Pemuda Miskin Yang Memiliki Sistem

Pemuda Miskin Yang Memiliki Sistem
Lakukan apa yang disebut kepentingan


__ADS_3

Selesai pesta, Alex dan kawan kawan kembali kerumah masing masing, Alex yang masih terlelap didalam ponselnya terkirim notifikasi transfers dari saham saham yang ia miliki.


(Uang berhasil di transfers sebesar 400 Trilliun dari Bank International America.)


(Uang berhasil ditransfers sebesar 200 Trilliun dari Bank International America)


Pagi telah tiba.


Seperti biasa Alex mengerjakan misi harian dari Mona kisaran jam 04.00, setelah selesai mengerjakan misi tersebut Alex mengecek ponselnya, ternyata uang dari saham yang ia miliki sudah cair, namun ia tak mengira jika mendapatkan sebanyak itu, lalu tak lama ia tidur terlelap.


Alex terbangun dari tidurnya, lalu mengecek jam dinding nya, waktu juga sudah menunjukkan 06.30, Alex bersiap siap untuk mandi dan sarapan, namun dimeja makan nya sudah tersedia sarapan, dan Aisyah sedang sibuk di dapur Alex.


"Pagi..." ungkap Aisyah sambil membersihkan dapur.


"Pagi juga Aisyah." jawab Alex bersuara berat karena baru saja terbangun dari tidurnya.


Aisyah yang mendengar jawaban Alex hanya diam, dan wajahnya memerah karena suara berat Alex, sambil melanjutkan bersih bersih.


Alex mengambil handuk dan segera beranjak kedalam kamar mandi, setelah 15 menit mandi Alex menyelesaikan nya dan berganti pakaian lalu menuju meja makan, Aisyah sudah duduk menunggu Alex, Alex sudah menyuruh Aisyah untuk makan terlebih dahulu namun Aisyah tak mau karena harus menunggu tuan rumah duduk dimeja makan.


Alex segera menyantap masakan lezat Aisyah, ia memakan makanan tersebut dengan nikmat, sambil memuji masakan Aisyah itu, Aisyah yang sedang dipuji oleh Alex wajahnya memerah sekali lagi, Alex yang melihat itu hanya bertanya, "Apakah dirimu sakit? Mengapa wajahmu memerah.", Aisyah hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban pertanyaan Alex.


Selesai sarapan Aisyah melanjutkan untuk mencuci piring namun Alex tak memperbolehkannya karna ia ingin mengajak Aisyah menuju ke perusahaan nya, "Aisyah ikut aku." ucap Alex singkat, Aisyah yang diajak itu hanya menuruti ucapan Alex, tak jadi Aisyah mencuci piring.


Alex mengambil kunci mobilnya lalu membukakan pintu untuk Aisyah, lalu ia memasuki menghidupkan mobilnya, selang beberapa waktu akhirnya mereka berangkat menuju perusahaan Alex.


45 Menit kemudian mereka sampai diperusahaan Alex, namun asisten pribadi Alex yang bernama Lisa menyambut tuannya, karena Lisa mendapatkan perintah langsung dari Mona, Lisa membukakan pintu Alex, dan Alex membukakan pintu untuk Aisyah.


Mereka bertiga berjalan bersama sambil berbincang bincng tentang perusahaan, "Bagaimana perkembangannya?" tanya Alex, "Karena dana dari tuan perkembangan membuat game masih dikisaran 10%." jawab Lisa.


Lalu Alex mengambil ponselnya didalam saku celananya mulai menelpon Axel.


*Kringgg....


*Kringg.....


"Halo boss." kata Axel.


"Dimana dirimu, perusahaan sudah mulai membuat game baru, aku butuh bantuan mu, lebih cepat lebih baik." ucap Alex.


"Sebentar lagi, aku akan tiba boss, tunggu saja aku akan menghandle semua pekerjaan." jelas Axel.


Alex langsung mematikan telpon secara sepihak, ya seperti biasanya tanpa memberitahu, seharusnya Alex sebagai CEO/Pemilik ikut andil dalam pekerjaan tersebut, namun Alex tak ingin karna takut membuat masalah didalam proses pembuatan gamenya.


Sebenarnya bisa saja Mona memberitahu Alex tentang skill yang bisa membuat nya bisa mempelajari sebuah ilmu tentang pembuatan game namun Alex tak bertanya.

__ADS_1


"Mona status." batin Alex.


[Status]


Nama : Alex


Umur : 20 tahun


Pekerjaan : CEO


Kekuatan : 9


Kecepatan : 8


Kepintaran : 10


Kharisma : 20


Keberuntungan : 2


Point sistem : 11.000


Inventory : Black Card


Shop :




1 Perusahaan




1 Rumah minimalis, dan 1 Mansion




1 Mobil sport


__ADS_1



1 Motor sport




Uang 655 Trilliun




40% saham Nasa




30% saham Iphone




Sesudah Alex melihat statusnya, ia menutup layar hologram tersebut, sambil menunggu lift yang sedang ia tumpangi bersama Aisyah dan Lisa menuju keruangan paling atas.


Sesampainya mereka dilantai paling atas, Alex langsung saja duduk dikursi kebesarannya, karena baru pertama kali ini ia mengunjungi perusahannya tersebut, ternyata semua desain perusahaanya sesuai selera Alex, tentu saja itu semua diberitahu oleh Mona kepada Lisa.


Aisyah yang sedang duduk disofa melihat ke kanan, dan kiri ruangan Alex sambil memasang ekspresi wajah terkagum kagum, Alex yang melihat ekspresi Aisyah yang sedang terkagum itu tertawa kecil.


"Lisa, bagaimana caranya agar pembuatan game ini bisa dipercepat?, dan juga aku ingin mencobanya." tanya Alex sambil membayangkan seperti apa nanti game nya tersebut.


"Jika anda ingin mempercepat pembuatan game tersebut, tuan hanya mendapatkan kualitas yang biasa saja, masih butuh waktu banyak untuk menjadikan game seperti apa yang tuan mau karena visual didalam game tersebut harus 4K." jelas Lisa.


Alex yang mendengarkan penjelasan lisa hanya mengangguk, sadar jika keinginan nya agak susah, Alex ingin menambah dana perusahaan agar tidak ada masalah kedepannya.


Alex mengirim 300 Trilliun kedalam rekening perusahaan, Lisa sudah membuatnya dari awal dirinya dikirim, tak ingin menyusahkan tuannya tersebut, Lisa melakukan nya sendiri.


Lisa melihat tuannya menambah dana perusahaan terkaget karena baru saja malam itu Alex mengirim 100 Trilliun dan sekarang mengirim 300 Trilliun, memang benar Lisa adalah hadiah dari Mona namun semua bagian tubuhnya dan seisinya merupakan manusia.


Setelah berbincang bincang selama beberapa jam, waktu sudah menuju ke siang hari, Alex ingin mentraktir semua bawahan nya untuk makan siang, Alex menyuruh Lisa untuk memesan makanan dalam jumlah banyak.


Menunggu sambil bercanda, dan berbincang bincang bersama bawahannya tersebut membuat Alex tersenyum karena ia membuat banyak orang bahagia, meskipun mereka bawahan dari Mona namun perasaan mereka tetap seperti manusia.

__ADS_1


Sekian lama menunggu, pesanan Alex datang, bawahan Alex tersebut berbondong bondong berjalan sambil membawa makanan, tertawa bersama, suasana disana seperti mengadakan pesta padahal mereka memiliki tugas, tak lupa Alex mengajak pengantar pesanan tersebut untuk makan.


__ADS_2