
Alex yang pasrah pun hanya mengikuti permainan Liona yang ganas, Liona memainkan tubuhnya dengan lihai, tentu saja dia sudah tak per*wan, banyak lelaki yang ditidurinya demi sebuah uang yang tak seberapa, seperti (pel*cur).
Alex hanya memandanginya seperti biasa, tatapan yang sayuh, tak tertarik, dan tak bergairah, setelah 30 Menit melakukannya, Liona dibuat lemas dengan ketangkasan adik Alex, bisa saja Alex menahan sampe 45 Menit, namun melihat wajah Liona yang sudah menunjukkan kepuasaan, Ia mengeluarkannya diluar, sebelumnya Liona memaksa menyuruh Alex untuk mengeluarkannya didalam, namun dengan kasar Alex melepaskan tubuh Liona dari adiknya yang tangkas itu.
Liona tertidur lemas dengan wajah penuh kenikmatan, sedangkan Alex pergi menuju kekamar mandi untuk membersihkan dirinya, 15 Menit melakukan mandi, Alex sudah siap dengan pakaiannya segera pergi dari kamar tersebut, namun Ia tak tega dengan Liona yang masih berbaring tanpa busana, akhirnya Alex mengecek Handphone nya, beberapa pesan masuk di WA nya, Ia membalasnya satu persatu, pesan tersebut dari Morgan, Chris, dan Aisyah.
Keperjakaan Alex sudah hilang, tak ada rasanya menyesal dari dirinya, yang ada Ia tak ingin melakukannya lagi jika tidak ada hubungan yang jelas, cukup hari ini saja demi Liona yang memaksa untuk melakukan hal tersebut dengannya.
Alex menunggu Liona bangun, yang dilakukan Alex hanya memainkan game santai dari handphonenya sambil membelai rambut Liona yang halus, perempuan itu masih nyenyak, dan nyaman didunia mimpinya, tidur dengan ekspresi senyuman sangat jarang orang lain bisa melakukannya, "Ada apa dengan hidupmu itu sampai berani melakukan hal ini?" batin Alex bertanya kepada Liona yang tertidur.
10.00 Siang hari.
Liona bangun dari tidurnya yang nyenyak, Ia terkaget dengan Alex yang tidur disebelahnya dengan posisi duduk tangan memegangi kepalanya, Liona yang tak mau mengganggu waktu istirahat Alex, Ia bangun lalu membersihkan dirinya dari lengketnya air kedamaian Alex.
__ADS_1
30 Menit kemudian Liona sudah beres mandi, dan Ia sudah memakai pakaian rapi kembali, namun Alex bangun dari tidurnya melihat Liona berdandan, tiba tiba Alex bergairah melihat lekukan tubuh Liona, padahal tadi pagi Ia sama sekali tak tertarik, lalu Ia memasuki kamar mandi, dan membeli obat kuat dari sistem, "Aku tak tau dengan pikiran ku, tiba tiba adikku meminta kembali." batin Alex, Ia membeli 1 obat kuat, dengan cepat Ia menelan obat kuat tersebut.
Alex keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang terlepas namun masih memakai celana Tuxedo, Ia berjalan lalu memeluk Liona dari belakang, Liona yang masih fokus dengan make upnya tak melihat Alex keluar dari kamar mandi.
"Aku ingin lagi." gumam Alex, namun masih terdengar oleh telinga Liona, dengan senang hati Ia melayani Alex, Liona membuka celana Alex secara perlahan, sedangkan Alex merabah tubuh Liona dengan lembut, mendengar suara indah Liona membuat Alex semakin berkeinginan menghabisi Liona dengan kenikmatan, Alex semakin gencar memainkan tangannya.
Liona yang sudah tak kuat menahan, dengan cepat mendorong Alex keatas kasur, lalu memainkan adik Alex dengan ganas, Alex memasang wajah keenakan dengan ******* lembut keluar dari mulutnya.
(Lanjutannya pasti kalian sudah mengerti.)
"Sialan kenikmatan yang tiada tara, dasar diriku." puas Alex melakukannya dengan Liona, perempuan itu ingin terus menerus tanpa melakukan istirahat, namun Alex memaksa nya untuk beristirahat karena takut alat kelam*n Liona bengkak, atau lecet.
5 menit kemudian, Liona masih tetap memaksa Alex untuk melakukannya lagi, dengan pasrah Alex menerimanya, sekarang Alex yang mengambil alih permainan, banyak gaya yang digunakan Alex, sebenarnya baru pertama kali ini Ia melakukannya, tapi tak salah bukan membuat pengalaman baru, yaitu mencoba gaya yang lain.
__ADS_1
Terdengar nafas memburu dari kedua insan tersebut, Liona menikmati permainan Alex, Ia tak menyangka bahwa permainan Alex sangat lembut dan nyaman, dari kedua ronde itu hanya Liona yang bermain, namun baru ronde ketiga kali ini Alex mengambil alih permainan itu.
Durasi obat kuat dari sistem yaitu 6 Jam, masih tersisa 2 jam untuk Alex bisa melakukannya lagi, sedangkan sudah 3 ronde yang mereka mainkan, Liona masih merengek ingin melakukannya lagi, Alex pun tak pasrah lagi, Ia dengan ganas memuaskan n*fsu Liona, Alex terkagum dengan n*fsu Liona yang sangat liar, baru pertama kali ini Ia melihat wanita yang tak segan barang berharganya dimasuki sepuasnya.
Akhirnya waktu sudah menunjukkan sore hari, kedua insan tersebut kelelahan melakukan olahraga pagi sampai sore, keduanya tertidur lelap, sedangkan adik Alex masih tegak seperti tiang bendera, tangan Liona memegang adik Alex, sedangkan Alex memeluk Liona.
waktu tak terasa malam hari pun tiba, Alex terbangun dari tidurnya, ia melihat disebelahnya masih ada wanita yang memuaskan hasratnya, tidak tidak memuaskan hasrat keduanya, Alex yang bangun segera memainkan gunung kembar Liona dengan lembut, Liona yang merasa gunung kembarnya dirabah terbangun dari tidurnya, "Apakah kamu ingin melakukannya lagi?" tanya Liona lirih, "Sebenarnya aku tak ingin, hanya menginginkan memainkan bagian yang kenyal ini." jawab Alex. Liona senang dengan sifat Alex yang hyper, Ia tak tahu sikap kejam, dan baik Alex.
Setelah puas memainkan benda kenyal itu Alex segera membersihkan dirinya dibarengi oleh Liona, mereka mandi berdua, namun tak melakukan olahraga.
Selesai mandi, keduanya bersiap-siap untuk check out dari hotel, mobil Alex sudah siap didepan pintu hotel, Ia mengambil kuncinya dari pelayan hotel, lalu membukakan pintu untuk Liona, kemudian disusul Ia memasuki mobilnya, lalu menyalakan mobilnya, lalu berangkat untuk mengantarkan Liona pulang.
Liona termasuk keluarga kaya di Italia, namun sifatnya yang hyper membuatnya seperti orang kalangan rendah yang membutuhkan uang, mantan pacarnya semua sangatlah lemah dalam berhubungan, baru kali ini Liona sangat puas.
__ADS_1
Liona memberi tau rumahnya, yaitu berada di komplek mewah, Alex bingung dengan sikap Liona yang aneh, tidak mencerminkan keluarga kelas atas, Alex yang tak ambil pusing dengan keadaanya yang sekarang tanpa banyak basa basi langsung meninggalkan wanita tersebut setelah menurunkannya, Liona yang berbalik ingin meminta nomor Alex, namun suara mobilnya sudah menjauh.
Alex yang sedang dalam perjalanan pulang penasaran dengan ucapan paman nya waktu terakhir hayatnya, "waktu itu paman bilang ada suatu ruangan rahasia yang kuncinya berada dibalik lukisan?, baiklah saatnya mengetahui rahasia baru." batinnya langsung menancapkan gasnya, mobil Alex melaju sangat kencang tak menghiraukan penduduk-penduduk disana, rasa penasaran nya sudah tinggi soal rahasia baru, yaitu tentang hal baru, dan Alex haus akan pengetahuan yang melimpah.