Pemuda Miskin Yang Memiliki Sistem

Pemuda Miskin Yang Memiliki Sistem
Mulai terbiasa


__ADS_3

Dengan adanya keberadaan Aisyah, Alex hanya melirik dan melanjutkan tidurnya, ia sudah lelah untuk makan pun ia enggan untuk kedapur, langsung saja Alex tidur terlelap.


......................


Pagi hari tiba, Aisyah terbangun terlebih dahulu, meskipun ia berada dikamar Alex, ia hanya menatap wajah Alex dengan lekat, mulai tumbuh buih buih cinta.


Aisyah turun dari tempat tidur, lalu ia menuju kekamar mandi ingin mencuci mukanya, dan akan menyiapkan sarapan untuk Alex, 1 jam memasak untuk sarapan, kemudian Alex terbangun dari tidurnya, melihat kesamping sudah tak melihat Asiyah, lalu ia turun menuju lantai 1, Aisyah sudah menyiapkan makanan dimeja.


"Dirimu sudah bangun ternyata ayo makanlah, aku sudah menyiapkan sarapan untukmu." ucap Aisyah membersihkan dapur yang berantakan.


"Bersihkan saja itu nanti, kemarilah cepat sarapan setelah itu ikut aku ke suatu tempat, tapi mengapa semalam dirimu tidur dikamarku?" ucap Alex sekaligus menanyakan keberadaan Aisyah malam itu.


Aisyah mengangguk dan menjawab pertanyaan Alex, "Ahh..., semalam aku menunggu dirimu, namun tak kunjung datang, akhirnya aku memasuki rumahmu dan bersantai tapi sampai malam tiba, masih saja dirimu belum datang, aku yang lelah menunggu akhirnya beristirahat, maaf jika lancang." dengan nada sedih dan malu.


Alex yang tak menyangka dirinya ditunggu oleh wanita, baru kali ini ia mulai suka kepada nya, namun tak semudah itu masih panjang proses pendekatan mereka berdua, tidak sekarang tapi kedepannya akan berlanjut.


Alex hanya merespon mengangguk, lalu mulai menyantap makanan Aisyah dengan lahap, karna masakan Aisyah sangat lezat, dengan cepat Alex menghabiskan makanan nya bersama Aisyah tanpa adanya pembicaraan.


Karna baginya jika berada dimeja makan satu pun suara tidak diperbolehkan, nikmati rezeki tuhan yang sudah diberikan, jika sudah menikmati tinggal bersyukur saja, dan berdoa setelahnya.


Selesai menghabiskan makanan, Alex dan Aisyah bersiap siap untuk mandi, Aisyah mengambil baju nya yang tertinggal dibagasi mobil Alex, setelahnya ia pergi untuk mandi, 15 menit kemudian mereka berdua sudah siap pergi.


Aisyah perempuan yang natural, tanpa make up pun ia sudah cantik, apalagi jika memakai tidak tahu akan seperti apa, tidak pakai lama Alex menuju kemobilnya, Aisyah hanya mengikuti dari belakang, ia tak bertanya akan kemana namun hanya diam dan menurut.


Setelah semuanya selesai Alex melajukan mobilnya menuju pintu keluar perumahan, tentu saja sambil menyapa para satpam, tidak lupa ia menyuruh Mona untuk mengisi gedung yang sudah ia beli.


"Mona taruh sekertaris pribadiku dengan 100 bawahan ku, tentu saja bagikan mereka dibidang yang sudah mereka kuasai, atur semuanya aku tidak ingin repot-repot." ucap Alex dalam hati, karena Aisyah ada disebelahnya.

__ADS_1


"Baik tuan." jawab Mona singkat.


1 Jam kemudian, Alex sampai dirumah sakit, ia ingin menjenguk pemuda yang sudah dia selamatkan dengan susah payah, bertanya kepada dokter apakah dia sudah sadar, dokter menjawab "Dia sudah sadar tuan, tapi waktu menjenguknya hanya 30 menit tidak lebih."


Setelah bertanya Alex dan Aisyah menuju kamar pemuda tersebut, sesampainya pemuda tersebut langsung menoleh kearah Alex, dia mulai bertanya "Siapa dirimu tuan?" dengan nada bingung.


"Semalam aku menyelamatkan mu dari keroyokan preman, dan aku mau dirimu bekerja didalam perusahaan ku sebagai manager, dan atur semua karyawanku untuk membuat game, aku tau dirimu berbakat, tanpa aku suruh tentu saja dirimu akan tahu." jawab Alex sekaligus menjelaskan tujuannya dan tidak ingin membuang waktunya.


Pemuda tersebut masih linglung memikirkan ucapan Alex, pemuda itu mencerna ucapan Alex dengan cepat, "Baiklah aku terima, perkenalkan namaku Axel, salam kenal boss." sahut Axel menerima sambil memperkenalkan dirinya, tanpa menanyakan apa persyaratan dan sisanya.


Alex yang mendengar ucapan Axel hanya mengangguk sambil tersenyum puas, Alex sebelumnya tak pernah menunjukkan senyum nya kepada orang lain, namun Aisyah terpana melihat senyuman Alex, karna baru pertama kali ini ia melihatnya.


"Kapan dirimu keluar dari sini?" tanya Alex tiba tiba.


"2-3 hari boss, tapi tidak tahu pasti." jawab Axel masih belum pasti.


Axel yang melihat bossnya pergi hanya tersenyum, ia merasa berhutang budi kepada Alex, ia bersumpah akan setia kepada Alex, dan berjanji tidak akan mengecawakan nya.


Alex yang lupa akan keberadaan Aisyah, akhirnya menoleh kesamping ia melirik Aisyah, perempian itu memasang cemberut karna tak dianggap, Alex yang tak mau ribet akhirnya menganggeng tangan Aisyah.


Mereka menuju tempat parkir untuk mengambil mobilnya, karna tak ingin berlama lama dan waktu masih banyak, ia menuju ke perusahaan Chris, namun sebelum mengemudikan mobilnya, ia ditelpon seseorang nomor tak dikenal, lalu Alex mengangkatnya.


"H h halo tuan." ucap Preman 1 tergagap.


"Ohh dirimu, bagaimana kabar anak buahmu?" tanya Alex santai.


"Semuanya dalam keadaan parah tuan." jawab preman 1 sambil menahan ekspresi ngeri didepan anak buahnya yang tersisa.

__ADS_1


"Bagus, biaya nya akan kutanggung kirimkan alamat markas mu, nanti sore aku akan kesana, siang ini aku ingin mampir keperusahaan temanku." kata Alex karna kasihan kepada 9 preman yang sudah ia tumbangkan.


Setelah selesai menelpon, ia mengemudikan mobilnya tapi ia tak bertanya dimana perusahaan Chris karna ia pernah mampir meskipun cuma sekali.


45 Menit kemudian, mereka sampai didepan perusahaan Chris dengan cepat Alex memarmirkan mobilnya menuju basement, lalu ia memberi pesan kepada Chris.


"Aku ada basement parkiran, menuju keatas izinkan diriku bertemu dirimu." pesan Alex tersebut.


Alex berjalan memasuki lobby perusahaan, setibanya disana sekertaris Chris sudah menunggu kehadirannya dan menyuruh Alex mengikutinya, Aisyah hanya celingak celinguk memperhatikan perusahaan mewah yang sedang ia kunjungi hari ini, sambil mengikuti langkah Alex.


10 Menit menaiki lift kantor Chris ada dilantai paling atas yaitu lantai 45 ruang CEO, Chris tak suka menunjukkan batang hidungnya, namun pekerjaan diselesaikan dengan teliti tanpa adanya kesalahan, meskipun tak suka menunjukkan diri ia juga boss yang baik bagi karyawan nya.


*Ceklekkk...


"Yoo Chris." sapa Alex.


"Ohh haii, bagaimana perusahaan mu?." sapa balik Chris sambil menanyakan perihal perusahannya.


"Semuanya sudah ku handle tinggal menunggu kerja keras semua karyawan ku saja." ucap Alex yang sudah mempersiapkan semua.


"Huh?, bukannya baru saja dirimu membelinya, dan sekarang sudah memiliki karyawan?" tanya Chris heran.


"Aku sudah memiliki 100 karyawan dibidangnya masing-masing, sekertaris pribadi, dan manager." ucap Alex santai.


Chris hanya mengangguk mendengar ucapan Alex, tapi ia masih heran baru saja hari ini perusahaan Alex beroperasi namun sudah memiliki semua itu, tapi ia tak memikirkan nya dengan lanjut.


Alex hanya ingin mengunjungi temannya itu, Chris juga melihat sosok baru disamping Alex, lalu bertanya "Perempuan siapa itu?", Alex yang ditanya menoleh kepada Aisyah, "Ohh, perkenalkan dia Aisyah wanita yang sudah kuselamatkan, Morgan terkaget jika aku serumah dengan dia." jelas Alex.

__ADS_1


Chris kebingungan mendengar ucapan Alex, tentu saja heran bagaimana dirimu yang tak pernah dekat dengan perempuan tiba tiba ada didalam rumahmu.


__ADS_2