Pemuda Miskin Yang Memiliki Sistem

Pemuda Miskin Yang Memiliki Sistem
Masalah


__ADS_3

Alex yang sudah sampai menuju bar ingin memasuki nya, namun ia dicegat oleh penjaga disana, "Oi!, tunjukkan kartu identitas." ucap penjaga itu yang melihat Alex hampir melewati tanpa pemeriksaan, ia yang tidak pernah memasuki bar baru pertama kali ini, "Ahh..., dompetku ketinggalan apakah tidak bisa langsung masuk saja...?" tanya Alex, "Pergilah tidak ada kartu identitas lupakan saja jika dirimu ingin masuk." ucap penjaga itu garang.


Alex yang mendengar perkataan itu hanya heran, "mengapa memasuki tempat seperti ini sangat rumit." batin Alex, padahal bisa saja langsung masuk namun Alex tak mengabari Morgan ataupun Chris, jam sudah menjunjukkan pukul 20.30, namun Alex tetap masih berada di depan bar.


"Jika dirimu tak membawa identitas pergilah sana, antrian dibelakang mu masih panjang!" sahut penjaga 2 dengan nada membentak, Alex yang tidak terima langsung saja memukul mentah mentah kepala penjaga 2.


*Bruakk.....


Penjaga 2 yang terkena pukulan tiba tiba tersungkur langsung tak sadar, padahal badannya sangat besar, dan berotot.


"Aku tahu tak usah cerewet begitu." ucap Alex dengan nada tak senang, orang orang yang mengantri itu berlari karena takut terkena masalah yang sudah diperbuat Alex, penjaga 1 yang melihat temannya tersungkur hanya melongo seperti orang t*lol.


Manajer yang mengurus tempat itu tiba tiba keluar, "Hey hey, mengapa ada keributan, apakah tidak ada yang membereskannya, aku tidak mau tempatku menjadi bahan baku hantam." ucap Manajer itu yang bernama Frank, "Apakah dia anak buahmu?, maafkan aku jika aku mencari keributan, namun aku tak senang dengan nada bicara anak buahmu." ucap Alex bertanya sambil menjelaskan sisanya.


Frank yang diajak bicara itu hanya melihat Alex dari bawah sampai atas, dari segi pakaian Alex terlihat biasa, namun ia tak tahu, jika 2 sahabatnya adalah pemilik bar itu, Frank hanyalah bawahan.


Lalu Alex melihat Frank hanya terbengong melihatnya tiba tiba, "Aku hanya menghajar salah satunya, jika memang diriku tidak bisa masuk biarkan kedua sahabatku yang mengurus sisanya." Alex berbicara kepada Frank, namun tetap saja Frank masih terbengong, "Heyy!!, apakah kau tak mendengarku." ucap Alex kesal karena diabaikan, "Apakah dirimu mau kuhajar sekalian?" tanya Alex yang sudah terlanjur marah.


Frank yang mendengar ucapan terakhir Alex tertegun, tidak ada orang yang berani menantang di wilayah nya, namun orang baru yang tidak tahu peraturan bar, memukul anak buahnya, dan sekarang ia ingin menghajar nya, "Hey anak kecil dirimu baru saja kesini?, tidak tahu siapa diriku?" tanya Frank sambil mengejek.


"Apakah itu penting bagiku?, jika memang dirimu tak terima majulah." tantang Alex.


Frank yang sudah emosi maju menghampiri Alex sambil melayangkan tinjunya, Alex yang siap menerima pukulan Frank hanya menghindari dan menangkisnya.

__ADS_1


"Apakah tidak cara lain selain menghindar huh..., anak kecil." ucap Frank mengejek lagi.


"Sudahlah jangan banyak bicara kembali maju saja 5 menit akan kubuat dirimu babak belur." ucap Alex yang tak mau kalah.


Frank yang mendengar ucapan Alex emosinya sudah tak bisa dikontrol padahal ia yang memulai mengejek Alex, Frank menendang perut Alex, namun ia mundur dan menahan serangan kaki Frank, karena ukuran badan yang berbeda, Alex yang menerima tendangan itu hanya berdecak kesal, ia ingin mencari kelemahan Frank namun tak menemukannya.


Alex yang kesal memulai serangan, bela diri boxing yang ia pakai saat ini, Frank memukul titik buta Alex, namun ia dengan mudah menghindari nya sambil menyerang balik, karena kekuatan dan kecepatan Alex meningkat, ia tak merasakan lelah seperti dulu.


Tak lama Frank sudah mulai kelelahan, Alex yang masih tegak dan masih memasang kuda kuda, ia melihat kesempatan emas langsung saja meng upper cut kepala Frank, namun Frank menahan serangan Alex 50% terkena, tapi masih saja bisa diatasi.


Alex yang jengkel karena Frank masih bertahan, ia mengeluarkan tendangan 180° berharap terkena dan Frank langsung pingsan, kemudian.


*BRUAKKKKKK


Frank terpental terkena tendangan Alex, karena suara yang sangat keras seluruh orang dibar keluar, karena penasaran tidak terkecuali Chris dan Morgan, kebetulan musik selesai suara diluar bar terdengar sampai dalam, Alex yang sudah ngos ngos an, melihat Chris dan Morgan lalu menghampirinya dan berkata, "Orang orang disini sangat kuat, aku menyukainya." ucap Alex tersenyum.


"Tentu saja aku memilihnya dengan akurat." jawab Morgan bangga.


"Namun aku hampir kalah, tidak kah dirimu dikabari oleh pelayan mu huhh?, aku sedang kesulitan namun kau sedang asik asik didalam." sahut Alex marah.


"Ahahaha maaf maaf, kukira orang asing ternyata dirimu, dikemudian hari aku tak akan mengulanginya." ucap Morgan nyengir sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Karena perkelahian selesai Morgan memberi tahu penjaga 1 itu agar tidak mempersulit Alex dikemudian hari, Chris yang hanya melihat itu hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum.

__ADS_1


"Bagaimana ceritanya dirimu sampai berkelahi seperti itu?" tanya Chris kepada Alex.


"Aku lupa membawa kartu identitas ku hehe." jawab Alex sambil tertawa tak berdosa.


"Dirimu hanya berkelahi karna itu?" tanya Morgan.


"15 menit aku berdiri termenung, namun penjaga 2 itu membentak ku jadi kuhajar, tiba tiba si badan besar itu keluar tak mendengarkan ucapan ku, lalu aku menantangnya baru dia mendengarku" jawab Alex apa adanya.


Selesai bertanya mereka membahas gedung yang Alex beli, dan memberi dana kepadanya untuk membayar sisa uang yang kurang, karena pembayaran dilakukan esok, ia hanya bersantai sambil meminum setengah botol minuman keras, karena ia tak ingin terlalu mabuk sedangkan besok pagi ia bertemu pemilik gedung.


"Carilah wanita dirimu sudah sendiri selama ini, apakah dirimu tak tertarik sama sekali?" tanya Chris, Alex yang mendengar ucapan Chris hanya mengerenyitkan mukanya, "Hoy hoy diriku masih normal, urusan itu hanya aku yang tau" protes Alex.


Morgan yang hanya menyimak itu tertawa terbahak bahak, pertanyaan Chris yang tiba tiba, jawaban Alex yang konyol, benar sekali Alex dari SMP sampai SMA tidak memiliki wanita sama sekali, padahal yang suka kepadanya banyak, namun ia tak mau memiliki karena wanita adalah makhluk yang rumit.


1 jam kemudian.


Alex yang sudah selesai dengan urusannya berpamitan terlebih dahulu, jam juga sudah menunjukkan angka 23.00 karena besok pagi ia membeli sebuah gedung dan sudah membuat janji, jika tidak ia sangat malu tidak tepat waktu lagi.


Alex berjalan keluar menuju pintu, lalu penjaga pertama meminta maaf karena sudah membuat masalah, namun "Tidak apa apa itu sudah jadi tugasmu." ucap Alex sambil memegang pundak penjaga 1.


Ia memasuki mobilnya, menyalakan lalu mengemudikannya dengan pelan, karena dirinya masih didalam keadaan setengah mabuk, melajukan menyusuri jalan nya kota sambil memikirkan bagaimana perusahaan nya akan berkembang, sambil mengingat kedua orang tuanya.


Alex yang merenung tiba tiba ada sosok perempuan terbaring di pinggir jalan, ya tidak salah itu wanita yang memberi Alex air mineral, perempuan itu terbaring lemas ia mengecek denyut nadinya untung saja masih, Alex yang melihat adanya luka dileher dan di pahanya hanya memeriksa, lalu ia mengangkat tubuh sang wanita kedalam mobil untuk mengantarkan kerumahnya, karena ia tak ingin wanita itu mengalami hal lebih buruk dari itu.

__ADS_1


__ADS_2