
*Plakkkk.....
"Aduhhh, siapa sih." ucap Alex, karna ia tak tau siapa yang memukulnya, lalu ia menoleh kebelakang melihat sudah ada dua temannya dengan senyum iblis,
Alex yang melihat ke dua temannya itu hanya nyengir saja, karna ia lupa tak mengabari kedua sahabatnya itu, keasikan menikmati hal baru.
(Biasa manusia itu wajar bukan?) tanya author.
"Darimana saja dirimu, kita berdua sudah mencari mu kemana mana namun tak ketemu, sekarang kau bersantai ditaman tanpa mengabari kita berdua huh!?" Bentak Chris kepada Alex.
"Hehe maaf ceritanya sangat panjang, aku akan menceritakan nya nanti, jangan khawatir." ucap Alex meyakinkan.
"Cerita apa?, mengapa dirimu tak mengabari kita jika dirimu pindah." ucap Morgan dengan lembut.
"Sebenarnya aku ingin mencari pekerjaan, karena tak mau merepotkan kalian berdua, namun musibah menimpa diriku, saat itu aku sedang melamar pekerjaan, 5 perusahaan semua menolak diriku karna penampilan ku, lalu disaat aku ingin pulang aku dicegat oleh 5 preman, 4 preman sudah kutumbangkan, namun salah satunya sangat lihai memainkan pisau, ia menikam ku di saat tubuh ku sudah tidak bisa digerakkan/lelah, banyak darah keluar dari tubuhku, bergerak pun aku tak sanggup, untung saja ada orang baik yang menolongku." jawab Alex sedih karena mengingat kejadian itu, ia tak mau menceritakan tentang sistem kepada kedua sahabatnya karena masih belum mau rahasia nya terungkap, ia masih hidup sampai sekarang karena sistem.
Kedua sahabatnya mendengar cerita Alex hanya mengkerutkan kening, "Kenapa dirimu tak bilang kepada kita jika ingin mencari pekerjaan, seharusnya kau bilang." ucap Chris marah kepada Alex, "Iya mengapa kau tak bilang, kita berdua bisa membantu mu." imbuh Morgan.
Suasana mulai mencekam karena Chris dan Morgan marah kepada Alex, bagaimana ia bisa melupakan kedua sahabatnya yang selalu perhatian dan khawatir kepada nya, sedangkan Alex malah terkena musibah.
"Ayolahh bukannya itu sama saja, sudah 1 tahun hidupku menumpang kepada kalian, setidaknya diriku ada perkembangan, aku tak enak dengan kalian." ucap Alex menenangkan suasana yang mencekam.
Chris dan Morgan yang mendengarkan ucapan Alex itu mulai menjitak kepalanya.
*Plakk..
*Plakk...
__ADS_1
"Aww...., bisakah kalian tidak melakukan itu." teriak Alex.
"Biarkan saja lagi pula dirimu sudah kita anggap seperti adik ku sendiri jadi jika ada apa apa cerita saja." ucap Chris, Morgan pun mengangguk setuju dengan ucapan Chris.
"Sekarang tinggal dimana kau?" tanya Morgan.
"Haha bisa saja, aku tinggal di perumahan pondok gede di Jln. soekarno hatta." jawab Alex.
"Baiklah mari kita kesana, dirimu kemari menaiki apa?" tanya Morgan penasaran, Chris pun sama.
"Ohh mobil hitam disana." jawab Alex sambil menunjukkan mobil nya yang sedang terpakir dipinggir jalan seberang.
"HAHHHHHH!!!!" teriak Morgan dan Chris bersama.
"Sudah sudah jangan berteriak seperti orang gila, lihatlah banyak orang yang melihat mu, jadi tidak kerumahku?." ucap Alex bertanya.
...****************...
...Skip...
30 menit kemudian....
Alex dan kedua sahabatnya sampai didepan rumahnya, Chris dan Morgan heran padahal ia tak meninggalkan Alex dalam waktu lama namun ia sudah memiliki mobil sport, motor sport dan rumah sendiri.
"Bagaimana dirimu mendapatkan ini semua?" tanya Chris.
"Tentu saja berinvestasi diam diam." jawab Alex dengan enteng.
__ADS_1
Karena Chris tak mau penasaran dengan berlebihan ia menyudahi pertanyaan itu, Morgan yang hanya bisa mengagumi hanya diam saja, karena tak mau mendesak Alex.
Ketiganya memasuki rumah Alex, lalu duduk di ruang tamu sambil bercanda ria, Alex hanya termenung memikirkan bagaimana ia menyelesaikan misinya itu.
Chris dan Morgan yang tertawa melihat Alex menjadi diam, lalu bertanya "Ada apa, sepertinya dirimu memikirkan sesuatu." ucap Morgan, "Ya begitulah aku ingin memiliki sebuah perusahaan sendiri." jawab Alex.
Morgan dan Chris yang mendengar ucapan Alex hanya ikut termenung, mereka berpikir Alex benar benar berubah, karena selama ini ia hanya mau bermalas malasan saja tanpa mau beranjak dari zona nyaman nya.
1 tahun lalu, Alex sering bermalas malasan sambil memainkan game, kedua sahabatnya hanya bisa tersenyum sambil mengatakan sebuah nasehat dan teguran, namun Alex tetap keras kepala karena ia hanya ingin bersantai.
"Daripada dirimu seperti itu terus terusan lebih baik cari pekerjaan sana." ucap Chris menasehati, "Tidak mau aku hanya ingin bermalas malasan dalam jangka waktu yang lama, kita baru saja lulus mengapa tidak mengambil waktu bersantai." jawab Alex sambil rebahan, "Dirimu sudah waktunya memikirkan masa depan lex, jangan bermalas malasan." tegur Morgan.
Ternyata ia sudah mulai berubah, dan sekarang sedang memikirkan ingin memiliki perusahaan sendiri.
"Apakah dirimu sudah memiliki dananya?" tanya Morgan.
"Aku hanya memiliki 2 Milliar saja." ucap Alex tenang.
"2 Milliar masih tidak berarti jika ingin membangun usahamu sendiri, aku akan membantu mu, memang dirimu akan membuat usaha apa?" tanya Chris.
"Tentu saja pembuatan game, karena aku suka game." ucap Alex tersenyum membayangkan usahanya menjadi nomer 1 dinegaranya.
"Baiklah jika itu keinginan mu aku juga akan membantu." ucap Morgan.
Alex yang sudah mendapatkan pemikiran untuk membuat perusahaan pembuatan game akan dimulai, dengan dukungan kedua sahabatnya ia mulai bersemangat untuk menjadikan perusahaan nya itu menjadi no 1 dinegaranya, karena jika bukan karna sistemnya ia tak mau, karena ia tak ingin hidupnya rumit.
Dengan tekad penuh keyakinan pilihannya sudah bulat, karena tak mau melakukannya dalam waktu lama, karna prosesnya juga lama, walaupun ia tak memiliki basic apapun, Alex bisa merekrut karyawan yang berbakat, ia juga memiliki sebuah sistem.
__ADS_1