
"Aku akan mengirimkan alamat tanah yang kubeli, dipesan kalian, handle semuanya, aku ada urusan mendadak, maaf aku tinggal." Alex pergi setelah mengucapkan hal tersebut, lalu Ia mengajak Rachel untuk mengikutinya.
"Mengapa dengan dia?, tadi suasana nya bersih, mengapa tiba tiba menjadi suram begitu?" tanya Chris kepada Morgan, Morgan pun juga kebingungan dengan tingkah laku sahabatnya tersebut.
Alex pun sudah berada di lobby kantor, lalu Ia "Rachel, apakah dirimu suka pembantaian?" tanya Alex, Rachel pun menoleh kearah tuan nya sambil memasang senyuman, Alex yang melihatnya pun langsung paham.
Sebelum mereka berangkat, Alex menelepon Theo, "Kumpulkan semua pasukan, aku sampai mereka semua harus sudah berjajar rapi." ucap Alex, "Sesuai keinginan anda Tuan!" jawab Theo tegas.
Mereka berdua pun memasuki mobil.
*BRUMMM....
__ADS_1
*BRUMMM...
Alex pun melajukan mobilnya dengan kencang, Ia sendiri tak tahu mengapa hatinya merasakan sakit, padahal sedari tadi baik baik saja, namun Ia merasakan kebohongan yang sangat amat dalam, sesak, tak tau apa sebabnya.
Tidak lama Alex, dan Rachel pun datang ke markas, tidak ada orang berlalu lalang, jika ada pun itu hanya pelayanan, yang sedang membersihkan taman, ruang tamu, ruang makan, dan lainnya.
Mereka berdua berjalan ke arah ruangan aula, terlihat pasukan sudah berjejer rapi, melihat pemimpinnya memasang raut wajah kejam, bersama wanita misterius disebelahnya, Theo, dan Neon pun bingung, apa alasannya mereka semua dikumpulkan, padahal Tuannya sudah memberikan misi.
"AKU TANYA SEKALI LAGI, APAKAH KALIAN SUKA PEMBANTAIAN?, JIKA TIDAK, KALIAN TAK PANTAS BERADA DISINI!!!" teriak Alex marah.
"KAMI SIAP MENERIMA PERINTAH APAPUN" teriak mereka sambil berkeringat dingin, padahal Alex dikenal sebagai tuan yang baik hati, namun mengapa tiba tiba menjadi kejam, dan dingin seperti itu, semuanya pun bingung.
__ADS_1
"AKU MEMERINTAHKAN KALIAN, MEMBABAT HABIS SEMUANYA, HAL NEGATIVE APAPUN DIDALAM NEGARA INI, AKU MEMBERIKAN KALIAN WAKTU 5 BULAN DARI SEKARANG." teriak Alex memberikan penekanan kepada pasukannya, Theo, dan Neon pun masih bingung dengan tindakan tuan nya.
Alex pun menoleh kearah mereka berdua, dan berjalan pelan, "Turuti kemauanku jika kalian masih ingin mengikuti ku, kalian akan dijaga wanita disana." ucap Alex lirih sambil menunjuk kearah Rachel.
"Baiklah tuan." sahut Theo, dan Neon.
"TERSERAH KALIAN AKAN MEMBERSIHKAN KOTA YANG MANA, ASALKAN NEGARA INI DAMAI, JIKA KALIAN BISA MENGUASAI SEMUANYA, AKU BANGGA KEPADA KALIAN, DAN JUGA KELUARGANYA AKAN DIBERI KESEJAHTERAAN, UANG BUKAN MASALAH, JIKA ADA SESUATU YANG TIDAK BISA KALIAN HADAPI, CUKUP BERIKAN PESAN KEPADAKU BUBAR!!!" teriak Alex.
Semuanya pun bubar, tanpa adanya protes, langsung saja terdengar mobil mobil keluar dari garasi Mansion, 10.000 pasukan dikerahkan semuanya oleh Alex, pikirannya tergelapkan oleh suatu hal, tanpa memikirkan resikonya, perasaan nya tak karuan, dendam, marah, emosi, semuanya menjadi 1.
"Kalian bertiga segeralah berangkat." ucap Alex, ketiganya pun berangkat, "HAHAHAHAHAHA, TIDAK AKAN LAMA LAGI, AKAN KU KUASAI NEGARA INI, TUNGGU SAJA KALIAN." Alex tertawa histeris sambil berteriak.
__ADS_1
Alex yang masih tertawa histeris sampai 30 menit lamanya, setelah itu berhenti, akhirnya Ia juga berangkat ke kota paling timur, untuk memberantas Terr*ris seorang diri.