya.
Seara bahkan merasa kasihan kepada anak dari suami pertama wanita itu dan mantan suami wanita itu. Bagaimana bisa mereka menerima takdir yang sangat menyedihkan dimulai dari kelilit utang dan kelainan mental yang dialami mantan suami sang wanita.
Seara ingin sekali membuat mati sang wanita. Menurutnya tak ada yang baik dari sang wanita yang bisa ditiru. Dia sangat tidak tau diri baginya.
"Seara!" Panggil seorang wanita dewasa sambil melambaikan tangannya.
"Ya, Ada apa Mama?" Tanya. Seara sambil menatap kebawah. Ia, kini berada di rumah pohonnya. Ia duduk di pinggir teras kayu dari rumah pohonnya. Ia menatap dua orang yang berada dibawahnya. Disana ada Natasha dan Chloe yang sedang melambaikan tangan kearah Seara.
"Ayo kita pergi kerumah Chloe!" Ajak Natasha yang dibalas anggukan oleh Seara. Seara masuk kedalam murah pohonnya dan memasukan novelnya kedalam peti harta karunnya yang berisi barang barang pentingnya.
"Ayo!" Ajak Chloe sambil menarik tangan Seara dengan lembut masuk kedalam mobil milik Ayahnya.
"Papa tidak diajak?" Tanya Seara yang dibalas dengan tatapan kesal Mamanya. Mamanya terlihat seperti akan marah namun, Ayah Chloe yang bernama Leo mengelus kepala Natasha sambil tersenyum tipis. Natasha kembali tersenyum sambil menatap kedepan.
__ADS_1
"Dia sedang bersenang senang dengan yang lain." Jawab Natasha dengan kesal. Seara duduk di bangku tengah dengan Chloe. Mereka bercerita sambil menonton film Barbie di tab milik Chloe.
"Yah, kapan kalian akan bersama?" Tanya Chloe tapi matanya tak teralihkan dari Tab nya.
'Eh?' tanya Seara dalam batinnya.
Leo terkejut dengan pertanyaan anaknya. Mobilnya saja hampir menabrak pengendara lain.
"Ehh, Chloe, bertanya nanti saja!" Jawab Leo sambil tersenyum yang terlihat dari kaca mobil.
🍀🍃🌿
Seara memeluk Chloe dari belakang. Mereka main kejar kejaran dan saat bagian Seara yang mengejar Chloe ia dapatkan dengan mudah.
"Chloe sangat lambat. Hahahaha..." Tawa keras Seara mengelegar di kamar Chloe.
Chloe memberontak dari pelukan Seara dan berlari mengambil bantal miliknya dan memukul Seara dengan bantal itu. Awal itu yang membuat kamar Chloe berantakan. Penampilan Seara dan Chloe sangat tidak baik.
'Ahh, Dejavu!' batin Seara. Ia pernah melakukan itu semua dengan Chloe sebelumnya.
"Kita teman sejati bukan?" Tanya Chloe sambil menautkan jari kelingking miliknya dengan jari kelingking Seara dengan posisi tidur terlentang dikasur.
"Kenapa bertanya?" Tanya Seara sambil menatap Chloe yang berbaring di kirinya. Ia memiringkan tubuhnya dan menekuk lututnya.
"Aku takut kamu memutuskan hubungan kita! Kita baru berteman beberapa bulan, bukan?" tanya Chloe dengan ekspresi sedih miliknya.
Seara tersenyum nakal sambil menyentil dahi Chloe.
"Aku tidak akan melakukan itu!" Ucap Seara dengan tegas membuat Chloe terkekeh pelan. Wajahnya memerah melihat tampang Seara saat mengatakan kalimat barusan.
"Seara memang lucu ya!"
"Aku jadi tak ingin melakukan sesuatu!"
__ADS_1
🍀🍃🌿