
"Baiklah saat nya beraksi, sudah lama sekali aku ingin menguasai kota ini, dan sekarang keinginan ku terwujud, semoga saja pilihan ku tidak salah." batin Theo, ia sudah berkeinginan untuk menempatkan kelompoknya menjadi nomor 1 sejak lama.
Theo dan 1000 pasukannya berbondong bondong menuju markas kelompok GANGSTER yang memegang gelar nomor 9, perjalanan cukup jauh, namun mereka nikmati dengan canda dan tawa sebelum perang, para bawahan Alex seperti tak menganggap hal ini terjadi.
Banyak orang menonton pasukan Theo yang sedang menuju markas Gangster tersebut yang bernama Rascarl, banyak orang mengira kelompok Theo sedang merayakan pesta dijalan raya, tapi sebenarnya mereka ingin berperang.
Selama 2 jam lamanya, pasukan Theo sudah sampai menginjak kaki didepan markas Rascarl tersebut, Theo langsung saja menyerang markas musuhnya tanpa adanya aba aba, dan rencana.
Theo membawa tongkat baseball sebagai senjata, dan juga pistol didalam celananya, sebagai jaga jaga untuk keadaan mendesak, pemimpinnya juga tak meralang Theo untuk membunuh.
Sebenarnya musuh yang sedang Theo hadapi suka meneror penjual-penjual yang sedang berdagang, memeras pejalan kaki yang sedang lewat, dan selalu membuat onar.
"SEMUANYAAAAA!!!!, MAJUUUUUUU......." teriak Theo bersemangattt.
"HURAAAAAAA." 1000 pasukan berteriak menyemangati satu sama lain.
Tidak ada yang mengira jika markas nya diserang, sang pemimpin kelompok Rascarl ragu, dan bimbang karena tak ada persiapan yang matang, dan tak tau jika markasnya akan diserang.
Pasukan kelompok Rascarl berjumlah 2000 orang, namun tak ada persiapan dengan nekatnya melawan hanya modal tangan kosong, tambah basa basi pasukan Theo menerjang setiap ruangan, markas Rascarl terletak dibawah tempat hiburan tersebut.
1000 orang mengobrak abrik tempat hiburan, para wanita menjerit tak karuan, Theo membiarkan semua wanita pekerja tempat hiburan tersebut untuk kabur jika tak ingin terluka.
Setelah semua wanita keluar, Theo dan pasukannya melawan para musuh dengan ganas, bercak darah di segala tempat, semua musuh tercecer dimana mana, 500 orang dengan cepat dihabisi, tanpa penjagaan menuju lantai bawah, Theo membawa setengah pasukannya untuk menuju ke basement tempat hiburan tersebut, dan sisanya untuk berjaga.
Meskipun hanya 1000 pasukan, mereka saling bahu membahu karena semuanya adalah orang yang lulus ujian seleksi, sebenarnya banyak orang yang mendaftar karena tergiur oleh bayaran yang akan didapatkan, Alex menyuruh Theo untuk memasang gaji dengan harga tinggi, seleksi ketat, dan tak mau kecolongan.
Setengah pasukan Theo masih tampak bugar, dan hanya sedikit yang babak belur, tidak ada yang pingsan, ataupun terluka parah, Theo mendobrak pintu menuju lantai bawah, dengan semangat yang membara Theo langsung melemparkan tongkat baseballnya di susul oleh 500 pasukan yang satu persatu memasuki lantai basement tersebut.
__ADS_1
Theo menghajar satu persatu musuhnya, pasukannya juga tak mau kalah oleh sang pimpinan, dengan ganas dan cepat menghabisi 1500 pasukan, lalu Theo menerobos sisa sisa musuhnya menuju tempat pimpinan kelompok Rascarl, dengan seringai kejam Theo mengambil pistol didalam celananya, membuka pintu sambil menodongkan pistolnya.
"Menyerah atau mati!" ucap Theo dengan senyuman iblis.
"Aku tak menyangka kelompok nomor terakhir dikota ini berani menyerang." sahut pemimpin kelompok Rascarl dengan nada pasrah.
"Ayolahh Bane, tak selama kelompok ku berada diurutan terakhir." kata Theo, ternyata pemimpin tersebut bernama Bane.
"Hahahaha benar sekali, jika aku menyerah apa yang akan kudapatkan?" tanya Bane.
"SEMUANYA!" jawab Theo.
Bane yang mendengar jawaban Theo tertegun, padahal sudah lama kelompok Theo berdiam diri, dan mengurung diri, tak pernah membuat keributan, namun sekarang ia dan kelompoknya berani menyerang.
"Tapi aku tak akan menyerah begitu saja, lawan aku, jika aku kalah aku akan menyerah dan berada dibawah naungan mu, namun jika aku menang nyawa mu akan menghilang." ucap Bane menyeringai.
"Hahahaha coba saja." tantang Theo, sambil membuang pistolnya.
Melihat lawannya melayangkan tinju lurus yang mengarah di wajahnya, Theo menghindari dengan sedikit gerakan kekanan, lalu membalas dengan pukulan kebawah menuju perut Bane.
*BUGGHHH....
Bane yang terkena serangan diperutnya dengan cepat mundur, dan mengulur waktu untuk menghilangkan rasa sakit, sedangkan Theo berdiam diri tak bergerak sama sekali, itu adalah ciri khas Theo melawan musuh musuhnya, walaupun diam saja, semua pergerakan musuh akan terlihat meskipun berada dibelakangnya, seperti memiliki mata belakang.
Selama 5 menit, Bane tak maju, Theo yang tak mau menunggu akhirnya maju berlari melompat sambil melayangkan tinjuan, namun itu hanya tipuan, ternyata kaki nya sudah bersiap untuk menendang perut Bane kembali, dengan cepat Bane yang tak sadar dengan tipuan tersebut dengan telak perutnya terkena serangan kembali.
Bane yang merasakan jika tulang rusuknya retak, tetap ingin melawan, Theo yang kembali menyerang dengan cepat memukul bagian vital lawan nya agar cepat tumbang, Bane yang terkena pukulan bertubi-tubi hanya melakukan pertahanan saja.
__ADS_1
Setelah banyaknya pukulan Theo yang masuk, Bane akhirnya terhuyung-huyung, dan mengatakan jika ia menyerah, akhirnya ia mengucapkan, "Kelompok Rascarl akan berada dibawah naungan Kelompok Scorpion Hell, dan bersumpah setia, jika berkhianat hanya kematian lah yang akan didapat." ucap Bane sambil menahan rasa sakit.
Theo mengangguk puas lalu, beranjak keluar dari ruangan Bane, ternyata setengah pasukannya masih berdiri kokoh sambil menunggu kedatangan pemimpinnya, dengan bangga Theo mengangkat kepalan tangannya keatas.
Setengah pasukan tersebut yang melihat pemimpin nya mengangkat tangan, tersenyum, dan berteriak, "YAAAAAA!!!, KITA MENANGGGGG."
"Jangan puas terlebih dahulu, masih ada tugas yang lain, waktunya melanjutkan perjalan menuju tempat selanjutnyaaa." perintah sambil berjalan keluar dari tempat hiburan tersebut, setengah pasukannya yang sedang berada diatas menunggu, lalu melihat pemimpinnya keluar langsung saja mengikuti langkah, mereka sudah tahu jika menang, mendengar suara sisa pasukan yang sedang berteriak tadi.
"APAKAH SEMUANYA MASIH BERSEMANGAT?" tanya Theo berteriak.
"KAMI MASIH BERSEMANGAT!!" sahut pasukan Theo
"YAAA!!!"
"YAAAAAAA!!!"
"MASIH PEMIMPIN" sahut satu persatu pasukan Theo.
"BAIKLAH SAAT NYAA MENUJU KETEMPAT SELANJUTNYA!!!" Teriak Theo yang sama masih bersemangat.
'HURAAAAA!!!!!'
'YAAAA AYOOOOOO!!!'
Mereka semua langsung saja memasuki mobil truk, dan Theo memasuki mobil pribadinya, melaju menuju target selanjutnya dengan senyuman.
"Tuan aku sudah membereskan kelompok tersebut sesuai perintah anda, semoga saja anda tak mengecewakan kami semua." batin Theo.
__ADS_1
Dengan kecepatan tinggi, Theo dan para pasukannya tersenyum puas oleh hasil yang sama puasnya, mereka semua tak mau mengecewakan Bossnya yang sudah menggaji mereka dengan harga tinggi, kuantitas harus sama seperti kualitas.
Sama seperti perjalan sebelumnya, para pasukan teersebut tetap saja bercanda dan tertawa bersama, 5 truk berjejer rapi tanpa menganggu kenyamanan para warga, dan juga menaati peraturan jalanan, tanpa melanggar.